Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Tantangan Dakwah di Era Medsos

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 September 2015 10:57 10:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 September 2015 12:15
Bagikan
Bagikan

MENIKMATI hiburan, tertawa, dan bersantai adalah kebutuhan manusia. Akan sangat bermanfaat jika kita menikmatinya secara cukup. Namun akan jadi masalah jika dilakukan terlalu banyak sehingga waktu terbuang percuma.

Salah satu sarana hiburan masa kini adalah media sosial (Medsos). Sarana yang satu ini bisa jadi sangat menyita waktu dan perhatian seseorang.

Penggunanya dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orangtua. Hampir semua orang memakainya karena media sosial ini sebagai simbol eksistensi seseorang dalam bersosial.

Media sosial memang bisa difungsikan sebagai alat refreshing yang menghibur, namun harus bisa dijadikan sarana menimba ilmu pula.

Maka mesti ada yang memposting sesuatu yang bermanfaat di dalamnya, yakni tentang mengingatkan kebaikan dan share ilmu agar isinya seimbang.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Jadi fungsi medsos bukan sekedar untuk menikmati hiburan yang hanya membuat tertawa-tawa dan membuat otak berhenti berpikir saja, melainkan untuk mengambil nasehat dan ilmu serta sebagai media untuk berbagi/sedekah ilmu sehingga ia isinya tidak hanya postingan makanan, lelucon, selfie, dan curhatan saja.

Namun khusus jika melakukan dakwah dan membagi ilmu di sosial media, tidak semua “teman sosmed” akan senang. Pasti saja akan ada yang merasa tidak suka dan bahkan tersinggung dengan apa yang kita posting.

Entah itu karena postingan kita isi kata-katanya terlalu keras dan tidak tepat, atau mungkin juga karena teman sosmed beda pemahaman sehingga ia merasa terserang oleh postingan kita, lalu bisa juga karena ia salah tafsir/salah persepsi ketika membaca postingan kita, hingga karena ia merasa bahwa kita tidak pantas memposting ilmu/dakwah karena kita bukan siapa-siapa.

Reaksi penolakan pun bermacam-macam, dari mulai nyinyir dengan membuat status yang ditujukan untuk si pendakwah/pembagi ilmu, lalu mendebat hingga memberi komentar-komentar meledek dan cacian. Sampai ada juga yang menolak tanpa basa-basi, yakni dengan langsung memblokir akun kita atau meng-unfriend/unfollow/unshare meski dalam dunia nyata ia berteman baik dan sangat akrab.

Maka dari itu, ini merupakan sebuah tantangan bagi para da’i (pendakwah) yang menggunakan media sosial sebagai alat dakwahnya agar dapat lebih hati-hati dan bijak dalam memposting konten dakwah.

Ia mesti bisa memilih postingan yang tidak yang kontroversi atau diperdebatkan ulama. Selain itu, postingan dengan isu atau tema yang sifatnya perlu tatap muka langsung sebaiknya tidak diposting. Kalaupun harus diposting, kata-katanya mesti tepat dengan penjelasan mendetail. Hal penting lain yang mesti diperhatikan adalah soal pemilihan waktu yang tepat, lalu dapat memilih kata-kata yang lembut, sopan, dan baik karena di dalam sosmed tidak ada intonasi nada bicara atau ekspresi wajah (meski ada emoticon).

Ia pun mesti bisa memaklumi bahwa tidak semua teman sosmed sehati.

Terakhir, bagi yang di friend list-nya ada da’i sehingga di beranda/home sering melihat postingan-postingan ilmu dan nasehat sebaiknya pintar me-manage hati. Jangan sampai berburuk sangka sehingga mengira teman kita yang sedang berdakwah itu riya, atau sedang mencari popularitas, atau hanya sekedar mencari like/love/retweet semata. Tidak hanya pendakwah, bukankah pengguna medsos yang memposting makanan, selfie, curhatan, lelucon, dan sebagainya pun bisa saja tujuannya hanya pencitraan, bahkan hanya ingin pamer saja, mencari banyak like/love/retweet, atau pujian sehingga dikagumi teman-temannya?

Kemudian jangan sampai pula kita terlalu cepat bereaksi ketika melihat postingannya yang tidak kita setujui sehingga kita membalasnya dengan komentar tanpa ilmu. Bisa saja kita tidak setuju disebabkan oleh kurangnya ilmu yang kita miliki.

Maka dari itu, jika ada teman berdakwah setidaknya kita mesti bersyukur ada teman yang sedang berusaha baik, menyebarkan kebaikan dan mewarnai dunia per-medsos-an. Bukan malah melemahkannya 😉 Wallohu’alam bishowab.*

Muhammad Ridwan
@muhammad_rdwn

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jejaring sosialmedia sosialmedsos
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Palestina Haniyah Serukan Mesir Hentikan Penggalian Terusan Air di Perbatasan Gaza
Tulisan selanjutnya Jangan Pergi ke Eropa, Khutbah Idul Adha Pengungsi Suriah di Edirne – Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?