Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Umumkan Sanksi Balasan, Moskow Bilang Navalny Bisa Jadi Diracun di Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 November 2020 14:38 2:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 November 2020 14:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rusia menuding politisi pengkritik Kremlin, Alexei Navalny, bisa jadi diracun di Jerman atau di atas pesawat ketika diangkut ke Berlin.

Hal itu dikemukakan Menlu Rusia Sergei Lavrov ketika mengumumkan bahwa Kremlin akan menjatuhkan sanksi balasan terhadap sejumlah pejabat Jerman dan Prancis terkait kasus peracunan Navalny tersebut.

Navalny, seorang tokoh oposisi ternama Rusia, jatuh sakit dalam penerbangan dari Siberia menuju Moskow pada 20 Agustus. Dua hari kemudian dia dipindahkan lewat udara ke Berlin atas permintaan istrinya untuk mendapatkan perawatan lebih baik.

Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons mengkonfirmasi racun perusak saraf Novichok ditemukan dalam sampel darahnya.

Navalny dirawat di rumah sakit Charite di Berlin selama 32 sebelum diperbolehkan pulang pada bulan September.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kasus itu memperburuk hubungan antara Rusia dan Eropa Barat.

Uni Eropa, yang dimotori Prancis dan Jerman, lantas menjatuhkan sanksi atas 6 tokoh yang dikenal dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada bulan Oktober.

“Oleh karena sanksi Eropa ditujukan kepada pejabat-pejabat kepresidenan Rusia, maka sanksi balasan kami akan mencerminkan hal tersebut,” kata Lavrov dalam konferensi pers secara daring hari Kamis (12/11/2020) seperti dikutip Euronews.

“Mereka sudah mengambil keputusan Dan kami akan segera menginformasikan kolega-kolega kami di Prancis dan Jerman.”

Moskow menampik tuduhan bahwa pihaknya yang bertanggung jawab atas peracunan Navalny, Dan mengatakan tuduhan itu bertujuan mencederai Rusia.

“Kami memiliki alasan untuk memduga bahwa apapun yang terjadi dengan [Navalny] berkaitan zat beracun di dalam tubuhnya, bisa jadi hal itu dialaminya ketika berada di Jerman atau di dalam pesawat di mana dia dimasukkan lalu dikirim ke klinik 

Charite,” kata Sergei Lavrov, tanpa memaparkan bukti dugaannya.

Otoritas Rusia mengatakan tidak ada jejak racun dalam tubuh Navalny ketika dirawat di rumah sakit di Siberia. 

Vladimir Putin menyatakan dia sendiri yang turun tangan memperbolehkan tokoh oposisi itu dipindahkan ke Berlin.

Navalny sendiri, yang sedang dalam masa pemulihan, secara langsung menuding Putin terlibat dalam kasus yang dialaminya tersebut.

Pekan lalu, kantor yayasan anti-korupsi Navalny yang terletak di Moskow digeledah aparat dengan alasan berkaitan dengan ganti rugi yang belum ditunaikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alexei NavalnyJermanNovichokPrancisracunrusiaSiberiaVladimir Putin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sejarah Kelam Pembungkaman Gerakan Islam di Indonesia
Tulisan selanjutnya Pemerintahan Trump Larang Investasi Amerika di Perusahaan yang Berkaitan dengan Militer China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?