Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Warga Palestina Merasakan ‘Pengkhianatan’ Kesepakatan Normalisasi UEA-‘Israel’

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2020 07:47 7:47 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 19 Agustus 2020 06:30
Bagikan
Warga Palestina Membakar foto PM 'Israel', Presiden AS dan Putra Mahkota UEA
Bagikan

Hidayatullah.com–Kata-kata “pengkhianatan” dan “perpecahan” bergema di seluruh Gaza pada Jumat setelah kesepakatan yang menormalisasi hubungan antara ‘Israel’ dan Uni Emirat Arab sembari menutupi masalah Palestina.
Timur Tengah diterjang gelombang yang mengejutkan, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Kamis bahwa UEA telah menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’, hubungan ketiga Zionis dengan negara Arab, setelah Mesir dan Yordania.

Sementara gembong Zionis Benjamin Netanyahu sangat bahagia, rakyat Palestina – dari Fatah pimpinan Mahmoud Abbas yang sekular hingga Hamas yang sangat Islami – hanya terlontar satu kata dari bibir mereka: pengkhianatan.

Bagi rakyat Palestina, UEA telah mengorbankan perjuangan Palestina demi mendapatkan hubungan komersial dengan ‘Israel’.

Pada pagi yang cerah di Jalur Gaza, setelah serangan udara Israel semalam sebagai pembalasan atas balon pembakar, Abu Alaa Al-Sarsak, 70, mantan pegawai pemerintah lokal, berbagi sentiment seperti yang dikutip oleh The New Arab.

Tapi itu juga akibat “perpecahan” di antara orang-orang Palestina sendiri, katanya.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Selama 13 tahun terakhir, Palestina telah terpecah antara Hamas, pengelola Gaza, dan Otoritas Palestina, di Tepi Barat.

“Jika perpecahan antara Otoritas Palestina dan Hamas berlanjut, akan ada normalisasi dengan negara-negara Arab dan Teluk lainnya,” kata Sarsak.

Talal Drimli, pemilik toko suku cadang mobil, juga mengaitkan kesepakatan UEA-‘Israel’ dengan perselisihan internal Palestina.

“Perpecahan (Palestina) mendorong Emirates untuk mencapai kesepakatan dengan pendudukan (Zionis),” kata pria berusia 56 tahun itu.

Kamis malam, Abbas dan kepala Hamas Ismail Haniyeh membahas cara-cara untuk mencegah normalisasi yang direncanakan.

Palestina juga menyerukan pertemuan darurat Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam untuk mendukung perjuangan mereka.

Pengkhianatan

Pemerintah ‘Israel’ sebelumnya telah membahas implementasi rencana Timur Tengah Trump, khususnya pencaplokan bagian-bagian Tepi Barat.

UEA telah secara terbuka memperingatkan Israel terhadap aneksasi sepihak, yang dikatakan akan membahayakan gagasan menormalisasi hubungan.

Pada hari Kamis, aneksasi “ditunda” dan normalisasi diumumkan.

Namun penundaan pencaplokan tanah tidak memenangkan dukungan rakyat Palestina.

“Penduduk Palestina sangat marah, mereka melihat diri dikhianati” oleh Sheikh Mohamed bin Zayed, penguasa efektif UEA, kata Yoel Guzansky, seorang analis di Institut Studi Keamanan Nasional di Tel Aviv.

“UEA mencoba menjual narasi bahwa mereka melakukan ini untuk menghentikan aneksasi,” katanya, dan “tidak hanya untuk berkontribusi pada stabilitas tetapi juga untuk menjaga solusi dua negara tetap hidup.”

Aneksasi permukiman dan Lembah Jordan akan memecah Tepi Barat sampai-sampai sebuah negara Palestina tidak akan bisa bertahan.

Bagi Ali Jarbawi, mantan menteri dan profesor di Universitas Birzeit di Tepi Barat, jelas bahwa perjuangan Palestina tidak lagi sentral dalam politik regional.

“Palestina sekarang menghadapi salah satu masa tersulit dalam sejarah mereka, dan pilihan mereka terbatas,” katanya kepada AFP.

Selain merasa “dikhianati” dan “dipecah belah”, warga Palestina “kelelahan”, kata Samira Ghazal, 21, seorang sekretaris di sebuah perusahaan IT di Gaza yang dikepung ‘Israel’, di mana pengangguran mencapai sekitar 50 persen.

“Orang-orang kelelahan dan tidak bisa melawan,” katanya. “Orang Palestina lemah, orang Arab lemah dan Israel didukung oleh Amerika.”

Tapi Jihad Hussein, seorang pekerja kantoran di ibukota politik Tepi Barat Ramallah, berpendapat lain.

“Rakyat Palestina telah ditikam dari belakang oleh kepemimpinan UEA, tetapi baik kesepakatan ini maupun hal lain tidak akan merusak keinginan kami untuk memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan,” katanya.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Normalisasi Hubungan UEA-IsraelpalestinaPalestina merasa dikhianati oleh UEAUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Minta Perayaan Tahun Baru Islam 1442H Digelar Sederhana dan Patuhi Protokol Covid-19
Tulisan selanjutnya kepribadian muslim Anak Adalah ‘Perawi yang Dhabit’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?