Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

UEA Mengutuk Intervensi Militer Turki yang Mendukung Pemerintah Libya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 3 Mei 2020 04:50 4:50 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 3 Mei 2020 08:00
Bagikan
Pangeran Mahkota UEA Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan dan Jenderal Khalifa Haftar
Bagikan

Hidayatullah.com-Uni Emirat Arab dengan tegas menolak intervensi militer Turki untuk Pemerintah Libya. Dukungan Turki terhadap Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB dan secara internasional dianggap menghambat peluang gencatan senjata dan menghalangi solusi perang saudara di Libya, demikian laporan Middle East Monitor, Jum’at (1/5/2020).

Sementara dalam satu pernyataan yang sama Kementrian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA memuji kelompok Jendaral Haftar. Sebelumnya Jendral Haftar mendeklarasikan kekuasaannya untuk memerintah negara tersebut pada hari Senin (27/4/2020), deklarasi ini dianggap upaya kudeta oleh Pemerintah sah Libya.

Pasukan Haftar yang didukung beberapa negara seperti UEA, Mesir, Perancis dan tentara bayaran Rusia telah berkali-kali menyerang Ibu Kota Tripoli untuk merebutnya. Namun pemerintah Libya di Ibu Kota berhasil mempertahankan diri dan memukul mundur pasukan Haftar, bahkan lewat bantuan militer Turki Pasukan pemerintah Libya berhasil merebut kembali daerah yang dikuasai pasukan Haftar.

UEA terus mendukung Haftar dalam perangnya melawan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA). Namun UEA tidak mengomentari deklarasi Haftar sebagai penguasa tertinggi Libya dan menolak perjanjian 2015 yang mengarah pada pembentukan melawan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA).

Dalam pernyataan itu juga UEA mengatak mereka mendukung solusi politik yang didasarkan pada  konferensi Berlin dan menyerukan “semua pihak untuk berkomitmen pada proses politik di bawah pengawasan PBB”.*

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HaftarLibyaTurkiUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trump Ancam Tarik Pasukan Dari Arab Saudi Untuk Potong Produksi Minyak
Tulisan selanjutnya Hadapi Pandemi, Belanja di Warung Madani Pakai Aplikasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?