Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sejuta Orang Tandatangani Petisi Menuntut Google Menaruh Palestina di Petanya

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 20 Juli 2020 14:42 2:42 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 20 Juli 2020 14:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah petisi menuntut raksasa teknologi Google untuk menaruh kembali Palestina di petanya, telah ditandatangani oleh lebih dari sejuta orang. Petisi tersebut diluncurkan di laman change.org oleh seseorang bernama Zak Martin. https://www.change.org/p/google-inc-google-put-palestine-on-your-maps

Penjelasan petisi tersebut mempertanyakan kenapa Palestina tidak tertera di peta milik Google sedangkan ‘Israel’, penjajah tanah Palestina, jelas tertera.

“Penghilangan Palestina adalah penghinaan yang menyedihkan bagi rakyat Palestina dan merusak upaya jutaan orang yang terlibat dalam kampanye untuk mengamankan kemerdekaan Palestina dan kebebasan dari penjajahan dan penindasan Israel,” lanjut penjelasan tersebut.

Petisi tersebut juga mengungkap pentingnya permasalahan ini, karena Google Maps sekarang dianggap definitif oleh orang-orang di seluruh dunia, termasuk jurnalis, mahasiswa, dan lainnya yang melakukan penelitian tentang situasi Israel-Palestina.

“Baik disengaja atau tidak, Google membuat dirinya terlibat dalam pembersihan etnis pemerintah Israel atas Palestina,” ditegasakan dalam penjelasan petisi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Google dan Apple baru-baru ini kembali dituduh menghapus Palestina dari peta mereka secara sengaja. Sebelumnya pada 2016, masalah yang sama pernah mencuat dan petisi serupa dengan saat ini juga diadakan.

Dalam bantahannya, sebagaimana dilaporkan oleh Independent, Google mengatakan bahwa mereka tidak pernah menghapus Palestina dari peta mereka karena sejak awal Palestina tidak terdaftar. Laman khusus Google menjelaskan bahwa  batas yang disengketakan ditampilkan sebagai garis abu-abu putus-putus.

Pencetus petisi 2020, Zak Martin, menyanggah klaim Google tersebut dengan membagikan link sebuah berita dari New Europe pada Mei 2013. Berita tersebut berisikan kritik Mentri Luar Negri ‘Israel” saat itu, Zee Evkin, kepada Google karena menaruh label Palestina pada peta mereka.

Elkin, yang merupakan orang kepercayaan Perdana Mentri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa penamaan Palestina akan “mengkompromikan perundingan perdamaian” dan memberi orang Palestina “ilusi” bahwa tanah yang digariskan itu seharusnya menjadi milik mereka dan akan menjadi bagian dari penyelesaian yang dinegosiasikan di masa depan.

Zak Martin menuduh Google secara konsisten berbohong tentang masalah ini, dan media arus utama telah mengulangi pernyataan salah Google tanpa repot-repot memeriksanya.

‘Israel’ merampook dan menjajah Tepi Barat, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan selama perang 1967. ‘Israel’ menegaskan bahwa mereka tidak lagi menduduki Gaza setelah membongkar permukiman pada tahun 2005. Namun, karena mempertahankan kontrol yang signifikan atas wilayah udara dan perbatasan wilayah pesisir, Gaza masih diklasifikasikan sebagai tanah dalam pendudukan oleh PBB.

Kelompok pemantau mengatakan ada lebih dari 130 permukiman ilegal ‘Israel’ di Tepi Barat, meskipun dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Meski rencana pencaplokan formal Israel pada Juli, yang didukung AS, belum berlangsung, sejatinya pencaplokan de facto ‘Israel’ atas Palestina terus berlangsung. Sistem apartheid ‘Israel’ telah menyebabkan ribuan orang Palestina terusir dari tanahnya, dan sebagian yang bertahan terus melawan upaya perusakan, penggusuran, dan perampokan atas lahan dan properti mereka oleh pemukim ilegal dan pemerintah ‘Israel’.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AppleGoogle Mapspeta Palestinapetisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wamenag Dorong Pemerintah Jadikan Zakat dan Wakaf Instrumen Penanggulangan Kemiskinan
Tulisan selanjutnya Psikologi Islam: Upaya Memurnikan Psikologi (Sekuler)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?