Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Temukan Ambergris atau Muntahan Paus Seberat 127kg, Nelayan Yaman Mendadak Kaya

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 April 2021 20:09 8:09 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 April 2021 20:09
Bagikan
Ambergris Muntahan Paus Yaman
Bagikan

Hidayatullah.com — Sekelompok nelayan di Yaman baru-baru ini menemukan muntahan paus atau ambergris bernilai Rp 21 miliar, lapor Middle East Eye pada Selasa (06/04/2021).

Penemuan ambergris atau muntahan paus ini menjadi hal yang luar biasa mengingat kehidupan para nelayan di Yaman menjadi hal yang tidak mungkin dijalani sejak pecahnya perang enam tahun lalu.

Melaut bisa menjadi hal yang berbahaya saat pihak yang bertikai berada di ujung tanduk, dan banyak wilayah laut Yaman menjadi daerah terlarang, memutus sumber pencaharian ribuan warga Yaman.

Di provinsi Aden selatan, pembatasan lebih longgar, menarik para nelayan dari daerah pantai lain yang lebih berbahaya seperti Hodeidah. Namun, pekerjaan begitu langka, seperti halnya peralatan dan kapal, dan kebanyakan dari mereka yang sebelumnya mempunyai kapal memilih untuk bergabung dengan kelompok penangkapan ikan yang lebih besar dan harus berbagi hasil melaut – beserta biayanya – dengan nelayan lain.

Tetapi suatu hari di bulan Februari, sekelompok nelayan dari desa al-Kahaisah, termasuk juga beberapa nelayan dari Hodeidah, pergi ke laut. Mereka tidak menyangka bahwa pelayaran itu akan menjadi pelayaran paling menguntungkan yang akan mengubah hidup mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka menemukan bangkai paus sperma raksasa, yang berisi potongan ambergris yang sangat besar, zat langka yang dikenal sebagai “emas mengambang” atau “harta karun laut”.

“Ketika para nelayan melewati bangkai ikan berukuran besar, seorang nelayan dari Hodeidah berteriak kepada rekan-rekan lain, karena dia mengenalinya sebagai ikan paus sperma,” kata Abdulrahman, salah satu nelayan yang mengambil ikan paus tersebut, kepada Middle East Eye.

“Nelayan Hodeidah lebih memiliki pengalaman dalam mengenali paus sperma daripada orang lain. Kami telah melewati bangkai ikan yang sama lebih dari sekali, dan kami tidak memberikan perhatian apapun karena laut penuh dengan bangkai ikan. Tapi pengalaman nelayan membuat perbedaan.”

Ambergris adalah bahan padat yang dikonsumsi oleh paus sperma yang tumbuh di ususnya selama beberapa tahun. Kadang-kadang dikenal sebagai “muntahan ikan paus”, ia dianggap kadang-kadang dimuntahkan tetapi lebih sering melewati sistem pencernaan atau anus.

Meskipun berbau tidak sedap seperti kotoran, zat aneh ini sangat berharga: minyak diekstraksi dari ambergris untuk membuat parfum bertahan lebih lama dan hanya digunakan untuk parfum dengan bau yang paling mahal.

Abdulrahman tidak pernah menemukan ambergris selama bertahun-tahun memancing. Dia berkata mungkin dia akan melewati beberapa yang mengapung di air, tetapi tidak pernah mengenalinya, karena dia hanya mencari ikan untuk ditangkap.

“Nelayan dari Hodeidah berada di perahu bersama nelayan lain, dan lebih banyak lagi di perahu lain di dekatnya, tetapi mereka tidak dapat membawa bangkai paus ke pantai sendirian,” kenang Abdulrahman.

“Jadi mereka meminta sembilan perahu tambahan untuk membantu mereka dan membawa bangkai paus itu ke pantai di dekat Gunung Shamsan Aden,” tambahnya.

Siang hari itu, para nelayan mulai membelah bangkai paus. Mereka menemukan lemak, isi perut, dan tulang, tapi ambergris yang berharga tidak terlihat. Sampai mereka menemukannya: kekayaan yang mengubah hidup.

“Lebih dari 100 nelayan ikut serta membawa paus ke pantai, membelahnya lalu menyimpan ambergris dan menjualnya,” kata Abdulrahman.

Untuk menghindari perselisihan, para nelayan menyepakati pembagian untuk setiap orang sebelum menjual ambergris. Mereka kemudian menjualnya seharga 1,3 miliar real Yaman, yang bernilai sekitar Rp 21 Miliar juta.

Ambergris itu memiliki berat 127kg dan para nelayan menjualnya kepada seorang pedagang dari Uni Emirat Arab, Abdulrahman bertindak sebagai perantara.

“Setiap keluarga di al-Khaisah merasa bahagia, karena semuanya mendapat sejumlah uang dari hasil penjualan ambergris,” kata Abdulrahman. “Beberapa nelayan mendapat 30 juta (Rp 1,7 miliar), ada yang kurang atau lebih, dan bahkan penjaga masing-masing mendapat 250.000 riyal. Setiap orang mendapat uang berdasarkan perannya.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ambergrismuntahan pausparfumyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan saksi eksepsi habib rizieq shihab HRS Hakim Tolak Eksepsi Habib Rizieq, Aziz Yanuar: Sudah kita Duga, Kita Akan Lanjut Terus
Tulisan selanjutnya Shalat Tarawih Rumah Turki Kemenag Turki atau Diyanet Anjurkan Shalat Tarawih Dilakukan di Rumah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Berita
12 Juni 2026 21:40
Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?