Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Parlemen ‘Israel’ Mendukung Hubungan dengan Bahrain

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 11 November 2020 13:52 1:52 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 11 November 2020 13:49
Bagikan
Bendera 'Israel' dan Bahrain di depan pesawat yang dipakai delegasi Israel ke Bahrain
Bagikan

Hidayatullah.com–Parlemen ‘Israel’ pada Selasa (10/11/2020) memberikan suara untuk normalisasi hubungan dengan Bahrain dengan mayoritas anggota parlemen mendukung, lapor The New Arab. Sebanyak 62 anggota Knesset memilih untuk mendukung perjanjian yang diperantarai AS, dengan hanya 14 yang menentang.

Berbicara dalam debat yang disiarkan televisi, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mencaci partai tersebut karena sikapnya terhadap kesepakatan itu tetapi mengatakan akan ada peluang untuk “memperbaikinya” di masa depan, yang menyiratkan lebih banyak kesepakatan diplomatik dalam proses.

“‘Israel’ yang kuat membawa negara-negara Arab lainnya lebih dekat dengannya, termasuk negara-negara yang belum mempublikasikan normalisasi yang berkembang di antara kita,” katanya.  “Saya yakin akan ada lebih banyak negara yang secara resmi akan bergabung dalam lingkaran perdamaian,” tambahnya.

Uni Emirat Arab pada bulan Agustus menjadi negara Arab pertama yang menjalin hubungan dengan ‘Israel’ sejak Mesir pada tahun 1979 dan Yordania pada tahun 1994. Segera hal ini diikuti oleh Bahrain, dan kemudian oleh Sudan.

Kesepakatan yang diperantarai AS dengan UEA dan Bahrain diresmikan di Gedung Putih pada 15 September.  Pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang akan keluar telah mencoba untuk menengahi kesepakatan serupa dengan negara-negara Arab lainnya.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Di parlemen, Menteri Pertahanan Gabi Ashkenazi berterima kasih kepada pemerintah AS, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa dan putra mahkota.  Dia juga berterima kasih kepada Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif al-Zayani “yang akan segera mengunjungi ‘Israel’”.

Perjanjian Teluk dikutuk oleh Palestina sebagai “pengkhianatan” karena melanggar kebijakan Liga Arab selama bertahun-tahun tentang konflik Israel-Palestina. Daftar Gabungan juga menentang kesepakatan dengan UEA bulan lalu, meskipun disahkan dengan mayoritas besar dalam pertemuan Liga Arab.

Daftar Gabungan yang dipimpin Palestina menentang normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Negara Yahudi selama mereka terus menduduki wilayah Palestina yang direbut dalam perang Enam Hari tahun 1967.

“Tidak akan ada perdamaian tanpa akhir pendudukan,” kata ketua Daftar Gabungan Ayman Odeh dalam debat tersebut.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahrainhubungannormalisasiparlemen Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Pompeo Mengonfirmasi Penjualan Jet F-35 ke UEA
Tulisan selanjutnya Tips Membesarkan Anak-anak Bilingual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?