Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

LGBT Antara Faktor Genetik dan Topeng HAM

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 November 2020 15:18 3:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 November 2020 15:30
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Oleh: Farah Arfiannisa

 

Hidayatullah.com | LESBIAN, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) terus menarik diperbincangkan karena melakukan advokasi terus menerus. Harapannya, LGBT bisa diterima secara hukum maupun kehidupan sosial yang layak.

Salah satu upaya mereka adalah mendirikan komunitas atau lembaga yang berperan sebagai wadah penyebar paham LGBT. Dengan membawa nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan dan Hak Asasi Manusia (HAM); mereka menyusup ke berbagai elemen masyarakat.

Pergerakan mereka yang tersistematis terlihat pada perjuangan legalisasi perkawinan sesama jenis di Indonesia, sebagaimana negara Amerika Serikat (AS) yang telah melegalkan perkawinan sesama jenis 2015 silam. Ironisnya, tidak sedikit kalangan intelektual mahasiswa yang kini terjerat paham LGBT, bahkan menjadi pendukung dan penyebar paham tersebut. Fakta ini terjadi di kampus Universitas Indonesia pada 21 Januari 2016, yang dihebohkan dengan publikasi layanan LGBT Peer Support Network.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Kaum LGBT mencari pembenaran ilmiah untuk membantah apa yang Allah Ta’ala sampaikan dalam ayat al-Qur`an. Beberapa penelitian dilakukan demi membuktikan bahwa penyimpangan seks LGBT merupakan bawaan gen, disebut teori Gen Gay. Artinya, seseorang yang orientasi seksualnya menyimpang dari kodrat sebenarnya disebabkan bawaan dari gen di dalam dirinya.

Namun, pembuktian atas teori Gen Gay terus dilakukan dan  akhirnya terpatahkan. Pada 1993, Dean Hamer menyatakan satu atau beberapa dari gen ibu yang terletak di kromosom Xq28 membawa sifat homoseksual yang diturunkan. Sayangnya, selama enam tahun tidak berhasil ditemukan adanya gen homoseksual tersebut.

Baca:  Homoseksual dan Lesbian dalam Perspektif Fikih (1)

Penelitian lain dilakukan oleh Prof Alan Sanders dari Universitas Chicago yang menyatakan pencarian atas Gen Gay ini bukan suatu hal yang bermanfaat. Ia mengatakan: “Izinkan saya memperjelasnya, saya tidak berpikir ada gen tunggal yang memerintah perilaku manusia yang sangat kompleks. Ada komponen-komponen genetik dalam semua yang kita lakukan, dan adalah suatu kebodohan untuk menyatakan gen-gen tidak terlibat. Tapi saya tidak berpikir gen-gen itu menentukan.”

Hasil penelitian tersebut membuktikan secara ilmiah bahwa homoseksual tidak ditentukan dari genetik. Terlebih, Allah Ta’ala menegaskan di dalam surat Al-A’raf bahwa azab yang ditimpakan kepada kaum Nabi Luth karena penyimpangan seksual yang mereka lakukan, bukan disebabkan faktor genetik atau bawaan.

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ ٱلْعَٰلَمِينَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada sesama lelaki), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas’.” (QS: Al-A’raf [7]: 80-81).

Allah SWT menciptakan manusia dengan fitrahnya, yaitu naluri (gharizah), kebutuhan jasmani (hajatul udhawiyah) dan akal. Sedangkan LGBT yang dihembus-hembuskan sesungguhnya menyalahi fitrah manusia dalam hal ini naluri melestarikan keturunan (gharizah na’u).

Baca:  Ustad, Ane Ingin Keluar dari GAY

Naluri inilah yang memunculkan rasa kasih sayang di antara manusia dan mendorong manusia untuk memiliki keturunan, sehingga manusia bisa terus mempertahankan keberlangsungan jenisnya. Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat An-Nisa’:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS: An-Nisa’ [4]: 1)

Ide HAM Menyesatkan

Konsep HAM, kesetaraan, dan sejenisnya yang dijadikan argumentasi bagi kaum LGBT dan pendukungnya adalah konsep yang bertentangan dengan Islam. Konsep ini lahir dari napas liberalisme yang menyerukan kebebasan dalam berperilaku.

HAM dijadikan asas untuk menjawab keprihatinan atas kaum LGBT yang tidak memiliki tempat di masyarakat. Para pegiat LGBT menggunakan dalih HAM agar LGBT mendapatkan hak sebagaimana manusia lainnya. Dengan membawa slogan HAM seolah menunjukkan LGBT adalah sesuatu yang wajar untuk diterima sebagai bagian dari hak seseorang dan patut dilindungi dari tekanan pihak tertentu.

Baca:   Tips Bentengi Anak dari LGBT dan Efek Negatif Gadget

Isunya semakin diarahkan pada cara berpikir yang bebas untuk berperilaku dan memilih orientasi seks. Jelas sekali bahwa seluruh gagasan tersebut bertentangan dengan Islam yang menetapkan setiap amal manusia harus terikat pada hukum syara’, bukan bebas sekehendak nafsunya.

Alat Penjajahan

LGBT merupakan sebuah agenda global yang sengaja dirancang untuk menghilangkan identitas Islam dari diri kaum Muslimin. Penyebaran isu LGBT dilakukan dengan soft-power yang tanpa terasa membuat seseorang terbius oleh paham ini.

Terlihat dari upaya Barat dalam mendukung penyebaran LGBT ke seluruh dunia dengan melegalkan perkawinan sesama jenis, seperti di Belanda, Spanyol, Argentina, Norwegia, Portugal, Perancis, dan tahun lalu AS ikut melegalkannya. Kenyataannya, negara Barat khususnya AS, mengemban misi penyebaran LGBT ke seluruh dunia yang dinyatakan dalam release yang berjudul AS Mendukung Perlindungan Kaum LGBT. (http://indonesian.jakarta.usembassy.gov/news/embnews_15052012.html)

Bahkan, dunia internasional membentuk SOGI (Sexuality Orientation and Gender Identity) Project yang mendanai setiap komunitas atau lembaga LGBT dalam setiap pergerakannya melalui World Bank.  Bila demikian tidak patut bagi seorang Muslim terjebak dalam misi semacam ini yang dapat mendistorsi, bahkan menghancurkan identitas Islam dari diri kaum Muslimin. Apalagi menjadi bagian dari orang-orang yang mengadopsi paham LGBT dan menyebarkannya ke tengah-tengah masyarakat.

Mengakui atau mentoleransi tindakan LGBT adalah sebuah perilaku yang melanggar hukum syara’, karena hakikatnya LGBT merupakan penghinaan terhadap fitrah manusia yang telah Allah ciptakan, menjatuhkan derajat manusia yang memiliki akal menjadi lebih rendah dari pada binatang. LGBT bukanlah hak asasi yang patut untuk diperjuangkan atau dipertahankan, melainkan sebuah penyakit kelainan yang penderitanya harus disembuhkan dan diberi pencerdasan Islam. Ingatlah azab yang telah menimpa kaum Nabi Luth bisa jadi menimpa Anda yang juga menirukan perilaku hina mereka. Wallahu a’lam. *

Pemerhati masalah sosial

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Faktor GenetikGen GayHak Asasi ManusiaHAMhomoseksuallgbt
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pejabat Iraq: Sejumlah Roket Mendarat di Zona Hijau Baghdad
Tulisan selanjutnya Petani Radikal Belanda Menggeruduk Den Haag Naik Traktor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?