Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aplikasi Perjodohan Muslim Mengalami Lonjakan Unduhan Selama Pandemi

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2020 14:32 2:32 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 31 Agustus 2020 14:32
Bagikan
[Ilustrasi] Aplikasi perjodohan Muslim Muzmatch
Bagikan

Hidayatullah.com–Kencan di luar pernikahan adalah hal yang dilarang dalam Islam, sehingga pemuda-pemudi Muslim biasanya masih mengandalkan acara sosial sesuai kultur negara masing-masing untuk menemukan pasangan. Di kultur Eropa Muslim, orang tua, bibi, dan paman akan mencari pasangan yang cocok baik di pernikahan, pesta makan malam, atau bahkan acara keagamaan, tetapi karena Covid-19 mengakhirinya, banyak yang beralih ke internet untuk mencari pasangan.

Aplikasi perjodohan Muslim seperti Muzmatch dan Minder semakin populer selama beberapa tahun terakhir. Dan pandemi membuat lonjakan yang lebih besar dalam unduhan dan penggunaan.

Minder, aplikasi perjodohan Muslim yang diluncurkan pada 2015, melaporkan peningkatan 20 persen dalam unduhan di seluruh dunia selama pandemi. Muzmatch, yang diluncurkan pada 2014, melaporkan peningkatan unduhan sebesar 45 persen secara global dan 16 persen di Kanada pada Maret.

Yang terakhir juga melihat peningkatan 8,7 persen dalam status match (kecocokan), yang berarti lebih banyak orang menggunakan aplikasi daripada sebelumnya.

Hawaya, aplikasi perjodohan yang relatif baru yang diluncurkan di Kanada pada Maret, mengalami peningkatan penggunaan sebesar 200 persen dari pengguna Kanada antara Mei hingga Juni.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Yasir Sherazi, dalam wawancara dengan CBC, mengunduh Minder pada awal tahun tetapi tidak mulai menggunakannya sampai setelah pandemi melanda.

“Setelah pandemi, saya semakin tertarik dengan aplikasi ini dan mulai lebih sering menggunakannya,” katanya.

Warga Calgary, Kanada ini mulai memeriksa kemungkinan “kecocokan” pada bulan Juni setelah dia menyadari pandemi akan tetap ada.

“Anda lebih banyak di rumah dan tidak sering keluar dan tidak bertemu banyak orang, itulah alasan utama saya. Ini semacam lingkaran sosial yang sangat terbatas jadi itu sebabnya,” katanya.

Alasan Sherazi sama dengan banyak pengguna yang baru-baru ini terjun ke perjodohan online. Setelah melihat peningkatan unduhan, Muzmatch memutuskan untuk mensurvei penggunanya dengan menanyakan apakah pandemi itu membuat sulit untuk menemukan pasangan dan 83 persen menjawab ya.

Itu adalah tanggapan yang menurut tim aplikasi cukup mengejutkan.

“Kami pikir mungkin akan ada waktu untuk introspeksi atau orang akan menemukan bahwa lingkungan mungkin agak terlalu suram untuk menemukan cinta,” kata Sim Ahmed, bagian pemasaran produk untuk Muzmatch.

“Tapi saya pikir jika ada, waktu yang tidak pasti membuat orang ingin menemukan semacam stabilitas dan kepastian dan tidak ada yang lebih pasti selain memiliki orang yang Anda cintai yang benar-benar dapat Anda pegang dan hubungkan.”

Dalam mencari hubungan itu, Sherazi telah menjalani beberapa kecocokan tetapi mereka gagal karena berbagai alasan. Pertama, dia tidak berada di kota yang sama dengan sebagian besar pasangan yang cocok dan tidak ada yang mau berpindah.

Tidak seperti sepupu utamanya Tinder dan Bumble, aplikasi Muslim tidak memilik spesifikasi lokasi. Jadi Muslim di Alberta dapat bertemu dengan pengguna mana pun di dunia. Menurut Muzmatch, tiga negara teratas yang paling cocok dengan orang Kanada di luar Kanada adalah AS, Maroko, dan Inggris.

Alasan kedua adalah bahwa meskipun lebih banyak orang menggunakan aplikasi ini, tampaknya masih ada syubhat yang melekat pada perjodohan online karena masih dianggap mirip dengan kencan, yang dilarang dalam Islam.

“Meski dalam kondisi seperti ini, orang-orang menggunakan aplikasi ini, tapi tidak terlalu serius,” katanya.

Dia mengatakan dia mendapat tanggapan yang lebih baik melalui grup WhatsApp daripada yang dia dapatkan di aplikasi.

Di Facebook dan WhatsApp ada banyak grup yang bertujuan untuk perjodohan. Keluarga pria dan wanita akan memposting seluruh otobiografi yang mencakup segala sesuatu mulai dari nama, karier, keluarga, dan lokasi hingga tinggi dan berat badan mereka.

Sherazi mengatakan karena profil tersebut sebagian besar dikendalikan oleh orang dewasa dalam keluarga, mereka memiliki komunikasi yang lebih baik dan waktu respons yang lebih cepat.

Meskipun setuju dengan gagasan menggunakan aplikasi itu lambat, Sara Shah, bagian komunikasi untuk Muzmatch, mengatakan mereka melihat semakin banyak orang yang mau membicarakan kecocokan antar personal dalam aplikasi secara terbuka.

“Saya pikir itu cerita yang bagus untuk diceritakan bahwa Anda bertemu selama pandemi, tentunya,” katanya.

Shah mengatakan perusahaan saat ini menjalankan kampanye meminta pengguna untuk maju jika mereka menemukan belahan jiwa mereka selama waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.

“Beberapa sudah maju ke depan. Kami sudah memiliki dua pasangan sukses sejauh ini,” katanya.* Kashmala Fida Reporter dan produser yang berasosiasi dengan CBC Edmonton.

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aplikasi PerjodohanMinderMuzmatchTinder
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Luar Negeri Cina Bela Kamp Penahanan Muslim Uighur
Tulisan selanjutnya pendidikan adab Viral RUU Ciptaker Ancam Eksistensi Ponpes, Menag: Merujuk UU Pesantren, Tak Ada Sanksi Pidana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Anwar Ibrahim Malaysia Hamas
Berita

Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’

Berita
14 September 2026 11:39
Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800
Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
  • 900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
  • Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam
  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?