Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Buku-Buku Pro-Demokrasi Hilang dari Perpustakaan Hong Kong

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Juli 2020 14:18 2:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Juli 2020 14:06
Bagikan
Hong Kong aktivis pro-independen.
Bagikan

Hidayatullah.com—Buku-buku yang ditulis oleh para aktivis pro-demokrasi terkemuka Hong Kong dikabarkan menghilang dari berbagai perpustakaan di kota itu, demikian ditunjukkan oleh catatan daring, beberapa hari setelah Beijing meloloskan undang-undang keamanan baru yang diperuntukkan bagi salah satu pusat bisnis dunia itu.

Termasuk di antara buku yang hilang adalah karya Joshua Wong, seorang aktivis muda yang tersohor, dan Tanya Chan, anggota parlemen Hong Kong yang dikenal pro-demokrasi, lansir AFP Ahad (5/7/2020).

UU buatan Beijing itu merupakan perubahan paling radikal dalam pengelolaan Hong Kong sejak bekas koloni Inggris itu diserahkan kembali ke China pada tahun 1997.

Beijing mengatakan UU tersebut akan memulihkan keadaan Hong Kong setelah setahun terakhir diguncang oleh aksi-aksi demonstrasi pro-demokrasi anarkis yang nyaris melumpuhkan perekonomian wilayah semi-otonom itu. Beijing bersikukuh UU keamanan yang baru itu tidak akan mengekang kebebasan di sana dan hanya menarget “minoritas yang sangat kecil”.

UU serupa yang berlaku di China daratan kerap digunakan pemerintah untuk membungkam orang-orang yang dianggap berseberangan dengannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wong mengatakan dia berkeyakinan menghilangnya buku-buku itu dipicu oleh pemberlakuan UU baru tersebut. “Teror putih terus menyebar, UU keamanan nasional pada dasarnya sebuah alat incriminate speech,” tulis Wong di laman Facebook, menggunakan frasa yang merujuk pada persekusi politik.

Pencarian di website perpustakaan umum menunjukkan setidaknya tiga judul buku karya Wong, Chan dan seorang cendekiawan lokal Chin Wan tidak lagi tersedia untuk dipinjam di puluhan perpustakaan di kota itu.

Seorang reporter AFP tidak dapat menemukan sejumlah judul buku di sebuah perpustakaan yang berada di distrik Wong Tai Sin pada hari Sabtu petang.

Departemen Pelayanan Kebudayaan kota itu, yang mengelola perpustakaan tersebut, mengatakan buku-buku yang dicari sudah disingkirkan dari rak sambil menunggu keputusan apakah isinya melanggar UU keamanan nasional, sehingga tidak dapat dipinjam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aktivisbukuHong Kongpro-demokrasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Pakai Masker Saat Bekerja ASN Iran Dianggap Absen, Warga Tak Dilayani
Tulisan selanjutnya Inggris Alokasikan $10 Juta untuk Penelitian Efek Jangka Panjang Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?