Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Bashar sudah Bunuh Separuh Penduduk Suriah untuk langgengkan Kekuasaan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 April 2014 13:12 1:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 April 2014 13:11
Bagikan
Anggota Ikatan Ulama Homs Syeikh Anas As-Suwaid
Bagikan

MINGGU ini, para ulama Suriah berkumpul di Turki untuk merintis Dewan Syariah Independen. Kehadiran lembaga ini akan menjadi rujukan bagi rakyat Suriah yang sudah lama dijauhkan dari ulama.

Tidak kurang 77 ulama Suriah hadir dalam acara “Muktamar Ulama Tinggi Suriah” yang diselenggarakan sejak hari Jumat-Sabtu (11-12/04/2014) ini di Turki. Di antaranya hadir 77 ulama ternama seperti; Ketua Rabithah Ulama Syam Syeikh Dr Usamah Ar-Rifa’i, Pakar Tafsir Syeikh Profesor Muhammad Ali Ash Shobuni, Syeikh Anas As-Suwaid, Syeikh Adnan Al Ur’ur—Pakar Kajian Anti Syiah Internasional, Ulama Karismatik Suriah Syekh Abdur Bashir At Tartusi, Ketua Persatuan Ulama Idlib Syekh Musthafa Rahal, dan masih banyak lagi.

Ulama Muda Homs, Syeikh Anas Ahmad Suwaid menyebut selama ini para ulama mendapatkan tekanan untuk berdakwah dan mengeluarkan fatwa.

Lahirnya dewan yang berisikan ulama-ulama berpengaruh Suriah ini diharapkan dapat menyatukan fatwa-fatwa yang ada . Ini menjadi tonggak dalam menegakkan daulah yang berlandaskan Syariat Islam.

Wartawan Indonesia yang tergabung dalam Tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU), termasuk hidayatullah.com, berkesempatan untuk mewawancarai Syeikh Anas di tengah jeda Muktamar Suriah yang digelar di Turki, Jumat-Sabtu (11-12 April 2014). Dengan ramah dan penuh perhatian, ulama yang pernah langsung menyampaikan nasihat kepada Bashar al Asaad Asad ini memberikan jawaban atas pertanyaan yang disodorkan. Bagaimana kondisi Suriah terakhir? Bagamimana peranan ulama? Dan apa nasihatnya bagi kaum Muslimin di Indonesia? Berikut petikan wawancara Tim JITU:

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Bisa Anda jelaskan kondisi yang terjadi di Suriah?

Selama kurang lebih 40 tahun rakyat Suriah berada dalam kondisi tertindas dan tertekan oleh rezim berkuasa. Kebebasan dan keadilan terenggut dari mereka. Tidak ada seorangpun yang berani berkata kebenaran melainkan pasti akan ditindas.

Lebih dari itu, shalat pun dilarang dalam pendidikan militer selama dua tahun. Mereka  mengatakan bahwa di Suriah ini tidak ada Allah,  astaghfirullah…! Telah nampak bahwa ini adalah kekufuran yang jelas (kufrun bawwah).

Tidak ada selama perjalanan sejarah di Suriah, penguasa  yang menghina Kalimat Tauhid kecuali rezim yang berkuasa saat ini. Mereka dengan berani mengganti kalimat tauhid la ilaaha illallah menjadi  “laa ilaaha illaa Bashar al Asaad”.

Sekian lama rakyat sabar dengan kekejaman dan tingkah laku yang melampaui batas dari penguasa. Hingga akhirnya mereka pun bangkit untuk membela kehormatan Islam, keadilan, kemerdekaan dan hak-hak kemanusiaan mereka.

Pada mulanya, mereka hanya melawan secara sendiri-sendiri. Mereka adalah anak-anak Suriah yang mencoba untuk membela ibunya, ayahnya, saudarinya dan syiar-syiar agamanya. Terlebih lagi ketika melihat masjid-masjid dihancurkan dan mushaf Al-Qur’an dibakar, maka semangat juang mereka semakin tumbuh. Dan terus berlanjut hingga mereka  membentuk kelompok-kelompok jihad fii sabilillah.

Apa perasaan kaum Muslimin di Suriah dengan masuknya aliansi Syiah?

Kondisi di Suriah semakin parah sejak masuknya intervensi dari kelompok Syiah dari Iran, “Hizbullah”, Kelompok Moqtada Al Shadr dari Iraq dan Syiah Houthi dari Yaman.

Sekte-sekte sesat ini berdatangan secara berhamburan seperti air terjun yang mengalir deras.

Mereka datang untuk membunuhi anak-anak dan orang-orang kami dan segala bentuk permusuhan lain yang mereka tampakkan dalam krisis ini. Namun anehnya tidak ada satu pun suara di dunia ini yang mengatakan hal itu adalah tindakan terorisme.

Komandan tinggi pertahanan udara, Jamal Hasan pernah mengatakan, sebelum terjadinya pengeboman dengan bom kimia, biarkan saja kami akan memusnahkan bakteri-bakteri itu. Tentu saja yang dimaksud adalah kaum Muslimin. Inilah pemikiran yang menguasai Suriah saat ini. Sebenarnya yang terjadi jauh lebih meyakitkan daripada apa yang Anda lihat di media.

Sejauh ini, apa saja kemajuan yang didapatkan Mujahidin?

Alhamdulillah saat ini semua urusan Mujahidin hakikatnya di tangan Allah ta’ala. Dengan karunia Allah, tidaklah berhenti peperangan di suatu tempat melainkan Allah memberikan kemenangan di tempat lain. Alhamdulillah akhir-akhir ini, kami mendapatkan kemenangan-kemenangan.

Saat ini pertempuran sedang diarahkan ke kawasan pinggiran Suriah di sebelah barat, tempat markas rezim. Dan ini menjadi pertempuran yang menentukan.

Apa yang sudah dilakukan ulama untuk menyatukan kekuatan kaum Muslimin di Suriah?

Semenjak berlangsungnya revolusi selama 3 tahun,  kami dari awal sampai sekarang ini bersama perjuangan rakyat Suriah.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh oleh para ulama saat ini dengan menyelenggarakan majelis ulama seperti saat ini. Dengan tujuan untuk mempersatukan suara umat, dan fatwa para ulama Suriah terkait dengan perjuangan rakyat Suriah serta bimbingan untuk mereka.

Apa yang dikatakan pihak rezim Bashar al Asaad ketika Anda dan para ulama menasihati?

Setelah memberikan nasihat kepada Bashar al Asaad, kami kembali bertemu dalam pertemuan khusus yang hanya dihadiri sedikit orang. Terlihat bahwa rezim tidak mempedulikan nasib rakyatnya yang sebagian besar adalah kaum Muslimin.

Mereka menginginkan pemusnahan kaum Muslimin dan orang-orang Nushairiyah tetap hidup. Bahkan mereka telah menyatakan dengan satu suara bahwa tidak mengapa apabila jumlah penduduk Suriah yang 20 juta harus dimusnahkan setengahnya demi kelanggengan rezim ini.

Apa nasihat dan arahan Anda bagi kaum Muslimin di Indonesia?

Tidak ada yang diharapkan dari rakyat Suriah, melainkan hanya kepedulian dan doa dari negeri-negeri Muslim. Hendaklah mereka mendoakan saudara mereka di Suriah dan kemudian bantuan materi serta dukungan tenaga.* [JITU]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al asaadHizbullahiraqsuriahyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ikatan Ulama Suriah : Turki Dukung Penuh Perjuangan Rakyat Suriah
Tulisan selanjutnya Tiga Langkah Pegawai Jadi Pengusaha, Bercocok Tanam dengan Wahyu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?