Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Enam Syarat Puasa ‘Orang-orang Khusus’ menurut Imam Al-Ghozali

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 13 Mei 2020 14:54 2:54 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 13 Mei 2020 16:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SECARA umum rata-rata kita memahami puasa sebagai ibadah yang dikerjakan dengan cara menahan diri dari makan dan minum. Meskipun jika dirincikan lagi kita akan menemukan hakikat puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dimulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari, dengan niat tertentu.

Adapun hal-hal yang membatalkan puasa, ulama sudah menjelaskan ada sebelas hal yaitu; memasukkan segala sesuatu ke dalam rongga tubuh melalui hidung, mulut, telinga, kemaluan atau dubur. Muntah dengan sengaja, menggauli lawan jenis, mengeluarkan mani, gila, pingsan, mabuk, murtad. Munculnya haidh, nifas dan wiladah.

Nah, definisi dan batasan-batasan yang disebutkan di atas adalah puasa level umum dan menurut Imam al-Ghozali ada level puasa yang lebih tinggi lagi yaitu puasanya orang-orang khusus. Shoum al-khusus, bahasa beliau.

Puasa ini, menurut Imam Al-Ghozali, selain menuntut kita mengerjakan persyaratan dan ketentuan-ketentuan puasa level umum, ia juga mensyaratkan enam hal.

Pertama, puasa mata dari melihat hal-hal yang diharamkan. Termasuk melihat hal-hal yang melalaikan kita mengingat Allah ta’ala. Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah iblis, barang siapa yang meninggalkannya karena takut pada Allah maka Allah akan berikan ia keimanan yang ia rasakan manisnya di hatinya.” (HR. Al-Hakim)

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Kedua, puasa lisan dari berkata-kata yang diharamkan seperti: ghibah, adu domba, berbohong, kata-kata yang tidak berfaedah, dst. Diriwayatkan dari Mujahid bahwa beliau berkata, “Dua hal yang merusak puasa: ghibah dan bohong.”

Ketiga, puasa telinga dari mendengar segala yang diharamkan. Segala yang diharamkan untuk diucapkan itulah juga yang diharamkan untuk didengar. Dirowayatkan bahwa Rasulullah ﷺ melarang ghibah dan juga melarang mendengarkannya.

Keempat, puasa anggota tubuh lainnya, seperti tangan, kaki dari melakukan hal yang diharamkan. Puasa perut dari memakan makanan yang tidak jelas halal-haramnya, apalagi yang jelas-jelas haram. Rasulullah ﷺ bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus.” Dikatakan: mereka adalah orang-orang yang tidak menjaga tubuhnya dari perbuatan dosa.”

Kelima, menyedikitkan makan ketika berbuka. Karena maksud dari puasa adalah melemahkan kekuatan atau syahwat yang merupakan media syaitan untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Juga agar ringan untuk melaksanakan tahajjud atau pun membaca wirid. Namun jika jatah makan kita sama, atau bahkan, lebih banyak dari pada hari tidak berpuasa lantas apa bedanya?

Keenam, hatinya merasakan perasaan yang bercampur-aduk antara cemas dan harap, khouf dan roja’, setiap kali berbuka. Perasaan cemas karena sebuah pertanyaan, “Apakah puasaku diterima sehingga aku termasuk hamba-hamba pilihan-Nya? Ataukah puasaku tertolak sehingga aku termasuk hamba merugi yang mendapat murka-Nya?”. Lalu muncul lah pengharapan agar Allah ta’ala berkenan menerima segala ibadahnya.

Dikisahkan suatu ketika Hasan al-Bashri melewati sekelompok orang yang sedang tertawa-tawa. Lantas beliau berkata, “Sesungguhnya Allah azza wajalla menjadikan bulan Ramadhan sebagai ladang kenikmatan yang tertimbun untuk segenap makhluk-Nya. Mereka berlomba-lomba malakukan ketaatan di dalamnya, sebagian berada melesat di depan dan menang, sebagian lain tertinggal dan kalah. Maka sungguh aneh orang-orang yang sempat tertawa dan bermain-main di hari dimana orang yang melesat di depan menang dan orang yang tertinggal di belakang kalah nan merugi.”

Imam Ghozali melanjutkan, “Sungguh demi Allah, kalaulah tirai rahasia Allah dibukakan, tentulah orang yang mengerjakan kebaikan akan sibuk dengan kebaikannya dan orang yang mengerjakan keburukan akan sibuk dengan keburukannya. Adapun orang yang mengerjakan kebaikan ia akan berbahagia setengah mati menyaksikan amal baiknya diterima Allah sehingga tak terfikir untuk bermain-main, sedangkan orang yang mengerjakan keburukan ia akan bersedih hingga tak sempat lagi untuk tertawa!”

Inilah enam syarat puasa orang-orang khusus menurut Imam Al-Ghozali. Kita patut berbahagia jika keenam hal tadi dapat kita laksanakan, karena itu artinya level penghambaan kita kepada Allah ta’ala semakin meningkat dari level ‘ala kadarnya’ menjadi level ‘memberi lebih dari yang diminta’. Mari gunakan kesempatan bulan Ramadhan kali ini untuk meningkatkan level ibadah-ibadah kita yang selama ini mungkin tidak patut dipersembahkan kepada-Nya. */Auliya El Haq

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Imam GhozaliPuasaPuasa KhususRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PosDai Gelar Wisuda dan Penugasan Sekolah Dai Angkatan V
Tulisan selanjutnya Menag Berpesan Jangan Tinggalkan Shalat Id Meski di Tengah Pandemi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?