Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Tradisi Ulama di Bulan Ramadhan: Demi Sedekah, Rela Tidak Makan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 3 Mei 2020 02:43 2:43 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 4 Mei 2020 09:35
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com | PUASA, tilawah al-Qur`an, dan sedekah adalah amalan-amalan yang berhubungan erat satu sama lain, lebih-lebih saat bulan Ramadhan. Itulah sebabnya para ulama terdahulu amat memperhatikan amalan ini.

Ibnu Abbas RA berkata, “Rasulullah SAW merupakan manusia paling dermawan dalam kebaikan. Dan kedermawanan Rasulullah paling besar saat bertemu Jibril AS menemuinya. Dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan hingga berakhir. Sedangkan Nabi SAW membaca al-Qur`an kepadanya. Jika Jibril menemuinya, maka ia adalah manusia paling dermawan dalam kebaikan melebihi angin yang dihembuskan.” (Riwayat Bukhari).

Imam Bukhari menyebutkan Hadits tersebut dengan judul “Kedermawanan Rasulullah SAW Paling Besar Saat Ramadhan”.

Ibnu al-Manayyir menjelaskan tentang penyerupaan “angin yang dihembuskan” dengan kedermawanan Rasulullah SAW saat Ramadhan. Maksud penyerupaan tersebut adalah bentuk kasih sayang Allah SWT untuk menurunkan hujan merata yang membawa kebaikan, dimana hal itu menyebabkan hidupnya kembali tanah di bumi, baik yang kering maupun yang basah. Sedangkan kedermawanan Rasulullah dirasakan oleh seluruh manusia, baik yang faqir maupun yang kaya, dan itu lebih lebih merata daripada “angin yang dihembuskan”. (Fath al-Bari, 4/139).

Kedermawanan Rasulullah SAW mencakup segala bentuk kedermawanan, baik dalam masalah ilmu, harta, dan dengan segala jiwanya. Semua itu dilakukan dalam rangka meninggikan dien Allah SWT serta menebarkan hidayah kepada hamba-Nya. Juga menghadirkan kemanfaatan bagi hamba-hamba-Nya melalui berbagai jalan, dengan memberi makan kepada mereka yang lapar, memberi nasihat kepada mereka yang tidak tahu, menunaikan hajat mereka, serta menanggung seluruh beban mereka. (Lathaif al-Ma’arif, hal 306).

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Enam Fadhilah Sedekah

Meningkatkan kedermawan di bulan Ramadhan sangat dianjurkan karena beberapa fadhilah (manfaat). Sayang sekali jika kita melewatkannya begitu saja.

Pertama, keutamaan Ramadhan itu sendiri. Amal shaleh yang dikerjakan di bulan suci akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Kedua, termasuk bagian dari membantu orang-orang yang berpuasa. Jika melakukan hal itu, maka seorang hamba akan mendapatkan pahala seperti para pelaku kebaikan.

Ketiga, menggabungkan antara puasa dengan sedekah. Barangsiapa melakukan hal itu, maka Allah SWT memberi balasan surga.

Keempat, menggabungkan antara puasa dan sedekah adalah cara yang paling ampuh dalam menghapus dosa.

Kelima, sedekah menutupi kekurangan yang ada dalam puasa. Ketika puasa yang dilakukan tidak sempurna karena amalan-amalan buruk yang dikerjakan oleh seorang hamba, maka sedekah bisa menutupinya.

Keenam, salah satu hikmah puasa adalah merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang kekurangan. Dengan demikian seorang memiliki empati kepada orang-orang miskin, sehingga ia lebih mudah untuk bersedekah. (Lathaif al-Ma’arif, hal 314).

Begitu besarnya perhatian kalangan ulama terdahulu terhadap amalan sedekah di bulan Ramadhan. Bahkan mereka kerapkali harus mengalah dan mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri.

Ada kisah seorang yang shaleh dari kaum terdahulu. Kala itu ia sedang berpuasa dan sangat ingin menikmati makanan ketika berbuka. Ia pun menyiapkan makanan.

Saat tiba waktu berbuka, datanglah seorang pengemis yang meminta-minta seraya berkata, “Siapa yang hendak menghitungi Yang Maha Pemberi, Maha Menepati, dan Maha Kaya?”

Akhirnya orang shaleh itu pun menyahut, “Hamba-Nya yang miskin akan kebaikan.”

Lalu ia pun keluar dengan membawa piringnya menuju kepada si peminta. Malam itu, orang shaleh akhirnya tertidur dalam keadaan lapar.

Hal serupa dilakukan oleh Imam Ahmad. Ketika itu ia tengah menyiapkan dua potong roti untuk berbuka puasa. Datanglah peminta-minta. Akhirnya dua potong  roti yang telah siap disantap itu pun diberikan. Akibatnya, Imam Ahmad tidak bisa berbuka dengan menyantap roti, hingga paginya berpuasa.

Imam Hasan al-Bashri juga pernah melakukannya. Ia memberikan makanan kepada para sahabatnya padahal ia sendiri dalam keadaan puasa sunnah. Saat itu Imam Hasan al-Bashri ikut duduk bersama para sahabatnya demi memberikan kenyamanan bagi mereka, sedangkan mereka menikmati hidangan makanan.

Sedangkan Ibnu Mubarak ketika dalam keadaan safar, tak menghalanginya untuk memberikan makanan kepada para sahabatnya dengan berbagai macam hidangan. Padahal saat itu ia sedang berpuasa.

Ketika Ibnu Umar berpuasa, ia tidak berbuka kecuali dengan para fuqara. Jika keluarganya tidak menghendaki demikian, maka ia memilih tidak makan malam.

Jika datang peminta-minta, sedangkan ia ada di meja makan bersama keluarganya, maka ia pun membawa bagiannya ke luar untuk diberikan kepada peminta itu. Apa yang tersisa di meja makan kemudian dimakan semua oleh keluarganya, hingga akhirnya keesokan hari Ibnu Umar berpuasa dalam keadaan belum makan. (Lathaif al-Ma’arif, hal 314).* Thoriq

===============

*Tulisan Tradisi Ulama di Bulan Ramadhan adalah tulisan berseri hidayatullah.com yang pernah dimuat di rubrik Ihwal Majalah Suara Hidayatullah edisi Juni tahun 2017. Tulisan ini merangkum bagaimana orang-orang shaleh dari generasi awal bersungguh-sungguh dalam melakukan sunnah Nabi ﷺ. Amalan itu antara lain tilawah al-Qur`an, qiyam, serta sedekah.

Nah, bagaimana generasi salafush-shaleh melaksanakan tiga amalan itu? Seri tulisan ini akan menggambarkan jerih payah orang-orang pilihan guna menyerap energi ruhani secara maksimal di bulan Ramadhan. Ikuti terus seri tulisan ini dan selamat membaca!

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anamalRamadhansalafshadaqohtahajudtarawihTradisi Ulamaulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BAZNAS: Berdayakan Petani, Hindari Petaka Ganda Pandemi
Tulisan selanjutnya Dikira Wafat Presiden Eritrea Terbang ke Ethiopia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?