Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Allah Berbuat Menurut Kehendak-Nya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 9 Mei 2020 10:43 10:43 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 9 Mei 2020 10:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | HARI  Kehancuran, atau Yawm an-Nakhbah, hari di mana bangsa Palestina diusir dari tanah airnya sendiri oleh Zionis Yahudi. Hari itu, 15 Mei 1948, atau 72 tahun yang lalu, lebih dari 700 ribu warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka, pergi ke daerah-daerah perbatasan dan negara-negara tetangga.

Sebulan sebelumnya, tak kurang dari 600 penduduk Palestina yang tinggal di Kota Deir Yassin telah diarak di jalan-jalan kota itu, lalu dibantai secara kejam oleh Zionis Yahudi. Setelah itu, pembantaian demi pembantaian terus berlangsung, merambat dari satu kota ke kota yang lain di Palestina.

Lalu, sehari sebelum Hari Kehancuran, tepatnya 14 Mei 1948, zionis Israel memproklamirkan kemerdekaan di atas tanah Palestina yang mereka rebut. Ini bertepatan dengan undur dirinya Inggris sebagai pemegang Mandat Britania atas tanah Palestina.

Maka, pada Hari Kehancuran itu, berduyun-duyun warga Palestina terpaksa meninggalkan tanah airnya,  meninggalkan rumah-rumahnya, meninggalkan tanah yang mereka garap. Hingga kini, kampung halaman mereka tak kunjung terbebaskan. Data dari otoritas Palestina menyebutkan sekitar 80 persen rakyat Palestina terpaksa hidup di luar Palestina. Palestina adalah satu-satunya negara peserta konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang sampai saat ini belum merdeka .

Kisah-kisah pilu seperti ini adalah kehendak Allah Taala. Bagi orang-orang yang beriman, kisah-kisah seperti ini tak menjadikannya ragu tentang kekuasaan Allah Taala. Sebab, bagi manusia, tentu amat sulit mengubah keadaan tersebut. Namun, bagi Allah Taala, sangat mudah. Bila Dia berkehendak, maka jadilah kehendak itu.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Di dalam al-Quran:

تِلْكَ ٱلرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ ٱللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَٰتٍ ۚ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدْنَٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلَ ٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ وَلَٰكِنِ ٱخْتَلَفُوا۟ فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ وَمِنْهُم مَّن كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلُوا۟ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

“… Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka (para Nabi dan Rasul) tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.” (Surat Al-Baqarah [2]: 253)

Allah Ta’ala tidak akan pernah membutuhkan manusia untuk mengubah kehendak-Nya. Namun, kitalah yang membutuhkan kehendak-kehendak-Nya untuk memantapkan posisi kita antara yang haq dan yang bathil, antara berjuang di jalan Allah Ta’ala atau berjuang di jalan thaghut.

Kisah semut dan cicak saat Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namruj telah menjadi pelajaran berharga buat kita bahwa apa yang kita lakukan, meskipun amat kecil pengaruhnya, akan diganjar kebaikan oleh Allah Ta’ala, asalkan posisi kita jelas, tidak abu-abu. Semut telah berusaha memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim dengan segala keterbatasannya, sedang cicak justru meniup-niup api supaya membesar.

Mei tahun ini, telah 72 tahun Palestina dijajah. Jangan tanyakan kapan ini akan berakhir, karena Allah Ta’ala yang akan menurunkan kehendak-Nya. Tapi tanyakanlah di mana kita saat Bangsa Palestina berjuang mati-matian mengusir penjajah Israel dari tanah mereka. Mari segera ambil bagian, meskipun kemampuan kita tak seberapa! *

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinayahudiYawm an-Nakhbah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah: Butuh Puluhan Triliun Rupiah untuk Penyaluran Vaksin Covid-19
Tulisan selanjutnya Hubungan Ustadz A. Hassan dan Syekh Ahmad Soorkati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?