Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gelombang Panas Merusak Tanaman, Petani Prancis Butuh Bantuan Pemerintah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2020 19:37 7:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Agustus 2020 19:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Panasnya suhu udara dan kekeringan parah yang melanda Prancis memaksa 76 dari 96 wilayah département (kira-kira setingkat kabupaten) di Prancis daratan memberlakukan pembatasan ketat penggunaan air. Situasi sulit itu mendorong para petani untuk meminta bantuan pemerintah guna menutupi kerugian mereka akibat rusaknya tanaman pertanian.

“Situasi luar biasa menuntut kebijakan luar biasa,” kata Christiane Lambert, kepala Persatuan Petani Nasional Prancis kepada stasiun radio France Inter hari Selasa (11/8/2020), ketika dia mendesak pemerintah untuk mendukung industri agrikultur guna membantu petani dalam menghadapi cuaca panas ekstrem.

“Kami menanti dukungan finansial dari pemerintah untuk membantu petani menghadapi kondisi yang mengejutkan ini, perlu adanya bantuan struktural,” cuit Lambert di Twitter seperti dilansir RFI.

Gelombang panas yang menggigit telah mengacaukan kehidupan petani yang mengandalkan nafkah dari lahan pertaniannya.

Banyak petani menyaksikan lahan mereka yang semula ijo royo-royo perlahan tapi pasti garing menguning, karena panas yang terus menerus membuat tanah kering dan pecah-pecah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebanyak 76 département sekarang terpaksa memberlakukan aturan ketat penggunaan air guna mencegah agar wilayah mereka tidak kekeringan seluruhnya.

“Satu miliar euro diperlukan untuk pemulihan tetapi kami membutuhkan bantuan darurat sekarang dalam bentuk uang tunai,” kata Lambert.

Kepala persatuan petani Prancis itu merekomendasikan diberikannya bantuan dana talangan dengan memangkas pajak properti bagi petani dan membolehkan petani untuk menunda pembayaran pajak mereka, sehingga beban-beban pajak itu tidak semakin membuat kantong petani bolong.

Menurut Lambert, selain gelombang panas dan kekeringan kondisi petani Prancis diperparah dengan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam rangka meredam penularan Covid-19.

Seolah tidak memahami penderitaan petani, hari Sabtu malam lalu puluhan ribu orang menginvasi lahan privat di kawasan taman nasional Cévennes di Lozère. Puluhan ribu orang tersebut asyik melakukan pesta sehingga menimbulkan kerusakan di lahan pertanian di sekitar lokasi. Kurang ajarnya, kebanyakan dari mereka masih bertahan di sana tiga hari usai pesta liar tersebut.

“Kami sedang menghadapi kekeringan yang sulit dengan sumber daya terbatas, kami hancur, kami tidak butuh ada tambahan masalah lagi,” kata Bruno Commandré, wakil kepala daerah Lozère yang juga seorang petani.

“Saya marah, tetapi saya juga marah kepada pemerintah yang membiarkan pesat gila-gilaan ini terjadi,” ujarnya kepada koran Le Figaro.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gelombang panaskekeringanpetaniPrncis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setelah Berbagi Kurban, Kembali Mengantar Syadahat Warga Pedalaman Halmahera
Tulisan selanjutnya Akan Serbu Militan Muslim, Militer Tanzania Minta Warga Keluar Hutan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?