Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Kenapa Corona Datang Menjelang Ramadhan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 8 April 2020 11:18 11:18 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 8 April 2020 11:18
Bagikan
Bagikan

Oleh: Naspi Arsyad*

 

“Karena sering sholat dirumah, akhirnya saya tahu kalau anak sulung saya yang kelas VI belum sempurna cara wudhunya”.

“Meski terpaksa, saya harus menjadi imam sholat dirumah. Padahal saya bukan ustadz. Tapi hasilnya, hapalan dan bacaan Qur’an saya semakin baik”.

Kalimat diatas hanyalah penggalan dari testimoni lainnya tentang sensasi ‘lockdown’ dirumah seiring merebaknya virus corona di Indonesia. Meski bukanlah keinginan kita masing-masing, berdiam diri dirumah sebagai bagian dari social distancing juga tidak dapat dihindari.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Hingga tulisan ini dibuat, setidaknya ada 2.738 pasien positif Covid-19 di Tanah Air dengan 221 orang diantaranya meninggal dunia. Mungkin ada yang berkata bahwa angka ini bukanlah angka yang besar untuk Indonesia yang –berdasarkan proyeksi- berpenduduk 271.066.000 jiwa di tahun ini.

Namun perlu diingat, wabah pandemi seperti ini cenderung berperilaku ‘gunung es’, menutupi angka yang sebenarnya dengan grafik yang berpotensi untuk meningkat hingga beberapa waktu kedepan, na’udzu billaahi min dzalik.

Bagi orang beriman, keadaan yang berlaku saat ini akan dikembalikan kepada dua muara utama; bukti kekuasaan Allah dan kelemahan manusia. Mata hati orang beriman akan memunculkan penegasan Allah sebagai cover pertama respon dirinya.

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِياماً وَقُعُوداً وَعَلى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا باطِلاً سُبْحانَكَ فَقِنا عَذابَ النَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Ali Imran:191).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah memberikan pengakuannya:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ.

“Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin itu, karena seluruh perkaranya memberikan kebaikan baginya dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali oleh orang mukmin. Jika diberi sesuatu yang menggembirakan, ia bersyukur, maka hal itu merupakan kebaikan baginya, dan apabila ia ditimpa suatu keburukan (musibah) ia bersabar, maka hal itu juga baik baginya”

Karakter ini bukan berarti meremehkan daya serang virus yang bermula dari negeri tirai bambu, China. Tapi orang beriman juga tidak akan tersandera lalu bersikap pasif, skeptis dan akhirnya menyerah.

Allah telah memberikan imun spesial yang hanya ada pada diri orang beriman, yaitu kemampuan untuk menikmati setiap takdir sehingga tidak merusak keharmonisan hubungannya dengan Allah Ta’ala.

Secara eco-sosial, kebijakan ‘lockdown’ membuat kita menahan diri untuk keluar rumah. Berarti ada potensi penghematan pengeluaran dari biaya makan di restoran, berbelanja di mall, hingga penggunaan bahan bakar.

Pertamina, dalam sebuah keterangan resminya menjelaskan bahwa komsumsi BBM masyarakat mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir, terutama saat physical distancing digalakkan. Sementara kita menyadari bahwa –saat ini- Indonesia juga sedang berjibaku dengan keterbatasan sumber daya energi seperti BBM tersebut.

Bahkan, bagi masyarakat DKI Jakarta, berkurangnya aktifitas ditempat umum ‘memberi berkah’ tersendiri yaitu berkurangnya polusi, tingkat kebisingan kendaraan menurun hingga langit Jakarta yang semakin cerah dan biru. Sebuah pemandangan yang tidak semua mata dapat menyaksikannya.

Dan yang lebih prinsip, meski ‘serangan mendadak’ Corona ini membuat kita ‘terpaksa’ untuk banyak beribadah kepada Allah, tapi iman kita berkata bahwa mungkin ini cara Allah untuk menawarkan kenikmatan berdoa, bersujud dan berserah diri kepada-Nya, yang selama ini tersisihkan oleh kesibukan atau aktifitas harian kita.

Sholat yang selama ini ditunaikan hanya untuk menggugurkan kewajiban, doa yang dipanjatkan tidak dengan sepenuh hati, tawakkal yang setengah-setengah karena merasa punya kemampuan untuk tetap survive, hingga pada skala makro, daerah dan negara yang tidak diproyeksikan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, ter-evaluasi secara automatically dengan hantaman makhluk ‘2019-nCoV’ tersebut.

Kasih Sayang Allah

Disisi lain, orang beriman juga meyakini bahwa suasana tak nyaman ini tidak menafikan keagungan kasih sayang Allah Ta’ala. Dalam hadits Qudsi, Allah memberikan kepastian-Nya “Wahai hamba-hamba-Ku, sungguh Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku….” (HR. Muslim).

Bahkan, suasana ini juga adalah refleksi kasih sayang Allah dengan menetapkan takdir yang dapat meningkatkan kualitas iman serta mengurangi kadar dosa yang telah dilakukan. Rasulullah bersabda:

إذا أحب الله قوما ابتلاهم

“Jika Allah telah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani).

Meski kita juga tetap patut mewaspadainya sebagai teguran atas kekhilafan yang terjadi diantara kita. Allah Ta’ala berfirman:

واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة

“Dan jagalah dirimu dari siksaan yant tidak hanya menimpa orang-orang zhalim saja diantara kalian…” (QS. Al Anfal:25)

Menggali Hikmah

Diantara takdir Allah yang harus diyakini bahwa kemunculan virus corona jelang bulan suci Ramadhan bukanlah sebuah kebetulan semata. Dalam arti kata, ada pesan langit yang harus kita ungkap agar ‘ketok palu’ Allah membumi secara tepat.

Setidaknya, membuat hati kita semakin berharap kepada-Nya, kesombongan diri menjadi hilang, tangan-tangan menengadah tanpa bosan, lisan meminta tiada henti, ibadah terasa lebih nikmat, dan kalau kita dapat larut dalam kesyahduan munajat seperti ini, pertanda bahwa kita telah menjadi pemenang dari bulan suci Ramadhan.

Dan mungkin dengan hasil inilah tanda bahwa kita menikmati kehadiran tamu ‘corona’ ini dengan sajian ‘Ramadhan’ yang mungkin telah lama kita tidak menikmati sensasinya. Allahu a’lam bish-shawab.*


Pengasuh Program Kuliah Da’i Mandiri-Balikpapan

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Meninggal COVID-19 di Seluruh Dunia Tembus 82.000
Tulisan selanjutnya Munculnya Bintang Tsurayya Tanda Diangkatnya Wabah, Benarkah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?