Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Halal

Yakin ‘Kalkulator Allah’, Aqsha Mart kini Melesat dengan Niat dan Keberkahan

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Desember 2020 14:33 2:33 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 Desember 2020 14:33
Bagikan
Ustad Bahtiar Nasir (UBN) meresmikan Aqsha Mart
Bagikan

Hidayatullah.com–Awal adalah sebuah perjuangan. Pikiran beberapa jamaah Masjid Al Aqsha Delatinos pusing mencari jalan, bagaimana agar perjuangan dakwah masjid ini bisa terus berjalan.

Beberapa orang merogoh saku patungan, terkumpul Rp 36 juta.  Itulah awalnya, akadnya mirip modal kepesertaan koperasi. Niatan investasi ini agar hasil penjualan bisa dijadikan pemasukan masjid.

Warung kecil itu menjual gas elpiji dan air mineral bagi warga muslim komplek. Sambil jalan, beberapa barang dagangan mulai bertambah termasuk diantaranya buku – buku dakwah, madu, kurma, obat – obatan herbal, hingga alat-alat bertani hidroponik.

Di  awal berdirinya, toko ini memiliki omzet sekitar Rp 9 jutaan per bulan. Artinya, per hari omzetnya sekitar Rp 300 ribu. Sesuai dengan maksud dan tujuannya, maka “code of conduct” bisnisnya dibuat se syari mungkin, jangan sampai ada yang melenceng.

Tiap shalat lima waktu, toko harus tutup, semua kru harus shalat jamaah di masjid, hanya menjual produk yang berlabel halal MUI. Toko juga tidak menjual rokok, tidak menjual minuman bersoda, tidak menjual kontrasepsi, tidak mengambil keuntungan yang berlebihan, 2.5% dari penjualan langsung dimasukkan dalam kas masjid, harus menjadi toko yang paling murah di komplek.

Baca Juga

Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
Cek Bahan Kosmetik Anda: Cantik Tapi “Haram” Buat Apa?
Percepatan Sertifikasi Halal” di kantor MUI
Ada Apa di Balik Gurihnya Mie Instan?

Anehnya, dengan aturan – aturan tersebut, toko tidak pernah mengalami defisit operasional. Bahkan semakin lama omzet semakin bertambah otomatis kontribusi ke masjid menjadi semakin besar.

Tepay Desember 2016, setelah acara 212 yang fenomenal di Monumen Nasional (Monas), dua orang pengurus masjid terlibat diskusi yang serius di depan bundaran patung kuda membahas masa depan toko. Ghirah (semangat) mereka adalah menjadikan kaum Muslim mandiri dalam hal ekonomi, tidak didikte oleh kekuatan perdagangan modern yang semakin terasa menyingkirkan para pedagang tradisional.

Ghirah tersebut disalurkan dengan merubah toko di sudut masjid itu menjadi sebuah Mart profesional yang bersanding dengan mart – mart modern di sisi kiri dan kanannya. Akhirnya, toko tersebut berubah nama menjadi Aqsha Mart, mengadopsi spirit 212 untuk bergerak bersama seluruh jamaah.

https://www.instagram.com/p/BkMsYpbA9Eb/?igshid=1mmb71e8y0tjd

Tahap awal dimulai dengan menghitung ulang aset, menawarkan pengembalian modal investasi para investor yang jumlah awalnya Rp 36 juta tersebut dengan dua opsi. Opsi pertama, dikembalikan dengan bagi hasil, kedua, disedekahkan untuk kegiatan dakwah dalam bidang ekonomi.

Alhamdulillah, sebagian besar para investor mengikhlaskan modal awal tersebut dilebur dalam aset awal Aqsha Mart. Tahap berikutnya adalah membangun equity baru dengan menghubungi para dermawan dan pengusaha muslim yang peduli kepada dakwah.

Dana awal terkumpul uang Rp 100 juta untuk mengisi toko dengan rak dan barang dagangan. Distributornya juga memberikan kemudahan konsinyasi sehingga tidak ada cash yang mati terpendam di etalase toko. Tiap barang yang tidak laku dengan cepat bisa diganti. Kini, setelah tiga tahun lebih sejak menjadi toko profesional, omzetnya mencapai Rp  5,5 Miliar per tahun.

“InsyaAllah tahun ini ditargetkan mencapi Rp 7 Miliar. Jumlah item yang dijual sudah mencapai 4000 SKU (stock keeping unit), keuntungan kotor mencapai 17 persen,” kata salah satu pengurus.

Tokoh yang menggunakan taqline, ‘halal, murah, berkah’ ini menjangkau pelanggan beragam. Tidak hanya menjangkau warga muslim, tapi juga seluruh warga komplek bahkan hingga warga diluar komplek.

Roadmap Aqsha Mart ini kini telah menjadi rujukan bagi mart – mart komunitas yang lain di lingkungan BSD bahkan Tangsel. Pengurus mengakui, tidak hanya angka – angka pencapaian bisnis yang dijadikan motivasi, tapi lebih dari itu, ghirah ataupun semangat dari warga muslim untuk mengembangkan komunitas menjadi lebih baik dengan cara – cara islami patut menjadi contoh.

Para pengurus meyakini, dengan ‘kalkulator Allah’ jika diikuti secara istiqamah, dan dijalankan dengan profesional, akan mendatangkan keberkahan. “Banyak yang kita rencanakan dan perhitungkan dengan detail, namun keberkahan itu tidak pernah bisa terukur,” demikian menurut pengelola yang tidak mau disebutkan namaya.*/ Surya Sidharta

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aqsha Martekonomi umatMasjid Al Aqsha Delatinos
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih 20.000 Orang Ditangkap Interpol dalam Operasi Pemberantasan Penipuan Internet dan Telepon
Tulisan selanjutnya Kalimah Thoyyibah: Antara Faedah, Ghirah dan Tarbiyah Aqidah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Info Halal

Perlunya Mencermati Label Makanan

26 Desember 2022 16:30
Info Halal

Produk Makanan Halal Indonesia Peringkat Dua Dunia,  Kemenag Berkoordinasi terkait Sertifikasi Halal

12 Desember 2022 13:45
Titik Kritis Keharaman Burger
Info Halal

5 Titik Kritis “Keharaman” Burger

12 Desember 2022 05:00
Info HalalRagam

Kemana Perginya “Turunan” Babi?

10 Desember 2022 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?