Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

WHO: Jangan Percaya Troll dan Teori Konspirasi Coronavirus

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Februari 2020 17:31 5:31 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Februari 2020 17:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa misinformasi membuat penanggulangan wabah coronavirus semakin sulit.

Saya ingin berbicara singkat tentang pentingnya fakta, bukan rasa takut,” kata Dr. Tedros kepada para reporter seperti dikutip BBC hari Sabtu (8/2/2020). “Orang harus memiliki akses kepada informasi yang akurat untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain.”

Dia mengatakan misinformasi seputar coronavirus tipe baru, 2019-nCoV, “menimbulkan kebingungan dan menebarkan rasa takut di kalangan masyarakat umum.”

“Di WHO kami tidak hanya bertarung melawan virus, kami juga bertarung melawan troll dan teori-teori koonspirasi yang merusak upaya kami,” imbuhnya.

“Seperti sebuah kepala berita [koran] Guardian katakan hari ini, ‘Misinformasi tentang coronavirus mungkin yang hal yang paling menular dari virus itu’.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam artikel yang dimuat The Guardian dalam kolom opini, pakar epidemiologi Adam Kucharski berpendapat bahwa cara terbaik untuk memerangi informasi yang salah atau berita bohong seputar coronavirus adalah “memberlakukannya seperti virus yang sesungguhnya”.

Sejumlah informasi dan teori yang tidak benar tentang virus itu menyebar ke seluruh dunia beberapa pekan terakhir.

Contohnya, stasiun televisi Rusia Channel One dalam siaran berita malamnya, dalam satu segmen, si penyiar mengkaitkan virus itu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penyiar mengklaim bahwa dinas-dinas intelijen AS atau perusahaan-perusahaan farmasi berada di balik coronavirus tipe baru itu.

Kemudian ada rekaman video yang menampilkan seorang wanita China memakan sup kelelawar, yang katanya, dia terinfeksi coronavirus. Berbagai laporan menyebutkan rekaman itu dibuat di Wuhan. Padahal kenyatannya, video itu direkam tahun 2016 dan lokasinya di Palau, negeri kepulauan kecil di tengah Samudera Pasifik, bukan di China.

Dr. Tedros mengatakan bahwa virus itu saat ini masih terkonsentrasi di Hubei, dan empat hari terakhir menunjukkan adanya stabililisasi dalam jumlah kasus.

Meskipun demikian, dia mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah virus itu sudah tidak lagi mengganas, sebab wabah ada kalanya tampak mereda sebelum kemudian menyebar lagi dengan lebih cepat.

Pimpinan WHO itu mengatakan perlambatan penyebaran virus ini merupakan kesempatan untuk menaklukkan virus itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:2019-nCoVcoronavirus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Etnis Kazakh dan Dungan Bentrok 10 Nyawa Melayang
Tulisan selanjutnya Militer Prancis Bunuh >30 Militan Muslim di Mali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?