Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

New Zealand Menolak Polisi Dilengkapi Senjata Api

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Juni 2020 21:41 9:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juni 2020 21:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kepala Kepolisian New Zealand Andrew Coster hari Selasa (9/6/2020) mengumumkan bahwa 12.000 personel yang dibawahinya tetap akan berpatroli tanpa senjata, menolak ide untuk mempersenjatai petugas kepolisian.

Menurut Coster, “Armed Response Teams” (ARTs) –semacam unit aksi cepat bersenjata lengkap—yang sudah diujicobakan selama 6 bulan tidak sesuai dengan gaya penertiban dan pengamanan masyarakat yang diharapkan oleh warga New Zealand. Hal itu antara lain dibuktikan dengan adanya petisi keberatan polisi bersenjata yang didukung oleh 29.000 orang.

“Saya sudah membuat keputusan bahwa tim ini tidak akan menjadi bagian dari model kepolisian kita di masa mendatang,” tegas Coster, seperti dilansir DW.

Menurutnya, polisi di New Zealand nantinya tetap tidak akan dilengkapi senjata api, melainkan akan diberikan pelindung diri yang lebih baik dan mendapatkan pelatihan taktis lebih banyak.

Hasil evaluasi terhadap ARTs yang diungkap ke publik menunjukkan bahwa tim itu mendatangi sekitar 8.000 kejadian, tetapi sama sekali tidak melepaskan tembakan selama enam bulan periode uji coba yang berakhir pada bulan April lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Panggilan tugas yang mereka datangi antara lain kasus serangan berat, serangan terhadap keluarga, percobaan pembunuhan dan kasus yang berkaitan dengan gangguan kesehatan mental.

Dari 8.000 panggilan tugas itu, hanya 186 kasus yang melibatkan sebuah senjata api, dan 137 kasus yang melibatkan alat potong atau tusuk seperti pisau.

Pada bulan Mei, sebuah petisi yang ditandatangani 29.313 orang diserahkan kepada komite kehakiman di parlemen New Zealand. Petisi itu antara lain mengatakan bahwa “melengkapi polisi dengan senjata api di jalanan tidak akan masyarakat atau membuat kami merasa lebih aman.”

Menurut mereka, rasisme yang menjangkiti personel kepolisian justru yang lebih mungkin akan melukai warga etnis Maori dan Pasifika yang kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif dan menjadi target.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:New Zealandpolisisenjata api
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Enam dari 10 Kota Termahal di Dunia Berada di Asia
Tulisan selanjutnya Memandang Orang Saleh Bisa Melembutkan Hati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah

Berita
3 Juli 2026 20:51
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina

Terbaru

  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?