Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Profesor Hukum di Inggris Dikecam karena Isi Pelajaran yang Islamofobik

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 25 Februari 2021 22:43 10:43 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 26 Februari 2021 08:00
Bagikan
profesor islamofobik
Credit image: Geoff Caddick/AFP.
Bagikan

Hidayatullah.com — Profesor universitas Inggris mendapat banyak kecaman setelah ia menampilkan konten “islamofobik” di depan mahasiswanya.

Pekan lalu, dalam sebuah pernyataan, Masyarakat Islam Universitas Bristol (BRISOC) mengatakan pihaknya “khawatir dengan berbagai keluhan terhadap Profesor Steven Greer dari Fakultas Hukum yang menggunakan retorika dan pernyataan Islamofobik”.

Dilansir Al Jazeera pada Kamis (25/02/2021), para mahasiswa jurusan Hukum mengklaim Geer “seringkali mengungkapkan pandangan yang bisa dianggap Islamofobik, fanatik dan memecah belah di kelas”, kata pernyataan yang ditandatangani oleh beberapa kelompok mahasiswa lainnya.

Meskipun keluhan terhadap Geer ini telah diungkapkan ke media, dia telah dilarang berkomentar apapun oleh universitas. Ini dikarenakan universitas sedang melakukan penyelidikan dan dia terikat oleh kewajiban kerahasiaan.

Namun dia memberi tahu Al Jazeera bahwa dia menyangkal tuduhan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden BRISOC, Aamir Mohamed, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa keluhan pertama datang September lalu dan kelompok itu mengajukan keluhan resmi ke universitas pada November.

Seorang mahasiswa hukum di universitas mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia mengajukan keluhan independen tentang Greer tahun lalu.

BRISOC menuntut permintaan maaf resmi dari Greer dan penghapusan konten yang dianggap bermasalah, dalam modul hak asasi manusia.

BRISCO juga meminta permintaan maaf dari universitas karena “mendanai, mendukung dan mempromosikan” pekerjaan Greer dan untuk “tanggapan yang lambat” sejak pengaduan dibuat, kata pernyataan itu.

Pihak universitas mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka telah bekerja untuk mengatasi masalah tersebut.

 

Konten ‘Islamofobia’

Prinsip pengaduan terhadap Greer terkait dengan modul hak asasi manusia yang ia ajarkan, berjudul Hak Asasi Manusia dalam Hukum, Politik dan Masyarakat.

BRISOC menyoroti beberapa baris dalam slide kuliah yang mereka berikan kepada Al Jazeera dari modul.

Salah satu mahasiswa Greer menyebut slide itu sebagai gambaran dari “pandangan fanatik dan salah mengenai Islam”.

Dalam bagian yang membahas “Islam dan hak asasi manusia”, Greer mencantumkan kebebasan berekspresi sebagai “tantangan utama”, dan menyoroti “penghinaan terhadap Islam bisa dihukum mati”.

Slide tersebut memberikan contoh, serangan mematikan Charlie Hebdo.

Insiden itu menyaksikan orang-orang bersenjata membunuh setidaknya 12 orang ketika mereka menyerang majalah satir Prancis pada tahun 2015 karena karikatur yang menghujat Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Syeikh Al Azhar dan Para Ulama akan Tuntut Charlie Hebdo atas Penghinaan Terhadap Rasulullah

Seorang mahasiswa yang menghadiri kelas Greer mengatakan dia terkejut dengan beberapa konten, yang memberi kesan bahwa Islam “pada dasarnya buruk” dan “tidak sesuai dengan kebebasan”.

“Penyerangan Charlie Hebdo adalah serangan teroris. Para pemimpin Muslim tidak hanya mengutuk pembunuhan tersebut, tetapi fakta bahwa profesor benar-benar menggunakannya sebagai bukti pendirian Islam tentang kebebasan berekspresi benar-benar mengerikan,” kata mahasiswa hukum, yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada Al Jazeera.

Menurut FOSIS, sebuah badan perkumpulan Islam di universitas-universitas Inggris, kasus Bristol tidaklah unik.

“Banyak kasus menjadi perhatian kami secara teratur di mana universitas telah gagal untuk mengenali dan menangani secara memadai kekhawatiran mahasiswa Muslim dan pengalaman mereka dengan Islamofobia,” Muna Ali, wakil presiden urusan kemahasiswaan di FOSIS, mengatakan kepada Al Jazeera.

Menurut National Union of Students, ada lebih dari 300.000 mahasiswa Muslim di Inggris.

Sebuah studi NUS pada tahun 2018 mengungkapkan bahwa satu dari tiga siswa Muslim di Inggris pernah mengalami pelecehan atau kejahatan di tempat belajar mereka, sementara satu dari empat mengatakan mereka tidak akan melaporkan insiden Islamofobia.

“Islamofobia sebagian besar tetap tidak diakui dan dengan perluasan, diterima dan dinormalisasi dalam pendidikan tinggi,” Sofia Akel, dari Pusat Ekuitas dan Inklusi di London Metropolitan University, mengatakan kepada Al Jazeera. “Kelalaian yang disengaja adalah keterlibatan.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisislamofobiasteven greeruniversitasuniversitas bristol
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penembakan polisi Terbitkan Surat Telegram, Kapolri Berjanji Memecat Tidak Hormat Oknum Polisi Pelaku Penembakan di RM Café
Tulisan selanjutnya Selama Tahun 2020, Kematian Akibat Kanker Paru Meningkat, Termasuk Akibat Terpapar Asap Rokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Terbaru

  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?