Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Serukan Penyelidikan Peran Polisi dalam Kerusuhan Delhi yang Menindas Muslim

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2020 23:06 11:06 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 7 Oktober 2020 23:06
Bagikan
muslim india
Kekerasan kasus UU CAB New Delhi India yang banyak menyasar Muslim
Bagikan

Hidayatullah.com– Uni Eropa telah meminta India untuk memenuhi komitmen hak asasi manusianya, dan melakukan penyelidikan “independen” terhadap peran polisi karena gagal mencegah bentrokan mematikan antara kelompok pengunjuk rasa yang berlawanan di New Delhi awal tahun ini. Komite Uni Eropa untuk hak asasi manusia menyerukan India untuk memenuhi komitmen hak asasi manusia dengan menerjemahkan ‘kata-kata menjadi tindakan’.

“Dengan keprihatinan besar saya telah mengamati kemerosotan aturan hukum di India, yang merupakan batu penjuru hubungan khusus kami,” kata Maria Arena, kepala Subkomite Parlemen Eropa untuk Hak Asasi Manusia, dalam sebuah pernyataan Senin malam. .

Dia mengatakan komunitas terpinggirkan di India, agama minoritas, terutama Muslim, masyarakat sipil, dan kritikus kebijakan pemerintah “telah berada di bawah tekanan untuk waktu yang lama,” katanya. “Protes yang meluas atas proses verifikasi kewarganegaraan yang diusulkan dan amandemen undang-undang kewarganegaraan yang diskriminatif telah mengakibatkan penahanan sewenang-wenang dan hilangnya nyawa yang tidak perlu. Jurnalis dan kritikus damai lainnya terus ditangkap di bawah undang-undang anti-terorisme dan hasutan yang kejam, sementara para pembela hak asasi manusia terus-menerus menjadi sasaran serius oleh pihak berwenang, “bunyi pernyataan itu.

Merujuk pada kerusuhan atas Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan (CAB) Februari ini di mana sedikitnya 54 orang, sebagian besar Muslim tewas, Arena mengatakan Amnesty International, yang telah menangguhkan operasinya di India karena “perburuan penyihir” pihak pemerintah, telah “mengungkap pelanggaran berat HAM yang dilakukan oleh polisi Delhi.”

“Dengan tidak adanya tindakan oleh otoritas India sejak pecahnya kekerasan, saya sangat mendukung seruan untuk penyelidikan yang cepat, menyeluruh, independen dan tidak memihak atas semua pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh petugas penegak hukum,” katanya. “Hal ini agar menjadi penyelidikan yang sepenuhnya independen, publik, dan transparan tentang peran polisi dalam gagal mencegah kekerasan yang meletus dan bahkan membantunya,” tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pengunjuk rasa berkemah di beberapa bagian ibu kota India selama berbulan-bulan menentang amandemen yang memungkinkan non-Muslim dari tiga negara tetangga yang didominasi Muslim untuk mendapatkan kewarganegaraan India.  Kritikus berpendapat Perdana Menteri India Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata (PBJ) yang berkuasa membangkitkan nasionalisme Hindu, dan mempromosikan sentimen anti-Muslim.

Mendesak India untuk menjunjung tinggi komitmennya kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk mendorong “partisipasi asli dan keterlibatan efektif masyarakat sipil dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia,” kata Arena: “Ini adalah waktu yang tepat bagi India untuk menerjemahkan kata-kata menjadi tindakan.”*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaKerusuhan Delhimuslim IndiapenyelidikanUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Suriah Promosikan Serial TV Turki, untuk Menarik Hubungan Lebih Kuat dengan Dunia Arab
Tulisan selanjutnya Dua Anggota “The Beatles” ISIS Dikirim ke Amerika untuk Diadili

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?