Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Perintahkan Karantina 56 Juta Warganya selama 6 Minggu

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Januari 2021 13:52 1:52 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Januari 2021 13:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan  karantina wilayah nasional baru di Inggris akan dimulai pada Selasa hingga sekitar pertengahan Februari untuk membendung lonjakan kasus Covid-19 di negara itu.  Dalam pidato nasional keempat Johnson sejak pandemi dimulai, dia mengatakan varian mutasi baru Covid-19 sangat mengkhawatirkan karena jenis virus itu 50-70 persen lebih mudah menular, kutip Anadolu Agency.

Rumah sakit berada di bawah tekanan kuar dan kematian naik 20 persen selama seminggu terakhir. Johnson kemudian mengumumkan karantina wilayah nasional ketiga di Inggris dan meminta warga untuk tinggal di rumah.

Ada pengecualian terbatas dari karantina wilayah tersebut, yaitu untuk bekerja bagi yang tidak bisa bekerja dari rumah, berbelanja makanan dan obat-obatan, berolahraga, memberikan perawatan kepada orang yang rentan atau menghadiri pertemuan medis.  Semua sekolah dasar dan menengah serta perguruan tinggi akan beralih ke pembelajaran jarak jauh hingga semester pertama pada pertengahan Februari.

Dia mengatakan bahwa sekolah bukan tempat yang tidak aman dan anak-anak berisiko kecil menderita sakit parah akibat Covid-19, tetapi sekolah bisa bertindak sebagai vektor penularan yang menyebabkan virus menyebar antar keluarga.  Johnson mengumumkan bahwa dia menargetkan karantina wilayah berakhir pada pertengahan Februari.

Pada saat itu, pemerintah diperkirakan sudah bisa memberikan vaksin kepada kelompok yang paling rentan secara klinis di masyarakat serta petugas kesehatan. Ini akan memungkinkan pemerintah untuk terus mendorong negara keluar dari karantina wilayah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perdana Menteri mengatakan dia tahu bahwa warga mengetahui lebih dari cukup pedoman pemerintah tentang cara mengalahkan virus ini, tetapi semua pihak tetap harus bekerja sama. Johnson menegaskan Inggris akan mendapatkan vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford-AstraZeneca mulai kemarin.

Ia mengatakan, kelompok sasaran utama mendapat suntikan pada pertengahan bulan depan sebagai upaya melawan Covid-19. “Saat ini, saya tegaskan kita perlu tinggal di rumah lagi, membantu Dinas Kesehatan dan menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Johnson juga mendapat tekanan dari para ilmuwan, partai oposisi, dan negara-negara lain di Britania Raya (Inggris) untuk bertindak lebih tegas.  Sebelumnya, Skotlandia mengumumkan siap menerapkan karantina wilayah lagi selama sebulan.

Menyusul penularan varian Covid-19 baru yang menimbulkan ancaman infeksi yang lebih tinggi, pejabat kesehatan kepala Inggris memperingatkan untuk meningkatkan skala peringatan nasional menjadi maksimal lima. Perintah lockdown yang diumumkan oleh Johnson serupa dengan metode pengawasan nasional pertama yang diterapkan pada Maret hingga Juni tahun lalu dan berlangsung hingga November.

“Berkat keajaiban sains, tidak hanya akhir yang terlihat, tetapi kita tahu persis bagaimana kita akan sampai di sana. Tapi untuk saat ini, saya khawatir Anda harus sekali lagi tinggal di rumah, melindungi NHS [Layanan Kesehatan Nasional], dan menyelamatkan nyawa,” kata Johnson.

Data pemerintah Inggris yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa ada 58.784 kasus yang tercatat di seluruh Inggris selama 24 jam terakhir, total harian tertinggi sejak pandemi dimulai. Jumlah kasus harian telah melampaui angka 50.000 selama tujuh hari berturut-turut. Jumlah total kasus positif sejak awal pandemi mencapai lebih dari 2,71 juta.  Sementara itu, 407 orang meninggal akibat virus korona dalam satu hari terakhir, sehingga total kematian menjadi 75.431.

Siaga tertinggi

Sebelum pidato Johnson, empat kepala petugas medis Inggris untuk pertama kalinya menaikkan tingkat kewaspadaan Covid-19 Inggris dari Level 4 menjadi Level 5, yang merupakan tingkat tertinggi. Menurut informasi pemerintah, Level 5 berarti ada risiko material dari layanan kesehatan yang kewalahan.

Sistem tingkat peringatan Covid-19 terpisah dari sistem tingkat yang diberlakukan di Inggris. Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon pada hari sebelumnya mengumumkan karantina wilayah nasional di seluruh daratan Skotlandia dan sebagian besar pulau-pulaunya hingga akhir Januari efektif mulai Senin tengah malam.

“Sangat penting bagi kami untuk lebih membatasi interaksi antara rumah tangga yang berbeda untuk membendung penyebaran dan mengembalikan situasi terkendali, sementara kami memvaksinasi lebih banyak orang,” kata Sturgeon.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19inggriskarantina wilayahlockdown
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPK Lantik 38 Pejabat Struktural Baru, Novel Baswedan: Saya Prihatin
Tulisan selanjutnya Menghadapi Waswas di Akhir Zaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?