Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Pengajar Mualaf di Aceh Tenggara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Januari 2020 08:59 8:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Januari 2020 13:30
Bagikan
Nasrul bersama para santri didiknya
Bagikan

PENGALAMAN pertama menjadi seorang dai tidak mudah. Tapi karena ingin menegakkan kalimat Allah, maka harus dilakukan dengan benar dan penuh keikhlasan.

Hal itu yang dirasakan Nasrul. Dalam sehari-hari, pria kelahiran Oktober 1992 ini mengajar mengaji Al-Qur’an ibu-ibu mualaf dan anak-anak mualaf di daerah perbatasan antara Aceh dan Sumatera Utara.

Nasrul mengajar ditemani istri tercinta, yang dia nikahi tahun 2018 lalu pada Pernikahan Barakah di Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur.

Nasrul mulai mengenal Hidayatullah tidak lama setelah gempa dan tsunami melanda Aceh 2004 silam. Saat itu ia bergabung dengan kampus Hidayatullah rintisan pertama di Meulaboh, Aceh Barat, salah satu kabupaten terparah dampak dari Tsunami.

Ia bergabung setelah diajak Ustadz Baharuddin Andi Mustafa yang menjadi pimpinan Hidayatullah Kabupaten Aceh Barat.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Nasrul membantu Ustadz Baharuddin dalam merintis Hidayatullah di Meulaboh selama lima tahun. Setelah itu Nasrul melanjutkan kuliahnya di Universitas Syiah Kuala.

Baca: Masjid Bersemi dari Kandang Sapi

Setelah menempuh kuliah tahun 2017, Nasrul diajak bergabung dengan Ustadz Baharuddin di Aceh Tenggara. Ia di amanahkan untuk membimbing ibu-ibu mualaf dan anak-anak mualaf tanpa digaji. Meski demikian, hal itu dilakukan dengan semangat dan penuh keikhlasan, serta berharap semoga menjadi amalan jariyah.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari istri dan anaknya, Nasrul mengajar di Sekolah Dasar yang dirintis oleh Hidayatullah. Gajinya tidak seberapa. Tetapi karena ingin memperjuangkan agama Allah, maka semangat Nasrul tidak pernah surut. Padahal banyak dai perbatasan yang dikirim oleh Hidayatullah maupun dari pemerintah Aceh sendiri. Tapi mereka tidak bisa bertahan lama.

Dirinya dan keluarga tinggal di bekas asrama putra Pesantren Hidayatullah Aceh Tenggara, berukuran 3 x 4 meter. Maklum pesantren di Aceh Tenggara ini masih tahap pembangunan.

Baca: Ketika Pengantin Baru Ditugaskan Merintis Pesantren

Pada awal mengajar, tahun 2017, jamaah yang ikut belajar bersama Nasrul hanya lima orang, itu pun dilakukan dengan bersusah payah. Alhamdulillah, lambat laun ibu-ibu mualaf yang ikut bertambah banyak.

Nasrul tidak patah semangat, dirinya terus melakukan pendekatan kepada ibu-ibu tersebut. Caranya dengan sering silaturahim, berkunjung dan ngobrol. Cara itu berhasil. Dengan melakukan pendekatan hati ke hati, kini ibu-ibu mualaf yang mau mengaji sudah bertambah menjadi 25 orang.

“Anak-anak mereka juga sudah mau ikut mengaji,” kata Nasrul tersenyum.

Dalam mengemban amanahnya sebagai dai, Nasrul sering harus berjalan kaki dari rumah ke rumah, melakukan silaturahim degnan para mualaf. Karena kendaraan dari pesantren hanya satu, sehingga harus bergantian dengan yang lain.

“Kadang-kadang pulang malam karena medannya yang jauh, berbukit,” ujar ayah dari Alula Farzana Nasrul ini.

Baca: Fatu Marando, Medan Dakwah Penuh Tantangan

Perlu pendekatan khusus untuk mengajarkan jamaah tentang Islam. Pasalnya, walaupun sudah masuk Islam, tidak sedikit orangtua mereka yang masih menyekolahkan anaknya di sekolah non-Muslim. Jadi, perlu diberikan pemahaman bahwa sekolah Islam itu bagus untuk menghindarkan dari pendangkalan aqidah anak-anak.

Menghadapi banyak hambatan dan tantangan, Nasrul tetap teguh mengajarkan ibu-ibu mualaf dan anak – anak mereka untuk belajar agama Islam dengan baik.

Sebab, jelas, Nasrul para mualaf itu adalah saudara-saudara yang perlu dibina dengan intens, karena iman mereka masih belum mengakar kuat, sehingga perlu diberikan nasihat secara istiqamah.

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberi hidayah untuk tetap konsisten menjalankan kebenaran dan kelak di akhirat menjadi ahlul jannah. Aamin Ya Rabbal Alamin.* Kiriman Muin/Pos Dai

Artikel ini bekerjasama dengan program Dompet Dakwah Pedalaman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AcehAceh TenggaradaiDai Hidayatullahdai pedalamanHidayatullahmualaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Memanen Organ-organ Muslim di ‘Kamp Kekejaman’
Tulisan selanjutnya PCNU Minta Pemerintah dan Polisi Tindak Tegas Perjudian di Sibolga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?