Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Salah Satu Pendiri Terkemuka Hamas Dr. Ibrahim Al-Yazour Wafat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Februari 2021 20:43 8:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Februari 2021 20:43
Bagikan
Dr. Ibrahim Faris Al-Yazour
Bagikan

Hidayatullah.com—Harakah Muqawwamah Al-Islamiyyah (Hamas) menyampaikan kabar duka pada Jum’at (12/02/2021) atas wafatnya salah satu pendirinya, Dr. Ibrahim Al-Yazour. Dr. Ibrahim Faris Al-Yazour wafat pada Kamis (11/02/2021), pada usia 80.

Ibrahim Al-Yazour telah menghabiskan waktunya untuk berkhidmad dalam perjuangan pembebasan Palestina dan Masjid al-Aqsha. Ia merupakan sosok yang dikenal sebagai sahabat dekat tokoh utama pendiri Hamas, Syeikh Ahmad Yassin.

Dalam ucapan belasungkawanya, Hamas menyebut sosok Dr. Ibrahim sebagai seseorang yang menghibahkan seluruh diri dan waktunya untuk berkhidmat terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Dr. Ibrahim Palestina lahir di desa Beit Daras pada tahun 1941, tujuh tahun sebelum Nakba Palestina. Ia menempuh pendidikan sekolah dasar di desanya, dan tidak menyelesaikannya sebagai akibat dari peristiwa perang yang pecah pada tahun 1948.

Ibrahim kemudian pindah dari desanya ke Ashdod, dan tinggal di sana bersama keluarganya selama beberapa hari. Setelah tentara Mesir mundur, ia pindah ke Kota Majdal untuk melarikan diri dari penindasan geng Zionis, kemudian ia dan keluarganya berakhir di kamp Khan Yunis, di mana mereka menetap di sebuah tenda di kamp barat.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Almarhum belajar di sekolah UNRWA pada tahap dasar dan persiapan di kamp Khan Yunis, kemudian menyelesaikan pendidikan menengahnya sebelum pindah ke Universitas Kairo untuk belajar di Fakultas Farmasi pada tahun 1960 M, untuk memulai perjalanannya dengan panggilan tersebut.

Setelah menyelesaikan studi farmasi di Kairo pada tahun 1965, Ibrahim kembali ke Jalur Gaza untuk bekerja di apotek miliknya sendiri.

Dia bergabung dengan jajaran perjuangan dan biasa mengunjungi Divisi Persaudaraan Pertama di Jalan Al-Sikali di Khan Yunis. Syekhnya pada saat itu adalah professor dan pendidik Muhammad Dabour “Abu Osama “, lalu setelah itu Profesor Abdul Badi Sabre.

Saat belajar farmasi di Universitas Kairo, Ibrahim bertemu dengan seorang pendidik Dr. Abd al-Rahman Baroud “Abu Hudhaifa”. Di sana dia bergabung bersamanya dalam sebuah keluarga persaudaraan mahasiswa Palestina.

Pihak berwenang Mesir menangkapnya pada bulan Desember 1965, atas tuduhan menjadi anggota Ikhwanul Muslimin. Ia kemudian dipindahkan ke Penjara Abu Zaabal, kemudian dibebaskan pada 7 Desember 1966.

Dr. Ibrahim al-Yazour kemudian menjadi salah satu pendiri Akademi Islam, dan dia bekerja sebagai wakil untuk Syeikh Ahmad Yassin dalam kepresidenannya di badan administrasi kompleks Islam.  Almarhum kemudian turut berpartisipasi bersama Syeikh Ahmed Yassin dalam mendirikan gerakan Hamas pada bulan Desember 1987, gerakan perjuangan paling ditakuti penjajah ‘Israel’.

Pada tahun 1988, pasukan pendudukan menangkap semua pendiri Hamas, kecuali Syeikh Ahmed Yassin. Putranya Moamen, didampingi oleh Syeikh Ahmed Yassin, syahid pada tanggal dua puluh dua Maret 2004 M.

Ibrahim adalah sosok sederhana dan bersahaja. Meski dikenal sebagai pendiri Hamas yang  seharunya mendapat pengawalan, namun itu tidak dilakukan. Kemana-mana ia selalu berjalan kaki sendiri dengan kendaraan umum.

Setelah 80 tahun hidup dan lebih dari 50 tahun jihad dan pekerjaan dakwah, ‘apoteker bisu” itu berpulang, setelah melihat apa yang telah dicapai oleh gerakan Hamas, yang ia dirikan bersama Syeikh Ahmed Yassin dan teman-temannya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dr Ibrahim Faris Al-YazourHAMASpalestinaSyeikh Ahmad Yasin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prof Azyumardi Azra: Abdsurd Melaporkan Din Syamsuddin Radikal , GAR ITB Harus Tarik Laporannya
Tulisan selanjutnya Maling di Milan Pantau Laman Instagram Orang Kaya Sebelum Merampok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?