Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Kirim Kotak Hitam Pesawat Ukraina yang Ditembak Militernya ke Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Juli 2020 09:13 9:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Juli 2020 09:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Iran dikabarkan telah mengirimkan kotak hitam dari sebuah pesawat penumpang Ukraina yang ditembak jatuh oleh militer di atas kota Teheran awal tahun ini ke Prancis.

Semua 176 orang yang ada di atas pesawat itu tewas ketika dua misil yang ditembakkan militer Iran menghantamnya sesaat setelah lepas landas dari bandara di Teheran pada 8 Januari.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan kotak hitam itu dibawa ke Paris hari Jumat dan akan dibaca hari Senin (20/7/2020), lansir BBC.

Pemerintah Syiah Iran awalnya membantah bahwa pihaknya telah menembak jatuh pesawat itu, yang terjadi ketika Teheran bersitegang dengan Amerika Serikat menyusul tewasnya Qasem Soleimani, seorang jenderal Garda Revolusi Iran kebanggaan negerinya yang dihantam drone AS di Baghdad, Iraq.

Namun, akhirnya pemerintah Teheran terpaksa mengakuinya setelah berbagai dinas intelijen negara-negara Barat mengatakan semua indikasi menunjukkan pesawat komersil Ukraina itu sengaja ditembak oleh militer Iran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Teheran mengatakan bahwa pesawat Ukraine International Airlines itu disangka rudal Amerika Serikat yang sedang melaju ke arahnya. Sebuah kesalahan yang disebut Presiden Hassan Rouhani sebagai “kesalahan yang tidak termaafkan”. Bagaimana tidak, mengingat Iran selama ini membanggakan kecanggihan militernya yang diklaimnya sanggup mengalahkan kecanggihan militer Barat.

Beberapa jam sebelum pesawat Ukraina itu ditembak, Iran sedang gencar meluncurkan misil-misil balistiknya ke arah dua pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Iraq, sebagai tindakan balasan atas kematian Soleimani.

Iran sebelumnya menunda-nunda pengiriman kotak hitam tersebut, yang berisi data kunci dan komunikasi dari kokpit, di tengah-tengah perselisihan dengan negara-negara yang warganya tewas dalam peristiwa itu soal di mana seharusnya kotak hitam itu diperiksa.

Berdasarkan hukum aviasi internasional, Iran memiliki hak untuk memimpin investigasi, tetapi pihak pembuat pesawat biasanya ikut terlibat dan para pakar mengatakan segelintir negara saja yang memiliki kemampuan untuk menganalisis kotak hitam.

Iran menyatakan menolak menyerahkan kotak hitam itu ke Amerika Serikat, di mana pihak pembuat pesawat Ukraina itu, Boeing, bermarkas.

Data dan rekaman dalam kotak hitam tersebut sekarang akan dianalisis oleh pakar-pakar dari Prancis. Kanada, yang kehilangan 55 warganya dalam peristiwa itu, dan Ukraina mengatakan mereka mengirim tenaga-tenaga ahlinya sendiri untuk ambil bagian dalam investigasi.

Iran telah melakukan investigasinya sendiri dan laporan tentang jatuhnya pesawat itu dirilis pekan lalu oleh Civil Aviation Organisation of Iran (CAOI). Isi laporan CAOI itu menyalahkan “human error” dan buruknya komunikasi militer sebagai penyebab jatuhnya pesawat Ukraina tersebut.

Akan tetapi, Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan “terlalu dini” untuk mengeluarkan pernyataan semacam itu dan mengatakan bahwa kesimpulan apapun tentang peristiwa itu harus menunggu hasil investigasi internasional.

Bulan lalu, pihak berwenang Iran mengatakan enam orang telah ditangkap terkait kejadian itu.

Muncul banyak spekulasi tentang mengapa Iran tidak melarang penerbangan atau menutup wilayah udaranya saat militer meluncurkan misil-misil ke arah pasukan Amerika Serikat. Sebuah rekaman yang belum lama ini yang didapat CBC News (Kanada) menyebutkan bahwa Iran sengaja membiarkan wilayah udaranya tetap terbuka agar serangan terhadap pangkalan AS di Iraq tersebut tidak menarik perhatian, atau rencana serangannya tidak diketahui.

Rekaman itu diduga merupakan perbincangan antara keluarga salah satu korban dengan Hassan Rezaeifar, yang pada waktu itu memimpin tim Iran dalam penyelidikan kasus tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Mohsen Baharvand membantah rekaman tersebut dan mengatakan bahwa rekaman itu tidak dapat dipakai sebagai bukti.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatbalistikBoeingirankanadamisilpesawatPrancisQasem SoleimanirudalTeheranUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demonstran Memblokade 50% Suplai Minyak Tunisia
Tulisan selanjutnya Bahasa Arab Pintu Masuk Mempelajari Berbagai Bahasa Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?