Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Mulailah dari yang Terdekat

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2020 21:56 9:56 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 Agustus 2020 07:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SETELAH Setelah kita memahami dan berkomitmen untuk meniti jalan yang lurus, yakni jalan yang ditempuh Rasulullah ﷺ, maka siapa orang pertama yang harus kita ajak? Tentu saja orang-orang yang paling dekat dengan kita.

Rasulullah ﷺ, setelah mendapatkan wahyu pertama dari Allah Ta’ala, bergegas menemui istrinya, Khadijah. Ketika itu, Rasulullah ﷺ berada dalam ketakutan yang luar biasa. Wajarlah bila dalam kondisi seperti itu, beliau mendatangi orang yang paling dekat dengan beliau.

“Selimutilah aku!” kata Rasulullah ﷺ dengan gemetar. Maka Khadijah menyelimuti beliau hingga ketakutannya reda. Lalu, Muhammad ﷺ menceritakan kejadian yang baru menimpanya kepada Khadijah.

Khadijah adalah wanita pilihan. Ia adalah wanita yang telah dipilih oleh Allah Ta’ala untuk mendampingi Sang Utusan-Nya. Setelah mendapat cerita dari Muhammad ﷺ, Khadijah justru menenangkan suaminya dan berusaha meyakinkan bahwa semua baik-baik saja.

Khadijah berkata kepada Muhammad ﷺ sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Janganlah engkau cemas. Demi Allah, sesungguhnya Dia tidak akan pernah mengecewakanmu. Bukankah engkau orang yang selalu menyambung tali silaturahim, berkata jujur, menolong orang yang membutuhkan pertolongan dan membantu mereka yang terkena musibah?”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Di dalam sirah Nabawiyah kita tahu bahwa Khadijah selanjutnya menjadi penyokong utama dakwah Rasulullah ﷺ. Beliau senantiasa menghibur Rasulullah ﷺ saat menghadapi berbagai macam rintangan. Dari semua pengorbanan ini, Allah Ta’ala memberikan khabar baik untuk Khadijah lewat Rasulullah ﷺ. “Aku diperintahkan oleh Allah untuk memberikan berita gembira kepada Khadijah tentang rumah yang terbuat dari mutiara yang tidak akan ditemukan di dalamnya kegaduhan dan rasa lelah,” kata Rasulullah ﷺ sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Setelah mengajak Khadijah memeluk Islam, Rasulullah ﷺ mengajak sepupunya Ali bin Abi Thalib. Ketika itu, Ali baru berusia 10 tahun dan masih berada dalam pengasuhan Rasulullah ﷺ. Tentu hubungan mereka sangat dekat.

Selanjutnya, Rasulullah ﷺ mengajak budak miliknya bernama Zaid bin Haritsah. Meskipun budak, Zaid memiliki hubungan spesial dengan Rasulullah ﷺ. Sampai-sampai, ketika ayah Zaid, Haritsah, datang menemui Rasulullah ﷺ untuk mengambil kembali anaknya, Rasulullah ﷺ mempersilahkan Zaid untuk memilih apakah hendak pulang bersama ayah kandungnya atau tetap tinggal bersama Rasulullah ﷺ. Zaid ternyata memilih tetap tinggal.

Orang keempat yang diajak masuk Islam oleh Rasulullah ﷺ adalah sahabat dekatnya, Abu Bakar as-Shiddiq. Dialah laki-laki dewasa yang pertama kali membenarkan kerasulan Muhammad ﷺ. Rasulullah ﷺ sendiri berkata tentang sahabatnya ini, “Aku belum pernah mengajak seseorang untuk memeluk Islam, melainkan ia akan menolak, ragu-ragu, dan menundanya, kecuali Abu Bakar,” (Hadits Riwayat Tirmidzi)/

Demikianlah Rasulullah ﷺ mencontohkan bagaimana beliau mengajak orang-orang di dekatnya untuk mengikuti jalan yang lurus. Qadarallah, orang-orang tersebut mudah untuk diajak. Namun, tak semua orang dekat Rasulullah ﷺ menerima ajakan beliau. Paman beliau sendiri, Abu Thalib, misalnya, hingga akhir hayatnya tak terucap syahadat dari mulut beliau. Padahal telah berulang kali Rasulullah ﷺ mengajak beliau. Bahkan di saat beliau sedang menghadapi kematian.

Kisah yang sama juga dialami Ibrahim AS. Beliau disebut oleh Allah Ta’ala sebagai teladan penyeru kepada jalan yang lurus. Namun, Ibrahim AS tak mampu mengajak ayahnya sendiri untuk mengikuti jalan yang lurus. Kisah tentang ini difirmankan dengan sangat indah oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an pada surat Maryam [19] ayat 42 sampai 48.

“Wahai ayahku!” kata Ibrahim AS, “Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?”

“Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.”

“Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh, setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.”

“Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi setan.”

Sang ayah menjawab ajakan putranya ini dengan amarah. “Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti, pasti engkau akan kurajam. Maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.”

Ibrahim menjawab, “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu (wahai ayahku). Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya dia amat baik padaku. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau sembah selain Allah …”

Mengajak orang terdekat agar mau mengikuti kita meniti jalan yang lurus adalah bentuk kasih sayang kita kepada mereka. Tak sukakah kita melihat orang-orang yang kita sayangi terselamatkan dari kesesatan? Tak sukakah kita bersama-sama mereka kelak di kampung halaman kita di Surga?

Namun, yang menguasai hati manusia hanyalah Allah Ta’ala. Seberapa kuat kita mengajak mereka, pada akhirnya Allah-lah yang membuat keputusan atas mereka. Wallahu a’lam.*/Mahladi Murni

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahrasulullahSiti Khadijah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HMPI: Wujudkan Kemerdekaan Hadapi Oligarki, Lakukan Transformasi Keadilan Sosial Sebaik-baiknya
Tulisan selanjutnya “Merdeka Pangan”, Pesantren Ini Suplai 5,7 Tonan Sayur ke Pasar-pasar Modern Setiap Hari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?