Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Early Warning System dari Alam

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 26 Maret 2020 21:12 9:12 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 26 Maret 2020 21:12
Bagikan
Bagikan

Oleh: Budi Handrianto

 

Hidayatullah.com | Istilah agriculture  (pertanian) di dunia Barat sudah mulai jarang terdengar. Demikian pula di sini. Yang sering kita dapati sekarang adalah kata agribusiness.

Padahal, kata doktor Adi Setia, agriculture  adalah kultur, suatu cara hidup saling menghargai, timbal balik komunal dan kooperatif, hubungan timbal balik antara manusia dengan alam yang keduanya saling memberi dan menjaga.

Sedangkan istilah agribisnis lebih menitikberatkan pada persaingan (competitivenes) sistem yang memaksimalkan keuntungan dan menekan biaya serta menjadikan petani/penduduk lokal yang dahulu mandiri menjadi buruh upahan di tanah sendiri. Kehidupan sosial yang kooperatif pun berganti menjadi kompetitif tanpa nurani.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Di dunia perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit, hubungan timbal balik antara alam dengan perilaku manusia masih bisa kita dapati. Bahkan fenomena alam bisa menjadi Early Warning System/EWS atau Sistem Peringatan Dini bagi manusia.

Sudah menjadi pengetahuan umum jika kebun mengalami serangan hama yang sifatnya masal dan massif (outbreak), biasanya ada “sesuatu” pada kelakuan manusianya di situ. Para praktisi perkebunan saya kira tahu masalah ini.

Saya pernah mengalami kejadian ini ketika bekerja di sebuah perusahaan sawit. Ada satu kebun terkena serangan ulat api (setothosea asigna) yang menghabiskan lebih dari 3000 hektar pohon sawit. Berbulan-bulan penanganannya tidak kunjung berhasil. Padahal pada divisi kami yang menangani masalah HPT (Hama dan Penyakit Tanaman) di kantor terdapat profesor dan pakar yang berasal dari IPB.

Tak lama ada isu tidak sedap beredar bahwa di kebun tersebut ada praktek-praktek kotor yang menimpa integritas para pimpinan di kebun itu. Secara bersamaan, masuklah auditor internal memeriksa.

Dan benar, akhirnya terkuak, ternyata ada pencurian besar-besaran terhadap buah sawit oleh pimpinan kebun itu sendiri dan uangnya dipakai untuk pesta narkoba beberapa petinggi di sana. Setelah kasus pencurian dan narkoba dibereskan, serangan ulat api –believe it or not, berhenti (terkendali).

Beberapa tahun lalu, di tempat saya bekerja berikutnya, masih perkebunan sawit juga, terkena serangan ulat kantong (metisa plana) yang meskipun tidak masif tapi tidak kunjung bisa diselesaikan oleh tim agronomi di lapangan. Suatu ketika, setelah 4 bulan berlalu, saya bertemu manajer agronomi dan saya tanyakan perkembangannya.

Yang mengherankan adalah jawaban dia (manajer agronomi) atas pertanyaan saya, mengapa masalah ini tidak selesai-selesai. Jawabnya, “Wis, pak. Wis tak kawinke. (Sudah pak, sudah saya kawinin).

“Lho, ditanya pengendalian ulat kantong kok jawabannya soal kawin mengawin. Ternyata sumber masalahnya mulai tampak. Ada perselingkuhan terjadi di kebun itu dan pelakunya sudah dipanggil, disidang, dinasihati dan akhirnya keduanya dinikahkan. Boleh percaya boleh tidak, serangan hama ulat api itu tidak muncul lagi kecuali dalam skala terkendali.

Akhirnya, sebagai pimpinan HRD saya selalu mengkaitkan jika ada serangan hama yang sifatnya massif yang menimpa perkebunan kami, apakah itu berupa ulat, serangan tikus, landak, dan sebagainya, biasanya ada apa-apa di sana. Dan pengalaman saya ini beberapa kali terbukti. Senior saya yang lebih lama tinggal di kebun malah berani mengatakan PASTI ada sesuatu.

Dalam penanganan HPT terdapat namanya Early Warning System (EWS), yaitu sistem peringatan dini pada pengendalian hama terpadu pada suatu tanaman. EWS pada dasarnya adalah melakukan pengamatan yang dilakukan setiap waktu secara rutin untuk mengetahui apakah ada serangan hama penyakit atau tidak. Data tersebut sebagai referensi apakah perlu segera dilakukan tindakan preventif (pencegahan) atau tidak.

Pengendaliannya (untuk ulat/kepompong) dapat dengan dikutip atau di- fogging (pengasapan). Tapi apabila serangan bersifat tiba-tiba dan masif, atau penanganan sudah dilakukan tapi kok tidak menunjukkan hasil, sepatutnya kita perlu introspeksi diri. Mungkin Allah sedang memberikan EWS kepada orang-orang yang berada di kebun tersebut.

Alam -sebagaimana juga Al-Quran, juga termasuk ayat-ayat Allah. Jika ada tingkah laku kita yang menyalahi aturan-Nya, alam pun bereaksi. Alam, jangan disangka sekedar benda mati.

Dalam kategori ilmu fisika, batu termasuk benda mati. Tapi menurut al-Quran, semua yang di alam raya, termasuk bumi dan seiisinya, bertasbih kepada Allah. Hanya kita tidak tahu bagaimana mereka bertasbih. Allah berfirman, “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (QS: Al Israa’: 44)

Kalau ada bencana alam atau wabah penyakit seperti yang sekarang tengah dirasakan hampir seluruh warga dunia, patut rasanya kita melakukan instropeksi diri. Virus corona memang bukan benda mati, tapi mereka tidak punya kehendak (iradah). Pasti ada sesuatu yang menggerakkan mereka menjalar dari satu tempat ke tempat lain.

Beberapa orang meninggal, beberapa orang dinyatakan positif, beberapa orang menjadi pasien yang dalam pengawasan. Kegiatan seakan terhenti karena semua harus melakukan social distancing atau lockdown.

Sebuah video menunjukkan kota-kota besar di dunia sepi di tempat-tempat umum. Dunia seperti terhenti. Ini semua, yang disebabkan oleh virus corona (COVID-19), bukan tanpa maksud dari Sang Pencipta virus. Ini adalah bentuk komunikasi Allah pada kita, jika kita mau memperhatikan ayat-ayat-Nya.

Maka, sebagai manusia yang dibekali akal, kita mestinya sadar dan introspeksi diri. Apa maksud dari Allah mengirimkan virus-virus ini kepada manusia.

Dalam ajaran agama kita, musibah atau bencana bisa bermakna azab, ujian atau cobaan. Tapi apapun itu namanya, tujuannya supaya kita makin mendekatkan diri kepada Tuhan. Itulah ujiannya. Kalau kita diuji tidak lulus, ya seperti siswa atau mahasiswa, kita harus mengulang, mengikuti ujian kembali nantinya. Naudzu billah min dzalik.

Ikhtiyar tetap kita lakukan secara maksimal. Namun, solusi integral adalah kembali kepada Tuhan. Kembali kepada siapa yang mengutus virus-virus itu agar Ia menyudahinya. Kembalilah kepada Allah. Kembalilah kepada ajaran Islam penuh rahmah. Laksanakan perintah-Nya yang selama ini kita abaikan dan tinggalkan maksiat. Peristiwa ini adalah Warning System (sudah bukan early lagi) dari Allah. Afalaa ta’qilun. Afalaa tadzakkarun. Afalaa tadzabbarun. Mengapa kalian tidak berpikir.*

Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Early Warning SystemEWSSistem Peringatan Dini
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Kemenkes-RS Wajib Atur Shift Nakes Muslim Agar Bisa Shalat
Tulisan selanjutnya Mengambil Hikmah dari Perpindahan Kiblat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?