Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Mengoperasikan Iman kepada Taqdir Allah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Maret 2020 19:16 7:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Maret 2020 19:16
Bagikan
[Ilustrasi] Deretan pasien terinfeksi virus corona di ruang isolasi Rumah Sakit Cremona di Italia Utara (05/03/2020).
Bagikan

SEORANG pemuda mendatangiku saat aku keluar untuk sebuah keperluan di teras kamar tamu di sebuah pesantren di Kalimantan Selatan.

Pemuda ini sebenarnya punya pendidikan D II di bidang bahasa Arab. Namun, ia merasa dirinya tak berarti kala menyadari dirinya tak bisa berangkat studi ke Timur Tengah.

“Bukan tidak lulus, Bang,” ucapnya menegaskan kepadaku.

“Aku tidak bisa ke Mesir karena tidak ada biaya. Padahal saat itu proposal telah kusampaikan pada pemerintah, sudah disetujui. Tapi qadarullah, pencairannya justru saat tenggat waktu berangkat telah berlalu. Bahkan saat kucoba untuk mengambil, tiba-tiba ada musibah bencana alam, sehingga dikabarkan kepadaku, dana itu teralihkan untuk membantu korban bencana,” tuturnya dengan suara yang berat.

Pemuda ini pun tertunduk dan seakan-akan pikirannya melayang andai bisa memutar keadaan, pastilah kini ia sudah di Timur Tengah.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Menyaksikan itu, aku menghela napas panjang. Lalu kukatakan kepadanya, “Banyak orang Islam tahu rukun iman, utamanya iman kepada taqdir baik dan taqdir buruk. Ya, banyak yang tahu. Tetapi tidak mengerti bagaimana mengoperasikan iman kepada taqdir itu sendiri,” uraiku yang menjadikan wajah sang pemuda sedikit terangkat.

“Akibatnya kala tiba ketetapan Allah yang tidak sesuai keinginan hati, diri merasa menyesal, merasa bersalah, bahkan lebih jauh merasa tidak lagi berarti. Padahal, perasaan itu muncul boleh karena kita khawatir dengan pandangan orang. Ah, tidak hebat kalau bukan lulusan Timur Tengah. Ah, tidak berarti kalau lulusan universitas di Indonesia,” sambungku yang membuat sang pemuda buru-buru menyahut. “Betul, betul, Bang,” timpalnya.

Allah Maha Baik

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)

Betapa banyak orang merasa hidupnya tak berarti hanya karena pikirannya terhadap apa yang dialami bertentangan. Padahal, betapa banyak orang akhirnya mengerti bahwa apa yang dahulu disesali, dibenci, justru menjadi penyelamat di masa kemudian.

Asbabun nuzul ayat di atas memang berkaitan dengan konteks sikap orang yang enggan pergi jihad ke medan perang. Akan tetapi pada ayat “Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia sangat buruk bagimu,” bermakna umum.

Ibn Katsir mengatakan, “Bisa saja seseorang menyukai sesuatu, padahal sesuatu itu tidak mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan baginya.”

Seperti kita ketahui, Nabi Muhammad adalah orang yang sejak kecil telah mengalami beragam kesulitan. Namun, karena optimisme, keyakinan, yang dibuktikan dengan konsisten membangun karakter pribadi yang jujur, beliau mampu hadir sebagai manusia yang mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Ta’ala.

Jadi, situasi sulit, atau tidak sesuai dengan harapan yang disikapi dengan keyakinan baik kepada Allah, disertai langkah-langkah positif dalam mengisi kehidupan, pada akhirnya akan memberikan banyak kebahagiaan secara nyata.

Seorang dai yang bertugas di Papua pernah bertutur, “Saat saya tugas merintis cabang ke Maluku dan Papua, pesan dari pembimbingku sangat sederhana. Nak, kamu berangkat tugas jauh, mengarungi lautan yang luas. Tapi percayalah, Nak. Seluas laut yang kau seberangi, seluas itulah ujian, tantangan, dan kenikmatan yang akan engkau terima dari Allah Ta’ala. Itulah yang membuatku yakin, terus bergerak. Alhamdulillah sampai saat ini.”

Oleh karena itu, jangan sekali-kali berprasangka buruk kepada Allah atas hal yang tidak kita harapkan terjadi dan menimpa hidup kita. Justru sebaliknya, kita harus bersyukur. Sebab, setiap kesulitan yang disikapi secara tepat dalam pandangan iman, pastilah akan menjadi wasilah kebaikan di masa yang akan datang.

Dalam kitab Al-Hikam, Ibn Athaillah berkata, “Barangsiapa mengira kelembutan Allah itu terlepas dari taqdir-Nya, maka itu karena kedangkalan pandangannya.”

Maksudnya adalah akal pikiran kita terhalang dari menyaksikan hadirnya karunia Allah dalam setiap musibah atau hal yang tidak kita inginkan. Padahal, tidaklah sebuah keadaan buruk menimpa seseorang melainkan Allah sediakan limpahan nikmat dan karunia pada sisi lain dan dimasa yang akan datang.

Di sini, iman memang harus bisa “bekerja” secara aktif agar lika-liku kehidupan tak mengguncangkan hati dan pikiran kita. Untuk itu, penting sekali terus mengenal Allah sebagai yang Maha Membuat Keputusan, yang berarti Allah Maha Berkehendak yang itu bisa terjadi melalui dan atau tanpa sebab.

Al-Kindi mengatakan, “Pengetahuan tentang sebab lebih mulia daripada pengetahuan tentang akibat, sebab kita bisa memiliki pengetahuan lengkap tentang segala sesuatu yang bisa diketahui hanya ketika kita memperoleh pengetahuan penuh atas sebabnya.”

Artinya, kalau kita yakin, percaya sepenuh hati apa yang kita alami adalah dari Allah, maka reaksi atau pun respons yang akan kita berikan terhadap apapun adalah yang selalu mampu dan pasti menguatkan iman, mengokohkan rasa percaya diri dalam amal shaleh, dan tidak melakukan apapun kecuali kemaslahatan. Bukan yang sebaliknya, membuat loyo, lesu, tak bergairah dan putus asa, apalagi sampai (mohon maaf) menilai seakan-akan Allah salah dalam memberi keputusan dalam hidup ini. Allahu a’lam.* Imam Nawawi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Imanmusibahtakdirtaqdirujian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Istiqamah Menyambut Ramadhan Meski Wabah ‘Mengancam’
Tulisan selanjutnya Ketua Muhammadiyah: Pemerintah Benar-benar Terjepit Hadapi Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?