Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Orangtua di China Ini Temukan Putranya yang Diculik 32 Tahun Lalu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Mei 2020 12:32 12:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Mei 2020 12:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sepasang suami istri di China yang putranya diculik di sebuah hotel pada tahun 1988 dipertemukan kembali dengan anaknya itu setelah 32 tahun.

Mao Yin diculik ketika berusia 2 tahun, saat ayahnya berhenti untuk mengambil air minum untuknya dalam perjalanan menuju ke rumah dari taman kanak-kanak.

Kedua orangtuanya mencari Mao Yin ke seluruh penjuru negeri dan ibunya menyebarkan lebih dari 100.000 selebaran.

Keluarga itu dipertemukan kembali dalam sebuah konferensi pers di kantor kepolisian hari Senin (18/5/2020), dan anak lelaki itu –yang kini berusia 34 tahun—berencana tinggal sementara waktu dengan orangtuanya.

“Saya ingin mengucapkan terima kalih kepada puluhan ribu orang yang membantu kami,” kata Li Jingzhi, ibu dari anak itu, seperti dilansir BBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mao Yin dilahirkan pada 23 Februari 1986. Dalam sebuah wawancara dengan South China Morning Post (SCMP) di bulan Januari –sebelum anak itu ditemukan—ibu kandungnya menyebut putranya itu sebagai bayi yang “sangat cerdas, menggemaskan dan sehat.”

Pada 17 Oktober 1988, ayahnya yang bernama Mao Zhenjing menjemputnya pulang dari taman kanak-kanak di kota Xian di Provinsi Shaanxi.

Anak itu meminta air minum, sehingga mereka berhenti di depan sebuah hotel. Ketika ayahnya sedang mendinginkan air yang masih panas, di berpaling sejenak, dan bayinya diculik dalam sekejap.

Keluarganya mencari bayi itu di dalam dan di luar Xian, memajang poster di mana-mana. Pada suatu waktu mereka merasa sudah menemukannya, tetapi ternyata keliru.

Li Jingzhi sengaja berhenti kerja untuk fokus mencari putranya, membagikan ke mana-mana lebih dari 100.000 selebaran tentang putranya yang hilang di lebih dari 10 wilayah provinsi tanpa hasil.

Selama beberapa tahun dia berkali-kali muncul di layar televisi China meminta bantuan publik untuk menemukan putranya, termasuk di acara The X Factor. Dia menelusuri 300 petunjuk, lapor SCMP, tetapi putranya tidak juga ditemukan.

Pada tahun 2007, Li mulai aktif menjadi sukarelawan di sebuah kelompok bernama “Bayi Come Back Home”, untuk membantu orangtua yang kehilangan anaknya.

Menurut laporan media pemerintah China, Li membantu mempertemukan 29 anak dengan keluarganya kembali, sementara putranya sendiri masih hilang. Dia bertekad untuk terus aktif di kelompok itu.

Pada bulan April 2020, media pemerintah China melaporkan bahwa polisi menerima informasi tentang seorang pria dari Provinsi Sichuan di bagian barat daya China, sekitar 1.000 kilometer jauhnya dari Xian, yang mengadopsi seorang bayi beberapa tahun silam.

Polisi menemukan anak yang diadopsi itu, yang sekarang pria berusia 34 tahun, dan melakukan tes DNA guna mengetahui apakah dia memiliki gen yang terkait dengan Mao Zhenjing dan Li Jingzhi. Ternyata hasilnya positif.

Polisi mengatakan Mao Yin dijual ketika kanak-kanak ke pasangan yang tidak memiliki anak dengan harga 6.000 yuan (sekarang sekitar $840).

Li mengatakan kabar baik itu diterimanya pada 10 Mei berbarengan dengan Hari Ibu di China. “Ini merupakan hadiah terbaik yang pernah saya dapat,” ujarnya.

Penyelidikan kasus penculikan Mao Yin tahun 1988 hingga saat ini masih dilanjutkan. Polisi tidak mengungkap identitas pasangan yang membesarkan Mao Yin.

Penculikan dan penjualan bayi di China merupakan masalah yang belum bisa dibereskan selama berpuluh-puluh tahun.

Tidak ada catatan resmi tentang berapa anak yang diculik dan dijual, tetapi website Baby Come Back Home menunjukkan ada posting pencarian anak lelaki yang hilang sebanyak 14.893 dan pencarian anak perempuan 7.411.

Pada tahun 2015, diperkirakan 20.000 anak setiap tahun diculik di China.

Pada tahun 2009, Kementerian Keamanan Publik China mendirikan database DNA yang sejak itu membantu menemukan lebih dari 6.000 anak hilang.

Pada bulan Mei 2016, kementerian meluncurkan sistem yang disebut “Reuni”, yang sampai Juni 2019 berhasil mempertemukan lebih dari 4.000 dengan keluarga aslinya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakchinapenculikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya al-azhar masjid al-aqsha Otoritas Islam Bolehkan Sholat Idul Fitri di Rumah untuk Bantu ‘Selamatkan Manusia’
Tulisan selanjutnya Cara Menghitung Zakat Profesi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?