Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Akankan dengan Lockdown Ini Ramadhan Kita Berakhir Redup?

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 1 April 2020 07:32 7:32 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 1 April 2020 09:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhammad Syafii Kudo

 

Hidayatullah.com | TAGAR #dirumahsaja nampaknya kini sudah menjadi slogan nasional di seluruh Indonesia. Anjuran agar masyarakat berada di rumah saja yang digaungkan oleh Pemerintah sejalan dengan kebijakan yang diambil berupa social distancing (menjaga jarak sosial) dan physical distancing (menjaga jarak fisik dengan orang lain, 1-2 meter) dalam menghadapi Covid 19.

Pemerintah dengan tegas mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan  lockdown  atau karantina secara total di seluruh wilayah NKRI. Karena alasan bisa mengganggu ekonomi rakyat Indonesia yang mayoritas merupakan kelas menengah ke bawah yang mana penghasilan mereka didominasi oleh penghasilan harian.

Kebijakan karantina wilayah (lockdown) hanya di lakukan di wilayah-wilayah yang dianggap sebagai zona merah pandemi Covid 19. (Jawa Pos, 29 Maret 2020). Apapun kebijakan yang diambil Pemerintah sebagai Ulil Amri patut diapresiasi dengan tetap memberikan kritik yang membangun.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Pemerintah kini masih mengkampanyekan gerakan jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, pakai masker, pakai hand sanitizer, dan desinfektasi di berbagai tempat, dan tidak lupa yang utama yakni agar masyarakat di rumah saja. Ajakan agar berada di rumah saja ini sebenarnya ada sisi positif dan negatifnya.

Sisi positifnya adalah gerakan ini membuat orang-orang “dipaksa” kembali ke rumah yang merupakan ekosistem dan habitat pertama tiap manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ingat, ada adagium terkenal Baiti Jannati yang bermakna Rumahku Surgaku. Dan kini saat ada ajakan nasional agar di rumah saja, merupakan waktu yang tepat bagi tiap keluarga Indonesia untuk memugar kembali Surga mereka yang ada di rumah.

Ketika manusia digiring pulang ke rumah dan jalanan dikosongkan oleh Pemerintah akibat Covid 19, ambil hikmahnya. Mungkin kita bisa merajut kembali kehangatan keluarga yang perlahan mulai dingin.

Ketika mal, warkop, dan sekolah ditutup demi menghindarkan kerumunan manusia, bisa jadi Allah ingin agar keluarga Indonesia bisa merasakan kembali suasana “masa lalu” pendahulu mereka yang terkenal dengan pepatah makan gak makan asal kumpul. Di saat warung kopi dan tempat kongkow ditutup, seorang ayah bisa menikmati ngopi atau ngeteh bareng anak istrinya di rumah sembari bercengkarama.

Selagi sekolah dipindah kegiatannya ke dalam rumah, maka bisa jadi Allah berkehendak “menghidupkan” kembali instrumen pendidikan paling utama bagi tiap anak yakni Ibu, sebab kata Rasulullah ﷺ, “Al Umm Madrasatul Ula“, seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Jadi di balik setiap musibah tentu ada hikmah besar yang sudah disisipkan oleh Allah sekaligus. Sebab Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini saling berpasang-pasangan.

Sesulit apapun kondisi pasti Allah sudah sediakan jalan keluarnya. Kita bisa lihat di saat kondisi karantina wilayah yang mengharuskan masyarakat berada di rumah dan tidak bisa membeli barang kebutuhan mereka ternyata Allah sediakan kecanggihan zaman berupa kemudahan jasa pemesanan barang secara daring yang kini seluruh operatornya mayoritas menggratiskan ongkos kirim bagi produk mereka.

Dan belum lagi ditambah makin maraknya aksi kesetiakawanan masyarakat yang menggalang donasi untuk disalurkan kepada warga kurang mampu yang harus berada di rumah saja akibat terkena dampak karantina wilayah. Lalu di saat tugas sekolah dipindah ke rumah, Allah sudah sediakan kemudahan zaman berupa media daring yang mana kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan lewat sistem daring.

Muhasabah Kesombongan

Tentu masih banyak hikmah yang bisa kita gali dari pandemi global Covid 19 ini. Dan hikmah terbesar yang bisa kita ambil dari wabah Covid 19 ini adalah fakta bahwa kita ini sangat kecil di depan ke-Maha Besar-an Allah Swt.

Terlepas apakah wabah ini akibat dari ulah jahat manusia atau bukan, yang jelas bakteri atau virus tak kasat mata ini ternyata sudah mampu menundukkan kesombongan manusia di seluruh dunia.

Sifat khas virus Covid 19 yang random dalam memilih korbannya ini mengingatkan kita kepada Sabda Rasulullah ﷺmengenainya.

ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻬﺎ ﺯﻭﺝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻟﺖ ﺳﺄﻟﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻦ اﻟﻄﺎﻋﻮﻥ ﻓﺄﺧﺒﺮﻧﻲ ﺃﻧﻪ ﻋﺬاﺏ ﻳﺒﻌﺜﻪ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻳﺸﺎء ﻭﺃﻥ اﻟﻠﻪ ﺟﻌﻠﻪ ﺭﺣﻤﺔ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﻳﻘﻊ اﻟﻄﺎﻋﻮﻥ ﻓﻴﻤﻜﺚ ﻓﻲ ﺑﻠﺪﻩ ﺻﺎﺑﺮا محتسبا ﻳﻌﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺼﻴﺒﻪ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻛﺘﺐ اﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺇﻻ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻣﺜﻞ ﺃﺟﺮ ﺷﻬﻴﺪ.

“Sayyidah Aisyah Ra bertanya pada Nabi Muhammad ﷺtentang tha’un. Nabi Muhammad ﷺ menceritakan bahwa sesungguhnya tha’un itu merupakan adzab yang dikirim Allah Swt pada siapa yang dikehendaki, dan Allah menjadikannya rahmat bagi orang-orang mukmin. Tidaklah seseorang tertimpa tha’un, lalu berdiam di tempat dengan sabar, mengisolasi diri, mengerti tidak ada yang mengenainya selain apa yang telah ditetapkan Allah padanya, kecuali baginya ada pahala seperti mati syahid.” (HR: Bukhari: 4/213, no: 3287).

Covid 19 ini menimpa kepada siapa saja yang dikehendaki oleh Allah Swt. Jika hari ini kita lihat Ratu Elizabeth, Pangeran Charles, PM Inggris Boris Johnson, dan beberapa pesohor dunia yang lain terkena Covid 19 maka dalam pandangan akidah Islam hal itu adalah azab bagi mereka.

Dan ketika menimpa orang-orang yang beriman kepada Allah Swt entah itu menteri, raja, anggota DPR, hingga rakyat kecil maka dalam akidah Islam itu dianggap sebagai rahmat bagi mereka. Dan jika mereka bersabar sembari melakukan karantina pribadi lalu Allah mewafatkan mereka, maka itu adalah kesyahidan bagi mereka.

Tentu kita tidak menafikan pula sisi negatif dari gerakan agar berada di rumah saja yang begitu besar bagi masyarakat, terutama bagi umat Islam. Sebab bagi umat Islam memang ada kegiatan yang harus dikerjakan di luar rumah, yakni mencari nafkah dan juga ibadah.

Karena ada ibadah yang mengharuskan seorang Muslim keluar dari rumahnya seperti umroh dan haji, sholat Jum’at, sholat 5 waktu di masjid, majlis taklim dan banyak lagi agenda keumatan yang semuanya itu kini terpaksa ditunda bahkan ditiadakan akibat kebijakan supaya berada di rumah saja. Dan entah bagaimana dengan Ramadhan tahun ini, akankah semarak tarawih dan tadarus juga terpaksa diredupkan, semua tergantung sampai kapan wabah ini akan tetap berlangsung.

Walhasil sebagai insan beriman kita tentu percaya bahwa tidak ada yang sia-sia dari semua kejadian ini. Ini sesuai dengan firman Allah Swt.

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS: Al Baqarah: 216).

Tugas kita sekarang hanyalah banyak berdoa, bersabar dan berikhtiar semaksimal mungkin sampai Allah mengakhiri semua ini. Wallahu A’lam Bis Showab.*

Santri Kulliyah Dirosah Islamiyah Pandaan Pasuruan

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19karantina wilayahlockdownmenjaga jarak sosialRamadhanvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kasus covid-19 Mengapa Angka Kematian Cepat Meninggi di Spanyol?
Tulisan selanjutnya Inilah Lima Wabah Tha’un dalam Sejarah Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?