Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Pilihan Anak Muda pada Anies Baswedan Sebagai Presiden, Tidaklah Mengejutkan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Maret 2021 10:27 10:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Maret 2021 10:05
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | SEBENARNYA tidak ada yang istimewa dari hasil yang dirilis lembaga survei Indikator Politik Indonesia, yang dikomandani Burhanudin Muhtadi.

Tidak ada yang mengejutkan dari hasil survei itu, yang kali ini memposisikan Anies Baswedan ada di posisi pertama dari 17 nama yang dimunculkan.

Survei terbaru ini tentang pilihan anak muda (milineal) terhadap calon presiden (capres) yang nantinya akan dipilihnya. Ada 17 nama populer yang dimunculkan.

Dari 17 nama, Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, menempati urutam pertama, dengan 15,2 persen. Sedang di urutan dua, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, dengan 13,7 persen. Dan lalu, Ridwan Kamil, Gubernur  Jawa Barat, 10,2 persen.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Selanjutnya, Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ada di posisi 4, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan, ada di posisi 5, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Demokrat, ada di posisi 6.

Pada rilis hasil survei lembaga lain, secara umum Prabowo selalu ada di urutan pertama. Tapi tidak kali ini, di mata kaum milineal, tampaknya Prabowo kurang diminati untuk jadi pilihan.

Banyak kalangan yang tidak terlalu percaya hasil survei, yang memang hadir karena pesanan. Dan karenanya hasilnya selalu memenangkan pihak-pihak yang memakai jasa lembaga survei itu.

Memakai jasa lembaga survei untuk melihat elektabilitas yang bersangkutan, sekaligus untuk mengatrol namanya agar setidaknya diperhitungkan untuk dipilih.

Baca: Anies Lagi-lagi Menyambar Lagi, Apa-apaan Ini

Tapi kali ini survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, hasil survei yang mengkhususkan pilihan anak muda, menempatkan Anies di posisi pertama, meski hasilnya tidak signifikan. Bahkan dengan urutan 2 dan 3 tidak terlalu jauh. Kisaran 1,5 – 5 persen.

Lalu muncul pertanyaan susulan, kenapa Anies Baswedan yang sarat prestasi dengan penghargaan setumpuk itu,  baik penghargaan dari lembaga dalam negeri maupun internasional, tapi hasil surveinya cuma segitu-segitu saja. Bedanya kok cuma tipis (1,5 persen) dengan Ganjar Pranowo, yang menempati posisi 2.

Setidaknya itu jadi pertanyaan, karena dalam dua periode kepemimpinannya, Ganjar tidak menampakkan kemajuan berarti di Provinsi Jawa Tengah, kecuali banjir masif diberbagai kota dan kabupaten di wilayahnya.

Wajar jika lalu orang mempertanyakan hasil survei yang dilansir itu, yang tidak sesuai dengan realita yang ada. Hal biasa jika hasil survei dikecil dan besarkan sesuai yang membayar. Yang dirilis tentu tidak sama dengan hasil yang tidak dirilis, dan itu yang diserahkan pada pemesan.

Banyak lembaga survei yang hadir tidak sekadar mensurvei, tapi juga mempolitisir hasil surveinya, sesuai dengan yang diinginkan. Maka, banyak lembaga survei yang sekaligus merangkap jadi konsultan politik dari pihak yang memesannya.

Apakah semua lembaga survei demikian buruknya, tentu tidak. Ada juga lembaga survei yang meski dibayar pihak yang akan berkontestasi tapi bekerja secara profesional, dan tetap menjaga integritasnya.

Hanya saja lembaga survei yang “nakal” yang lebih banyak menguasai pemberitaan media. Tampil di televisi dengan lagak yang seolah bisa merubah peta politik pemilih dengan sim salabim. Tampilannya norak, sepertinya dibayar cuma untuk gebuki Anies. Meski tetap menempatkan Anies di posisi 2 atau 3 dari rilis surveinya.

Lagaknya seperti buzzerRp, menyerang Anies tapi tidak kandidat lain, dan ini kasat mata. Bekerja untuk siapa, tentu bisa dilihat dari siapa yang dibelanya, meski coba disamar-samarkan. Makin bertingkah macam-macam makin tahu apa yang hendak disasar.

Baca: Anies Presiden, Jakarta Bebas Banjir, In Syaa Allah

Akan Terus Mengalir

Anies ditempatkan pada urutan pertama, calon presiden yang paling banyak dipilih kaum muda, itu tidaklah mengherankan. Kebijakan pembangunan di Jakarta memang memanjakan kaum muda.

Itu bisa dilihat dari berbagai fasilitas untuk kaum muda mengekspresikan diri, seperti banyaknya arena skateboard, penyediaan jalur sepeda, dan lainnya.

Namun demikian, sebagaimana yang sudah-sudah, Anies Baswedan tidak lalu larut dalam hingar bingar rilis lembaga survei itu. Mau menempatkannya diurutan keberapa, buatnya sepertinya tidak masalah.

Seolah ia tahu diri, bahwa fokus pada pekerjaannya sebagai Gubernur Jakarta, itu memang kewajiban yang diamanahkan. Dan itu prioritas utamanya.

Maka hingar bingar bicara 2024 (Pilpres) tampaknya dihindarinya. Tentu semata agar ia bisa tetap fokus menyelesaikan tugas-tugasnya, sesuai janji kampanyenya. Beberapa hal memang masih terganjal, terutama pelepasan saham Pemprov DKI Jakarta pada perusahaan bir, PT Delta Djakarta, Tbk.

Baca: Rasisme, Anies Baswedan, dan Jejak Darah Kepahlawanan

Tampaknya Anies ingin 2022 saat ia mengakhiri jabatannya selaku Gubernur DKI Jakarta, ia bisa sudahi dengan akhir yang indah. Maka sisa waktu lebih kurang 1 tahun ini, pastilah ia akan kerjakan apa-apa yang belum diselesaikan.

Setelah itu, pastilah Anies akan buat panggung besar, tentu jika ia serius ingin maju sebagai kandidat Presiden 2024. Waktu satu setengah tahun sampai pendaftaran sebagai kandidat, tentu akan digunakan sebaik-baiknya untuk sosialisasi kebijakan, yang nantinya akan ia penuhi jika takdir membawanya memimpin negeri ini.

Anies tentu akan diuntungkan oleh karya-karya yang diwariskannya di Jakarta, dan itu menjadi saksi, bahwa ia bekerja sepenuh hati. Tidak semua orang bisa melihatnya, dan cuma yang berhati bersih saja yang bisa melihat itu dengan terang benderang.

Anies Baswedan agaknya akan terus mengalir, dan tidak tahu persis ia akan terhenti, atau justru tetap mengalir dengan diberi beban amanah yang lebih besar untuk dipikulnya. Tidak ada yang tahu persis, memang… (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Baca Opini Ady Amar lainnya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak mudaAnies Baswedancalon presidenIndikator Politik Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya menolak gencatan senjata houthi Pemberontak Houthi Menolak Tawaran Gencatan Senjata Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Wamenag Vaksin AstraZeneca Wamenag Himbau Umat Islam Tidak Perlu Ragu Gunakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?