Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qatar Kembali Menjadi Tuan Rumah Putaran Berikutnya dari Pembicaraan Pemerintah Afghanistan-Taliban

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 28 Desember 2020 20:25 8:25 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 28 Desember 2020 20:25
Bagikan
pejuang taliban
Anggota Taliban Afghanistan.
Bagikan

Hidayatullah.com–Putaran negosiasi berikutnya antara Taliban dan pemerintah Afghanistan akan diadakan di Qatar mulai bulan depan, kata seorang pejabat tinggi. Qatar tetatp menjadi tuan rumah meskipun baru-baru ini Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyerukan agar mereka dipindahkan pulang.

Perundingan perdamaian dimulai pada 12 September di sebuah hotel mewah di Doha, tetapi negosiasi saat ini sedang jeda hingga 5 Januari.

“Putaran kedua pembicaraan akan dimulai pada 5 Januari di Doha,” kata Faraidoon Khwazoon, juru bicara Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, yang memimpin proses perdamaian secara keseluruhan di negara itu, Ahad (27/12/2020).  “Komite kepemimpinan dewan… memutuskan untuk mengadakan pembicaraan di Doha,” demikian ciutanya di twitter, menambahkan bahwa banyak negara yang sebelumnya secara sukarela menjadi tuan rumah pembicaraan menarik tawaran mereka karena Covid-19.

Dalam pernyataan terpisah, kepresidenan mentweet bahwa Ghani dan Abdullah Abdullah, yang memimpin dewan, mengadakan pertemuan pada hari Ahad.  Keduanya “membahas tempat untuk putaran pembicaraan berikutnya”, setelah Ghani mengumumkan dukungan pemerintah untuk pembicaraan tahap kedua dengan Taliban, kata kepresidenan.

Sebelumnya pada bulan Desember, negosiator dari kedua belah pihak memutuskan untuk istirahat setelah berbulan-bulan pertemuan yang seringkali membuat frustasi yang terhambat oleh perselisihan mengenai kerangka dasar diskusi dan interpretasi agama.  Sebelum istirahat, para perunding akhirnya mengumumkan bahwa mereka siap untuk melanjutkan daftar awal agenda ketika pembicaraan dilanjutkan pada 5 Januari.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tetapi Ghani dan beberapa pejabat tinggi Afghanistan lainnya segera menyerukan agar pertemuan putaran berikutnya diadakan di Afghanistan. “Tidak pantas ngotot ngobrol di hotel-hotel mewah. Rakyat perlu melihat bagaimana pembicaraan itu terjadi, masalah mana yang menjadi fokus dan mengapa,” kata Ghani segera setelah jeda pembicaraan diumumkan.

Taliban tidak mengomentari seruan Ghani, tetapi mereka di masa lalu selalu menolak untuk mengadakan negosiasi di Afghanistan.  Kelompok bersenjata memiliki kantor politik di Doha dan tim negosiasinya berada di sana.

Pembicaraan itu menyusul kesepakatan penarikan pasukan penting yang ditandatangani pada Februari oleh Taliban dan Washington, yang akan membuat semua tentara asing meninggalkan negara yang dilanda kekerasan itu pada Mei tahun depan.

Rencana untuk negosiasi baru datang di tengah gelombang kekerasan di seluruh Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk di Kabul, yang telah menyaksikan serangan bom rutin dan pembunuhan yang ditargetkan terhadap tokoh-tokoh terkemuka.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistanpembicaraan damaiQatarTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kamp Pengungsi Suriah di Libanon dibakar, 75 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Tulisan selanjutnya Penelitian: Susu Kambing Kaya Nutrisi dan Turunkan Kolesterol Jahat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?