Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Anggota “The Beatles” ISIS Dikirim ke Amerika untuk Diadili

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2020 06:39 6:39 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Oktober 2020 06:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua pria anggota ISIS bekas warga negara Inggris dikirim ke Amerika Serikat untuk diadili dalam kasus pembunuhan sejumlah orang Barat yang ditawan kelompok bersenjata itu.

Alexanda Kotey dan El Shafee Elsheikh dituding sebagai anggota sel kelompok ISIS alias IS yang dijuluki “The Beatles” yang terlibat dalam sejumlah pembunuhan di Suriah dan Iraq.

Hari Rabu (7/10/2020) CBS, media mitra BBC di Amerika Serikat, mengutip sebuah sumber yang mengatakan keduanya sedang dalam perjalanan menuju Amerika Serikat untuk diadili di sebuah pengadilan federal di Virginia, dekat Washington DC.

Pengiriman keduanya dilakukan setelah pihak Inggris mengirimkan bukti-bukti kejahatan mereka ke AS dan mendapat jaminan keduanya tidak akan dijatuhi hukuman mati di oleh negeri Paman Sam itu.

Kedua pria itu dituduh membunuh sejumlah warga negara asing yang ditawan ISIS di Iraq dan Suriah pada tahun 2014.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para korban –yang di antara wartawan AS serta pekerja kemanusiaan Inggris dan AS– dipenggal kepalanya dan kematian mereka direkam serta disiarkan lewat media sosial.

Para tawanan menjuluki pelaku eksekusi –Kotey, Elsheikh dan  Mohammed Emwazi, yang dikenal dengan “Jihadi John” yang tewas dalam serangan drone AS– sebagai “The Beatles” karena aksen bicara mereka yang kental seperti anggota band terkenal Inggris di era 1960-an tersebut.

Kotey dan Elsheik, keduanya dulu warga London, ditangkap dua tahun silam oleh pasukan Kurdi yang kemudian menyerahkannya ke tentara AS di Iraq, di mana mereka dikurung selama 12 bulan.

Keduanya, yang telah dilucuti status kewarganegaraannya oleh Inggris, membantah tuduhan bahwa mereka menyiksa dan membunuh tawanan.

IS sempat menguasai wilayah seluas 88.000 kilometer persegi yang membentang dari barat Suriah hingga ke timur Iraq, yang mereka sebut sebagai wilayah Kekhalifahan Islam di Iraq dan Suriah (ISIS).

Investigator Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang masuk ke wilayah itu setelah direbut kembali dari tangan militan IS menyimpulkan bahwa mereka melakukan segudang kejahatan yang kemungkinan tergolong sebagai kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatinggrisiraqISISISsuriahThe Beatles
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya muslim india Uni Eropa Serukan Penyelidikan Peran Polisi dalam Kerusuhan Delhi yang Menindas Muslim
Tulisan selanjutnya Kenya Bagikan Masker kepada Pelajar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?