Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Kiai Abdullah Syukri Zarkasyi dan Pesan Kaderisasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Oktober 2020 20:17 8:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Oktober 2020 09:48
Bagikan
KH. Adullah Zarkasyi
Bagikan

Hidayatullah.com | TIGA orang santri terlihat sibuk dengan aktifitasnya, di antara mereka ada yang sedang berdiri memperhatikan para santri supaya bergegas menuju masjid, satunya lagi memindahkan karpet masjid yang basah terkena hujan menuju sebuah bangunan dan diterima oleh temannya lainnya untuk untuk dijemur. Seperti biasa, saya mencoba menyapa mereka satu persatu para santri.

Tanpa diduga santri pertama dengan ketus menjawab, “Ustadz saya masih sibuk menggerakan para santri.”  Santri kedua mendesah sambil menjawab, “Saya sedang menjalankan tugas, Ustad.” Sementara santri ketiga sambil tersenyum dan sesekali bershalawat menjawab, “Saya sedang sedang mengkader, Ustad,” katanya.

Cerita sederhana ini mewakili cara pandang semua orang terhadap apa yang sedang dia lakukan. Ada santri bahkan guru yang setiap hari mengeluh dengan aktifitasnya yang membosankan. Dia belum memiliki pandangan jauh ke depan, belum bisa memaknai apa yang dilakukan.

Santri kedua sudah mulai bisa memaknai, dia ingin menjalankan sebuah tugas yang diamanahkan, namun masih sebatas melaksanakan. Santri ketiga bersemangat dan berbahagia, karena sudah menemukan arti dari sebuah pengabdian, yaitu bukan hanya perbuatan fisik yang terikat dengan waktu sesaat, tapi jauh menembus waktu, yang dalam ucapan seorang kiai, yang baru wafat minggu ini, “Kita harus bergerak, tergerak, menggerakan.”

Santri ketiga sadar bahwa apa yang dia lakukan dengan penuh kesadaran akan menjadi contoh, uswah hasanah, atau bahasa lainnya disebut leaving a legacy (meninggalkan warisan). Menurut para psikologi keinginan atau kebutuhan meninggalkan warisan merupakan fitrah tertinggi manusia, setelah kebutuhan untuk hidup, dicintai dan juga kebutuhan belajar.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Pertanyaannya apakah hanya dengan menjemur karpet basah sudah menjadi sebuah warisan? Jawabannya kembali kepada cara pandang masing-masing tentunya, yaitu bagaimana memaknai apa yang dilakukan.

Bagi saya peribadi menjemur karpet itu merupakan sebuah pengabdian, khidmah, memberikan kenyamanan bagi orang-orang yang melakukan ibadah, shalat, I’tikaf, membaca Al-Qur’an, belajar bersama. Menanamkan nilai pengabdian kepada pelaku, bahwa menjadi pemimpin adalah berkhidmah, sebagaimana yang sering disebukan raisul qaumi khadimuhun, pemimpin suatu kaum adalah pelayannya.

Lord Hallifax seorang penulis handal berkata dalam salah satu karangannya, “Service is the rent the we pay for our room en earth.” Apabila kita artikan secara bebas,  bahwa pelayanan merupakan harga yang harus kita bayar untuk tempat kita di bumi.

Maka tidak heran ketika ada seorang syaikh yang memaksakan diri menanam pohon Zaitun di masa tuanya, yang mebuat seorang kaisar keheranan, karena secara fisik syaikh tersebut tidak mungkin bisa menikmati buah Zaitun yang dia tanam. Tapi dengan penuh keyakinan dengan aura keiklasan, syaikh tersebut menjawab, saya hanya berusaha memberikan warisan.

Memberikan warisan dalam artian memberikan manfaat, sumbangan yang mana hal itu masih terus terasa, baik langsung atau tidak langsung ketika pemberi warisan sudah tidak ada. Dia bukan hanya sekedar hidup tapi dia menghidupi, bukan hanya sekedah bergerak tapi menggerakan, bukan hanya sekedar berjuang tapi memperjuangkan, bukan hanya sekedar melaksanakan tapi dia mengkaderkan.

Ada banyak hal yang bisa menjadi warisan yang bermanfaat, dalam konteks kehidupan pesantren salah satunya adalah kaderisasi. Dia menjadi penentu stabilitas pesantren ketika ditinggal pendiri, dia akan menjadikan sebuah amalan yang terus meberikan pahala, kaderisasi merangkum tiga warisan yang sering disebutkan sang Nabi, yaitus sodaqah, baik fisik maupun non fisik, bangunan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Ilmu yang bermanfaat, karena terus dipraktekan dan diajarkan dan itu juga merupakan sadaqah yang utama, belajar kemudian mengajarkannya. Anak sholeh yang medoakan, dalam pendidikan, anak didik merupakan anak idiologis, yang do’a-do’anya serta perbuatan baiknya akan terus sampai kepada para guru, kiai dan orang-orang yang mengkadernya.

Tulisan ini saya peruntukan kepada kiai saya alm Dr. KH. Adullah Syukri Zarkasyi MA, yang ketika saya tulis namanya, untuk kesekian kalinya air mata ini mengalir. Semoga saya bisa menjadi kader beliau walaupun itu masih sangat jauh sekali panggang dari pada api.

Dalam ingatan kami, setiap kali mendengar ceramah-ceramah beliau semasa di pesantren dulu, membuat jiwa ini ingin langsung bergerak, menggerakan, mengkader para santri.

Tahun 2010 awal penulis pulang, sebagai alumni S1, dalam kebingungan dan kebimbingan penulis bermimpi, bertemu beliau, dengan senyum yang menawan, kami selalu diberi nasehat, “Kamu harus kuat, kamu harus kuat, mimpi yang tidak lama itu menjadi penyemangat untuk terus berbuat, bangkit dan tidak mudah menyerah.”

Semoga almarhun husnul khatimah dan semuan yang membaca tulisan ini bisa mejadi pewaris nilai-nilai dan kader-kader perjuangannya.*

 

Muhammad Irfanudin Kurniawan

Dosen STAI Darunnajah Jakarta

Ulujami, 27 Oktober 2020

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kaderisasiKH Abdullah Syukri ZarkasyiPP Modern Darussalam Gontorsantri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jerman Partial Lockdown Mulai 2 November
Tulisan selanjutnya Covid 19 Sudah Jelas Positif Covid-19 Perawat di Belgia Tetap Disuruh Bekerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?