Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Bagamaimana Para Ulama Merespon sebuah Wabah?

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 Februari 2020 16:55 4:55 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 Februari 2020 16:53
Bagikan
Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Stasiun Kereta Api Yingtan, Nanchang, Provinsi Jiangxi Tengah, China (22/01/2020) untuk mencegah virus corona menyebar ke kota lain.
Bagikan

Hidayatullah.com | SEBAGAI umat Islam, sudah sepatutnya kita prihatin terhadap musibah yang tengah menimpa saudara-saudara kita di China berupa virus mematikan yang dikenal dengan virus corona.

Diketahui virus ini telah merambah sejak minggu yang lalu dan telah memakan korban hampir 302 orang dan 12 ribu terinveksi (data 2 Februari 2020). Virus ini secara cepat merebak ke luar Wuhan, China, tempat pertama kali virus ini ditemukan.

Bukan hanya itu, bahkan virus ini tidak hanya merambah di beberapa propinsi di China, bahkan disebutkan telah menjalar ke luar negeri seperti Singapura, Thailand, Amerika Serikat, Korea Selatan dan negara Indonesia.

Virus Corona sendiri adalah golongan virus dari familia coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia, termasuk juga manusia. Virus ini dapat menimbulkan gejala penyakit yang bervariasi, mulai hampir tidak timbul gejala apapun hingga gejala yang fatal. Infeksi Virus Corona dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti bronkitis, ensefalitis, gastroenteritis, dan hepatitis.

Proses penyebarannya bisa melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Sikap Ulama

Namun, tahukah kita bagaimana para ulama Islam menyikapi sebuah virus yang melanda sebuah daerah? Mari kita simak ulasan berikut.

Dalam Kitab al-Bidayah wa al-Nihayah karangan Ibnu Katsir, disebutkan bahwasanya Kota Syam pernah dilanda sebuah wabah yang dinamakan Tha’un. Ibnnu Jarir menyatakan, wabah ini terjadi pada tahun 17 Hijriah ketika kepemimpinan Khalifah Umar bin Khatab. Tha’un ini dinisbatkan kepada sebuah daerah yang bernama Amawas, dari sinilah pertama kali wabah Tha’un muncul dan kemudian menyebar ke seluruh Negeri Syam.

Al-Waqidi berkata, “Tha’un Amawas telah melanda Negeri Syam. Wabah ini telah memakan korban 25.000 jiwa.” Ada yang mengatakan korbannya sebanyak 30.000 jiwa.

Adapun diantara para sahabat yang terkena wabah ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah, al-Harits bin Hisyam, Syarahbil bin Hasanah, Fadhl bin Abbas, Muadz bin Jabal, Yazid bin Abi Sufyan dan Abu Jandal bin Suhail.

Tatkala wabah ini memuncak dan telah sampai beritanya kepada Khalifah Umar bin Khatab r.a, Umar segera mengirim surat kepada Abu Ubaidah yang isinya meminta agar ia segera keluar dari daerah yang terkenah wabah tersebut.

Namun, Abu Ubaidah justru menjawab suratnya dengan mengatakan, “Wahai Amirul Mukminin, aku mengerti apa yang engkau inginkan terhadapku. Sesungguhnya aku berada di antara tengah-tengah tentara kaum Muslimin dan aku tidak ingin berpisah dari mereka. Aku tidak akan meninggalkan mereka hingga Allah menetapkan apa yang telah ditetapkan-Nya kepadaku dan seluruh pasukanku. Maafkanlah, aku tidak dapat mengabulkan keinginanmu.”

Mengetahui respon Abu Ubaidah, Umar menangis dan mengirimkan surat kepada Abu Ubaidah dan memintanya agar memindahkan pasukan ketempat yang tinggi dan mencari udara yang sejuk.

Lain halnya sikap Abu Musa ketika dia ditanya perihal wabah yang sedang menimpa penduduk Syam, “Janganlah orang yang keluar dari tempat ini beranggapan bahwa jika dia bermukim di sini dia akan mati. Dan jangan pula orang yang sudah terjangkit berkata bahwa seandainya dia keluar dari tempat ini dia akan terkena wabah. Jika seorang muslim memiliki prasangka seperti ini maka tak mengapa jika dia keluar dan menjauhi wabah seperti ini.”

Setelah peristiwa tersebut, wabah itu pun hilang.

Begitulah sikap para ulama terhadap wabah yang sedang melanda suatu negeri. Semoga kita selalu dijauhkan dari setiap musibah yang buruk. Wallahu ‘alam.*/Jundi R, mahasiswa Al Azhar

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bumi SyamchinaNegeri Syampenyakittha'unTha'un Amawasulamavirus coconawabah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kembali ke Turats
Tulisan selanjutnya Presiden Gelar Ratas di Halim Terkait Evakuasi WNI dari Wuhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?