Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Angka Bunuh Diri di Jepang Turun Semasa Pandemi Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Mei 2020 19:43 7:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Mei 2020 19:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Angka bunuh diri di Jepang turun 20% pada bulan April tahun ini, di tengah pandemi Covid-19, dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Penurunan itu yang terbesar selama kurun lima tahun terakhir. Padahal, selama pandemi muncul kekhawatiran tentang stres yang semakin membebani pikiran warga Jepang dan banyak layanan bantuan dan konsultasi bagi orang yang rawan bunuh diri tidak beroperasi maksimal karena kekurangan staf.

Selama pembatasan aktivitas demi meredam penyebaran Covid-9, orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga, orang yang pulang-pergi bekerja berkurang dan penundaan masa pembelajaran di sekolah diduga sebagai faktor pendukung penurunan angka bunuh diri di negeri sakura itu.

Pada bulan April tahun ini tercatat 1.455 orang merenggut nyawanya sendiri di Jepang, lebih rendah 395 dibanding April 2019. 

Bunuh diri kurvanya cenderung menurun di Jepang sejak mencapai puncaknya pada tahun 2003 ketika tercatat lebih dari 34.000 orang mengakhiri hidupnya sendiri. Tahun lalu tercatat hanya 20.000 kasus bunuh diri, tetapi penurunan bulan lalu justru terjadi ketika dikhawatirkan angka bunuh diri akan melonjak akibat dampak lockdown coronavirus pada kehidupan sosial dan ekonomi warga Jepang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wabah Covid-19 mencapai puncaknya di Jepang pada pertengahan bulan April dengan infeksi lebih dari 500 kasus perhari. Kondisi itu menyebabkan pemerintah mengumumkan negara dalam keadaan darurat pada tanggal 16 April, meskipun pembatasan yang diberlakukan tidak seketat seperti yang diterapkan di sejumlah negara lain.

Kebijakan tinggal di rumah berdampak kepada organisasi-organisasi pencegahan bunuh diri, yang mana sekitar 40% tutup atau mengurangi jam operasionalnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelompok masyarakat yang rentan.

Di kalangan orang dewasa, pada masa-masa krisis dan bencana nasional, “biasanya, orang tidak berpikir tentang bunuh diri,” kata Saito, ketua Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Jepang, seperti dilansir The Guardian Rabu (13/5/2020). Contohnya, penurunan jumlah kasus di tahun 2011, tahun ketika terjadi gempa besar yang memicu tsunami dan menyebabkan kebocoran di pembangkit nuklir Fukushima.

Akan tetapi, kondisi perekonomian dan tekanan pekerjaan termasuk faktor pendorong orang di Jepang bunuh diri, sampai-sampai banyak stasiun kereta di negeri itu yang memasang pagar di peron agar tidak ada orang yang berusaha menghilangkan nyawanya dengan melompat ke arah datangnya kereta. Penurunan masif jumlah pekerja yang pulang-pergi ke kantor –di mana mereka kerap kerja lembur—semasa kebijakan pembatasan aktivitas guna meredam wabah kemungkinan menjadi faktor penurunan angka bunuh diri.

Saito menduga, dampak pelemahan ekonomi berkepanjangan akibat coronavirus dan lockdown nantinya akan menjadi pendorong peningkatan kembali kasus bunuh diri di Jepang. Di tahun setelah terjadi krisis finansial Asia 1997, Jepang menghadapi lonjakan kasus bunuh diri 35%.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bunuh diricoronaviruscovid-19Jepang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Relawan Italia yang Memeluk Islam Setelah Diculik di Somalia, Kini Mendapat Teror dan Tekanan
Tulisan selanjutnya Kemenkes Malaysia: Mayoritas Siswa Tahfiz yang Positif Covid-19 Tidak Menampakkan Gejala

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?