Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Sukses Kuliah Ya Sukses Berdakwah”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 November 2020 09:49 9:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 November 2020 09:49
Bagikan
pantangan pemuda
Bagikan

Oleh: Muhammad Abdul

 

Hidayatullah.com | SEIRING dengan perkembangan jaman nilai-nilai ke-islaman di kalangan anak-anak, remaja ataupun orang dewasa semakin memudar. Kemerosotan moral merupakan salah satu masalah sosial yang kerap terjadi di masyarakat.

Sering kita saksikan kasus korupsi, kekerasan seksual, tawuran di kalangan pelajar. Banyak media juga memaparkan tingginya tingkat kriminalitas, serta pergaulan bebas dan masih banyak contoh lainnya.

Banyak hal-hal menyimpang yang sedang melanda kebanyakan kaum remaja di Indonesia. Salah satunya adalah maraknya kasus narkoba yang beredar.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik , 24,5% penduduk Indonesia adalah pemuda kisaran 19-30 tahun secara kuantitas angka 24,5% cukuplah besar. Dengan angka ini seharusnya Indonesia lebih maju karena jumlah warga yang memilki usia produktif cukup lumayan tinggi.

Apakah kita sudah mendapatkan bentuk positif dari fakta tersebut? Apa yang sudah kita berikan untuk umat saat ini? Apakah pemuda islam sudah bisa menjawab dan menjadi solusi permasalahan umat ini?

Data badan narkotika nasional bahwa 22% pengguna narkoba adalah pemuda dan mahasiswa. Melihat  angka prevalensinya, kita sudah mencapai tahap yang mengkhawartirkan. Kurang ketatnya peraturan dan pengawasan dari pemerintah menjadikan penyebarannya menjadi mudah di tengah masyarakat.

Narkoba dan minuman keras seolah menjadi simbol kehancuran masyarakat pada saat ini.  Dan yang lebih menyedihkan adalah ketika masalah itu terjadi adalah kurangnya pendekatan dakwah yang mampu masuk sampai kepada setiap masyarakat termasuk sebagian kelompok pemuda-pemuda.

Dari contoh-contoh besar diatas kita beralih melihat hal-hal kecil disekitar kita yang masih membutuhkan pembenahan. Seperti pentingnya adab dan akhlak seseorang kepada oranglain.

Karena akhlak adalah pondasi dari cerminan kepribadian seseorang apabila akhlaknya telah bobrok maka yang lain pun akan bobrok juga. Berapa banyak kita lihat orang yang masih suka membuang sampah sembarangan? Berapa banyak orang yang mulutnya masih dipenuhi dengan kata-kata kotor yang tak pantas diucapkan? dan masih banyak contoh lain jika kita menguraikannya. Kita sebagai pemuda harus memiliki semangat utnuk menyeru kepada kebaikan, cegahlah kemungkaran sebelum kemungkaran tersebut terjadi.

Bil Hikmah

Dakwah adalah mengajak orang kepada Allah dengan hikmah. Dakwah harus disampaikan dengan cara bijak dan nasehat yang baik sehingga mereka meninggalkan kebathilan dan beriman kepada Allah.

Apakah dakwah hanya kewajiban para ulama dan muballigh saja? Jawabannya tentu saja tidak, karena dakwah adalah kewajiban setiap individu muslim dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. Terutama bagi kita para pemuda yang masih diberi nikmat kecerdasan juga fisik yang kuat oleh Allah.

Adapun para ulama dengan keilmuan yang dimiliki bertugas menyampaikan dan menjelaskan hukum-hukum dan permasalahan agama.

Allah berfirman ;

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS: Ali Imron: 110)

Dakwah itu sendiri memiliki cakupan yang luas, tidak mesti harus berceramah di masjid-masjid. Tetapi bukannya ceramah di masjid tidak diperbolehkan melainkan, sekarang kita ini hidup di jaman milenial dimana semuanya bisa terakses dengan mudah.

Dakwah tidak pernah terbatas oleh ruang karena semua ruangan di dunia ini adalah medan dakwah. Termasuk para mahasiswa, yang merupakan kaum muda dan memiliki intelektualitas.

Peran seorang mahasiswa merupakan hal penting untuk mengatasi masalah-masalah yang butuh perhatian dalam rangka menghindari kehancuran moral mahasiswa. Lazimnya kegiatan seorang mahasiswa di kampus adalah mengikuti perkuliahan dan belajar mencapai prestasi.

Disamping itu seharusnya kita juga memiliki peran untuk menjadi seorang da’i yang selalu mensyi’arkan dakwah islam. Karena dakwah dan kuliah bukanlah aktivitas yang berbeda namun, keduanya saling beriringan.

Adapun beberapa mahasiswa akademisi yang mengedepankan orientasi akademik. Sehingga mereka menganggap kuliah hanyalah sebatas belajar untuk memenuhi angka IPK tertinggi dan menganggap dakwah adalah jalan penghambat kesuksesan di kampus.

Menurut saya kesuksesan mahasiswa itu bukan hanya terletak pada angka akademisnya, melainkan juga sukses dalam berdakwah. Karena kesuksesan yang hakiki itu bukan hanya bersifat materil, namun juga keimanan yang kokoh, menjadi muslim sejati, menjadi da’i penerus yang menyebarkan risalah Nabi. Sebagai seorang mahasiswa jangan pernah takut untuk berdakwah. Dapat dikatakan sukses saat menjadi mahasiswa apabila dalam perjalanan “ngampus” kita dapat menciptakan nilai tambah untuk diri sendiri dan juga oranglain disekitar kita tentunya dengan tujuan mencapai falah (kemenangan) di sisi Allah.

Yang menjadi persoalan kemudian adalah tidak semua orang dengan mudah dapat mengorbankan apa yang mereka miliki untuk dimanfaatkan di jalan Allah. Mereka seolah takut akan menurunnya nilai akademis, takut banyaknya harta yang akan dikeluarkan dan masih banyak ketakutan-ketakutan dunia yang terbayangkan. Kita sebagai mahasiswa seharusnya tidak akan lepas dari dari persoalan semangat yang tinggi, kreativitas, gagah dan tangguh.

Dr. Yusuf Qardhawi beliau mengatakan “pemuda jika diibaratkan maka sama halnya seperti mentari yang bersinar terang terik di tengah siang”. Dari perkataan tersebut maka dapat kita pahami mengapa seorang pemuda diibaratkan terik dengan mentari yang bersinar terik di tengah siang , karena pemuda identik dengan semangatnya yang membara seperti api yang berkobar, yang mampu memberikan cahaya di tengah kegelapan.

Lantas apakah kita pantas untuk dikatakan da’i kampus yang masih memiliki semangat seperti kutipan tersebut? Sebagaimana pula sebuah syair menyatakan “subbabul yaum rijalul ghad” pemuda hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Oleh sebab itu merupakan sebuah kewajiban bagi kita sebagai seorang mahasiswa untuk menjadi da’i dan menciptakan generasi-generasi penerus jalan dakwah ini.*

Penulis adalah mahasiswa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berdakwahkuliahmahasiswa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dibeli Jutawan China, Merpati Balap dari Belgia Laku 26 Miliar Rupiah
Tulisan selanjutnya Juru Bicara Sekularisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?