Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Siap Merespon Jika Uni Eropa Memberlakukan Sanksi

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 7 Juli 2020 10:14 10:14 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 7 Juli 2020 10:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Turki akan merespons jika Uni Eropa menjatuhkan sanksi lebih lanjut ke Ankara, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan pada hari Senin setelah bertemu dengan diplomat top Uni Eropa, dilaporkan oleh Aljazeera.

Menteri luar negeri Perancis mengatakan minggu lalu, para menteri Uni Eropa akan membahas Turki pada 13 Juli dan mengatakan sanksi baru terhadap Ankara dapat dipertimbangkan sebagai tambahan atas langkah-langkah yang diambil atas pengeboran Turki di zona ekonomi Siprus.

“Jika UE mengambil keputusan tambahan melawan Turki, kami harus merespons ini,” kata Cavusoglu pada konferensi pers dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell di ibukota Turki.

Ketika hubungan memburuk antara blok dan Ankara, Uni Eropa sempat memberlakukan larangan perjalanan dan pembekuan aset pada dua orang pada Februari karena peran mereka dalam pengeboran Turki di zona ekonomi kelautan Siprus di pulau yang terbagi itu.

Cavusoglu memarahi UE karena gagal memenuhi janji dan menyebutkan isu-isu seperti sengketa Siprus dan kesepakatan imigran 2016. Dia mengatakan Turki tidak akan membiarkan dirinya disandera oleh Yunani dan Siprus dan meminta Uni Eropa untuk menjadi “perantara yang jujur”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami ingin bekerja dengan Uni Eropa … [tetapi] jika Uni Eropa mengambil keputusan tambahan melawan Turki, kami terpaksa akan membalas. Situasi akan menjadi lebih tegang dan ini tidak akan membantu siapa pun. Harapan kami adalah agar Uni Eropa tidak menjadi pihak dengan masalah tetapi untuk menjadi bagian dari solusi,” kata Cavusoglu.

Konflik Libya

Awal tahun ini, puluhan ribu imigran berusaha menyeberang ke Yunani melalui perbatasan darat dan laut setelah Ankara mengatakan tidak akan lagi mencegah mereka. Aliran telah melambat sejak itu, tetapi Cavusoglu mengatakan Turki “akan terus menerapkan keputusannya”.

Cavusoglu juga mengulangi seruan kepada Perancis untuk meminta maaf setelah insiden antara kapal perang Turki dan Prancis di Mediterania, yang mendorong Paris untuk meminta penyelidikan NATO.

Pekan lalu, Perancis untuk sementara menangguhkan perannya dalam operasi keamanan maritim NATO setelah Paris menuduh Turki melanggar embargo senjata PBB di Libya, di mana Turki mendukung pemerintahan sah Libya sementara Perancis di pihak sebaliknya.

“Perancis tidak jujur,” kata Cavusoglu. “Mereka perlu meminta maaf kepada Turki dan perlu meminta maaf kepada Uni Eropa dan NATO karena menipu mereka.”

Hubungan antara anggota NATO telah memburuk akibat konflik Libya, di mana Turki mendukung pemerintah yang diakui secara internasional dan Paris mendukung pasukan Khalifa Haftar yang berbasis di timur, yang berusaha menyerbu ibukota Tripoli selama 14 bulan tetapi terpaksa mundur bulan lalu.

‘Lintasan positif’

Turki mengirim kapal-kapal dengan pengawalan kapal perang dari Siprus untuk mengebor gas, menyatakan itu sebagai tindakan perlindungan terhadap kepentingannya dan orang-orang Siprus Turki untuk sumber daya alam daerah itu.

Pemerintah Siprus Yunani di pulau yang terpecah secara etnis itu mengecam Turki karena dianggap melanggar batas perairan dan hak ekonomi.

Borrell mengatakan Turki adalah mitra kunci bagi Uni Eropa meskipun hubungan “tidak melewati momen terbaik”, dan menyerukan peningkatan dialog untuk mengatasi ketegangan.

“Saat ini, situasinya masih jauh dari ideal … Kami memiliki kepentingan bersama untuk keluar dari situasi ini dan memetakan lintasan baru dan positif,” kata Borrell.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:PrancisTurkiUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekas Orang Dekat Melania Trump Rilis Buku Ungkap Kekacauan di Gedung Putih
Tulisan selanjutnya Mengajak Manusia ke Jalan Allah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?