Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Para Perempuan Petani Urban Mengalahkan Kelaparan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 14 Desember 2020 13:50 1:50 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 14 Desember 2020 13:50
Bagikan
Anadolu Agency
Bagikan

Hidayatullah.com— Selama satu dekade terakhir para petani perempuan di daerah perkotaan negara di bagian selatan Afrika tidak hanya menjembatani kesenjangan dalam kebutuhan pangan, namun juga memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga mereka.

Ketika Denis Chihota, bekerja sebagai pengantar barang di salah satu departemen pemerintah di ibukota Harare, tidak dapat memperoleh penghasilan yang cukup bagi enam anak dalam keluarganya, istrinya yang berumur 47 tahun Madeline beralih ke pertanian.

Meski menanam tanaman di tengah kota tetap ilegal, Madeline telah memanen empat ton jagung di petak-petak tanah di sekitar rumahnya, meski cuaca buruk dan sedikit hujan tahun ini. Ia mengatakan bahwa usahanya bertani tidak hanya mengalahkan kelaparan tetapi juga menambah penghasilan keluarganya.

“Saya menghasilkan 2.800, dolar Zimbabwe [34 AS Dolar]. Saya berterima kasih kepada istri saya atas pekerjaan yang dia lakukan dengan bercocok tanam di ladang kecil. Dia membawa lebih banyak makanan di atas meja daripada saya,” kata suaminya kepada Anadolu Agency.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Komite Penilaian Kerentanan Zimbabwe (ZimVAC), lebih dari 2,2 juta orang di kota-kota di Zimbabwe menghadapi kerentanan pangan. Program Pangan Dunia (WFP) PBB telah meningkatkan program bantuan perkotaannya dengan memberikan bantuan tunai bulanan kepada setidaknya 550.000 warga Zimbabwe di 20 daerah perkotaan yang paling rawan pangan di negara itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan Juni tahun ini, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) memberikan bantuan 10 juta AS Dolar kepada keluarga di daerah perkotaan yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari mereka karena dampak Covid-19.

Bahkan saat bantuan makanan mengalir masuk ke penduduk kota yang putus asa, petani wanita perkotaan Zimbabwe seperti Madeline telah menjadi sukses besar karena mereka tidak hanya mengatasi defisit pangan tetapi juga berkontribusi pada ekonomi negara yang berada dalam keadaan koma.

“Ini semua karena mereka melihat laki-laki mereka berjuang untuk memenuhi kedua kebutuhan sehingga perempuan di kota-kota besar dan kecil di sini menempati ruang yang tersedia untuk menanam tanaman guna melengkapi kebutuhan pangan domestik mereka,” kata Bheki Dlodlo, seorang ahli pembangunan independen yang berbasis di Harare.

Pengangguran mendorong perempuan untuk bertani

Catherine Mukwapati, seorang pembela hak perempuan terkemuka yang mengepalai Jaringan Aksi Dialog Pemuda, memperkirakan bahwa ada 230.000 perempuan di seluruh kota dan kota yang terlibat dalam pertanian perkotaan.

Kepada Anadolu Agency, Claris Madhuku, seorang aktivis sosial, mengatakan bahwa pengangguran juga mendorong perempuan perkotaan untuk bertani.  “Seperti warga lainnya, Anda akan menemukan bahwa perempuan juga datang ke kota dengan harapan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan saat mereka bergabung dengan suami atau kerabat mereka. Tapi mereka tidak mendapatkan apapun dan pada akhirnya ada yang beralih ke pertanian. Mereka menjual produknya bahkan menyediakan makanan untuk keluarganya,” katanya.

Krisis menyebabkan para perempuan harus turun tangan. “Ada krisis pangan di kota-kota. Sebagai perempuan, kita tidak bisa hanya duduk dan menonton apakah kita berada di kota atau desa. Kami hanya harus melakukan apa yang kami bisa untuk memastikan ada makanan di rumah kami,” kata Madeline, sambil berjalan pergi dengan sekeranjang jagung yang dia tanam di sekitar rumahnya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Krisis panganperempuanZimbabwe
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bareskrim Polri Saksi IPW: 3 Pelanggaran SOP Dilakukan Polisi pada Kasus Penembakan Anggota FPI
Tulisan selanjutnya Bagaimana Social Distancing Mempengaruhi Otak Kita?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?