Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Sabar dalam Dakwah adalah Keberuntungan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 28 Januari 2021 11:57 11:57 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 28 Januari 2021 11:57
Bagikan
Ustadz Abdul Somad (UAS) dibonceng oleh salah seorang kru dalam salah satu safari dakwahnya.
Bagikan

Hidayatullah.com | SECARA khusus, kata “sabar” dipilih oleh Allah Ta’ala dalam surat al-Asr [103] setelah kata haq (kebenaran). Wa tawaashou bish-shobr.

Surat yang turun di Makkah ini amat penting, sampai-sampai Imam Syafe’i dalam tafsirnya menulis tentang ayat ini, “Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah atas para hamba-Nya melainkan hanya surat ini (saja), niscaya itu telah cukup.”

Yang menarik, sabar dalam ayat ini, menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, bermakna tabah menghadapi musibah, malapetaka, atau gangguan yang menyakitkan dari orang-orang yang ia seru untuk melakukan kebajikan, dan ia larang dari melakukan kemungkaran.

Harus kita akui, menyeru kepada kebaikan memang tak mudah. Terlebih melarang kepada kemungkaran. Banyak yang akan menentangnya, apalagi bila mereka sudah merasa kenyamanannya terusik, entah kepentingan duniawinya, atau kesenangan syahwatnya.

Manusia yang sudah merasa nyaman dengan suatu keadaan cenderung mempertahankan keadaan itu. Bahkan, tak sedikit yang rela melakukan apa saja agar keadaan itu tak berubah. Mereka bahkan tak takut dengan azab Allah Ta’ala yang bisa memporakporadakan kenyamanan itu sewaktu-waktu .

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Allah Ta’ala sudah mengingatkan hal ini dalam Al-Qur’an Surat Al A’raf [7] ayat 99;

أَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

“…Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang datang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Al-Qur’an Surat Al A’raf [7] ayat 99).

Jadi, kalau bukan karena perintah bersabar, mana mungkin para dai akan kuat mengajak orang-orang yang telah terlena ini untuk mengingat Dzat yang mampu melenyapkan segala kenikmatan dalam sekejap? Bukti telah banyak terpapar di depan mata bagaimana para penyeru kebenaran  ditentang, disakiti, bahkan dirampas kebebasannya.

Sejarah juga telah mencatat bahwa penentangan ini telah ada sejak zaman dahulu kala. Para Nabi dan Rasul menerima penentangan yang paling berat. Namun mereka tetap bertahan dengan kesabarannya. Teladan yang sangaat indah tentang ini diperlihatkan oleh Nuh Alaihissalam (AS).

Bayangkan, ia bertahan dalam dakwah selama lebih dari 900 tahun. Nuh AS bersabar dari rasa jemu dan lelah. Beliau berdakwah dari siang ke malam, sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, meskipun kaumnya tetap ingkar seraya mencemooh, menghina, dan mengancam. Hingga akhirnya Allah Yang Maha Berkehendak memberikan keputusan-Nya kepada kaum Nuh lewat bencana banjir yang sangat dahsyat.

Allah Ta’ala mengabadikan kesabaran Nuh AS ini lewat doa yang dipanjatkan kepada Rabb-nya sebagaimana dikutip dalam al-Qur’an surat Nuh [71] ayat 5 sampai 7.  “… Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam, tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, namun mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.”

Para penyeru kebaikan tak akan berhenti berdakwah karena mengimani bahwa dengan menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah perbuatan mungkar akan menjadikan mereka umat terbaik di antara umat lain yang ada di muka bumi. Allah Ta’ala telah menegaskan hal ini;

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah …” (QS: Ali Imron [3] ayat 110).

Mereka juga mengimani bahwa jalan yang mereka tempuh tersebut, meski harus menghadapi banyak rintangan, justru lebih menguntungkan ketimbang kehidupan manusia yang bergelimang harta namun lalai. Bukankah dalam al-Qur’an surat al-Asr [103] Allah Ta’ala telah bersumpah demi waktu (wal ‘ashr) bahwa seluruh manusia di muka bumi ini berada dalam kerugian kecuali para penyeru kebenaran yang di dadanya ada iman dan perbuaatannya senantiasa dipenuhi kebajikan (amal shaleh). Wallahu a’lam.*

 

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahhaqkebeneransabar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Poster Mabes Polri cegah virus corona PKS Minta Pemerintah Akui Kelemahan Lalu Fokus Atasi Pandemi
Tulisan selanjutnya Terinspirasi Serangan Teror Christchurch, Remaja Kristen Singapura Ditangkap karena Rencanakan Pembunuhan Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?