Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Peran Arab Saudi dalam Penggalian Terusan Suez

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 April 2021 21:51 9:51 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 April 2021 21:51
Bagikan
Arab Saudi Terusan Suez
Bagikan

Hidayatullah.com — Beberapa warga Arab Saudi dan warga dari Jazirah Arab ikut serta dalam pekerjaan penggalian raksasa Terusan Suez yang menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mediterania sekitar 150 tahun lalu.

Informasi ini terkandung dalam buku dan catatan sejarah para pelancong dan orientalis yang mengunjungi Semenanjung Arab dan wilayah tersebut. Terungkap pula bahwa keluarga Saudi dari Al-Qassim dan wilayah lain di Arab Saudi ikut serta dalam pekerjaan penggalian Terusan Suez, serta dalam pendistribusian air di antara para pekerja kanal atau terusan kapal, dengan menggunakan unta untuk mengambil air.

Kanal itu menjadi pusat perhatian dalam beberapa pekan terakhir setelah penyumbatan total oleh kapal kontainer yang kandas, menghentikan jalur penting rantai pasokan global.

Dilansir Saudi Gazette dalam bukunya “Travels in Arabia Deserta,” pengelana Inggris Charles Doughty menarasikan cerita tentang orang-orang Saudi yang bekerja menggali kanal, ketika dia tinggal di gurun Jazirah Arab sejak 1876, dan tinggal selama beberapa tahun, berpindah-pindah antara Madain Saleh, AlUla , Tayma, Salam, Buraidah dan Unaizah, lalu ke Khaibar, Taif dan Jeddah. Selama perjalanan gurun, dia merekam sketsa kehidupan Badui dengan akurat.

Doughty menceritakan perkenalannya dengan seorang pemuda Saudi bernama Ibrahim. Dia mencatat Ibrahim adalah satu diantara banyak warga Saudi dari kawasan Najd yang mencari pekerjaan selama penggalian Terusan Suez untuk mendapatkan uang. Ibrahim meyakini sekitar 200 orang dari Al-Qassim terlibat dalam penggalian terusan. Dia menyaksikan warga Prancis, Italia dan Yunani terlibat dalam proyek tersebut, dan berasumsi mereka berbicara dalam satu bahasa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mengisahkan ketangguhan pekerjaan kanal, Doughty berkata, mengutip Ibrahim, bahwa dia melihat beberapa paket yang dikirim dari lokasi kerja Terusan Suez ke alamat dua toko, dan dia juga berbicara tentang pekerjaan seorang wanita, yang berasal dari kaum Kekaisaran Frank, yang membawa pistol dan berperan sebagai bos yang mengawasi para pekerja saat mereka melakukan pekerjaan, karena ada banyak kelompok pekerja dari berbagai negara, campuran orang miskin, termasuk Muslim dan Kristen.

Penerjemah buku itu berkomentar bahwa jelas dari konteks bahwa pekerjaan penggalian Terusan Suez tidak terbatas pada orang Mesir saja, tetapi ada banyak orang yang berpartisipasi dalam pekerjaan ini dari Jazirah Arab dan juga dari wilayah Mediterania.

Doughty juga mengisahkan cerita dan lelucon tentang Suez dari banyak pekerja dari Jazirah Arab, dan tentang hidup berdampingan antara pekerja yang berbeda agama, serta kesulitan yang mereka hadapi selama bekerja.

Menurut dokumen sejarah yang dirilis oleh seorang pencinta pusaka, sejumlah orang dari Suku Ghamid melakukan perjalanan ke Mesir untuk ikut serta dalam pekerjaan penggalian kanal. Dalam sepucuk surat yang berasal dari tahun 1864, seorang pemuda Saudi bernama Musaed menulis kepada ayahnya tentang wabah kolera di mana banyak orang meninggal.

Patut dicatat bahwa Terusan Suez adalah jalur air buatan manusia yang menghubungkan Laut Mediterania ke Samudra Hindia melalui Laut Merah. Terusan ini membentang 193 km dari Port Said di Laut Mediterania di Mesir ke arah selatan ke kota Suez, yang terletak di pantai utara Teluk Suez.

Butuh waktu 10 tahun untuk membangunnya dengan perkiraan 1,5 juta orang yang mengerjakan proyek tersebut dan secara resmi dibuka pada 17 November 1869. Ini adalah salah satu jalur pelayaran yang paling banyak digunakan di dunia, yang dilalui sekitar 12 persen dari perdagangan global.

Pada tanggal 23 Maret 2021, kanal itu diblokir di kedua arah oleh kapal kontainer raksasa Ever Given saat kandas setelah angin kencang diduga meniup kapal tersebut keluar jalur. Saat kandas, Ever Given berbalik ke samping, benar-benar menghalangi kanal selama hampir satu minggu.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiEver givenTerusan SuezTravels in Arabia Deserta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paradoks Larangan, dan Olok-olok Publik Atas Ketidakadilan
Tulisan selanjutnya Kedua Terbanyak, Brazil Catat Rekor Kematian Covid-19 Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?