Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gagal Taklukkan Taliban, Presiden AS: “Saatnya Mengakhiri Perang Paling Lama di Afghanistan”

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 April 2021 11:40 11:40 am
Ahmad
Dipublikasikan 15 April 2021 11:40
Bagikan
partai demokrat
Joe Biden
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Joe Biden pada Rabu mengumumkan “sudah waktunya untuk mengakhiri” perang terlama Amerika dengan menarik pasukan tanpa syarat dari Afghanistan, setelah dua dekade keterlibatan mereka dalam perang yang seringkali sia-sia melawan Taliban.  Biden menggambarkan invasi militer besar-besaran AS di Afghanistan  sebagai “perang terlama”.

Sekarang, 20 tahun kemudian – setelah kematian hampir 2.400 tentara Amerika dan puluhan ribu warga Afghanistan – Biden telah menetapkan 11 September sebagai tenggat waktu dimana pasukan AS akhirnya akan meninggalkan Afghanistan.  Dalam pidato yang disiarkan televisi secara nasional, Biden mengatakan Amerika Serikat telah mencapai misi terbatas aslinya untuk menghancurkan kelompok-kelompok jihadis internasional yang diklaim berada di balik serangan Gedung WTC atau dikenal Peristiwa 9/11.

Dia menambahkan, dari tahun ke tahun, alasan untuk tetap tinggal di sana “semakin tidak jelas”. Meski begitu, Biden menekankan bahwa mereka tidak akan “keluar dengan tergesa-gesa”, namun dia bersikukuh dengan keputusannya.

“Serangan dahsyat 20 tahun lalu tidak bisa menjelaskan mengapa kami harus terus berada di sana pada 2021,” katanya. “Sudah waktunya kita mengakhiri perang yang berlarut-larut ini,” katanya dikutip AFP.

Konflik menemui jalan buntu. Pemerintah boneka yang didukung secara internasional di Kabul hanya memiliki kekuatan yang lemah di sebagian besar negara, sementara Taliban semakin kuat, dengan banyak yang mengharapkannya untuk kembali ke kekuasaan penuh begitu pasukan AS mundur.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Biden menyampaikan pada warga Amerika bahwa sudah waktunya untuk menerima kenyataan, bahwa mereka tidak punya pilihan lain. Yakni menarik pasukanya yang selama membuat kehidupan sipil Afghanistan makin sulit.

“Kami tidak dapat melanjutkan siklus untuk memperpanjang atau memperluas kehadiran militer kami di Afghanistan dan berharap dapat menciptakan kondisi yang ideal untuk penarikan pasukan dan mengharapkan hasil yang berbeda,” katanya. “Saya sekarang adalah presiden Amerika keempat yang menangani kehadiran militer Amerika di Afghanistan. Dua Republik. Dua Demokrat,” katanya. “Saya tidak akan mengalihkan tanggung jawab ini kepada presiden kelima,” tambah dia.

Afghanista Berdiri di Kaki Sendiri

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menekankan pada hari Rabu setelah panggilan telepon dengan Biden, bahwa pasukannya “sepenuhnya mampu” untuk mengendalikan negara. Bahkan Biden mengatakan Washington akan terus memberikan dukungan kepada pemerintah Afghanistan, hanya, bukan “secara militer”, menurut kutipan percakapannya.

Dia juga mengatakan Amerika Serikat akan “meminta pertanggungjawaban Taliban” untuk janji-janji untuk tidak mengizinkan pasukan internasional mengembangkan pangkalan di Afghanistan. Pakistan yang memiliki hubungan dekat dengan Taliban. harus “berbuat lebih banyak” untuk mendukung Afghanistan.

Namun, langkah AS untuk mundur menandai transfer kekuasaan atas pemerintah Kabul dan pasukan keamanan AS dan aliansi yang sudah terlatih. Satu dekade lalu, Amerika telah mengerahkan sekitar 100.000 tentara di Afghanistan.

Awal tahun lalu, jumlah pasukan turun menjadi 2.500. Pada Februari tahun ini, NATO memiliki sekitar 10.000 tentara di Afghanistan.

Percaya Diri Taliban

Biden mengatakan pasukan Amerika akan mulai menarik diri pada 1 Mei dan para pejabat AS memperingatkan Taliban – yang mencapai kesepakatan damai dengan AS tetapi tidak dengan pasukan Afghanistan – untuk tidak melancarkan serangan terhadap pasukan aliansi saat mereka meninggalkan negara itu. “Kami akan menanggapi dengan lebih keras,” kata seorang pejabat senior pemerintahan Biden.

Sebuah laporan penilaian ancaman yang diterbitkan pada Selasa (13 /4/2021) oleh Direktur Intelijen Iasional AS menyatakan bahwa Taliban “yakin dapat mencapai kemenangan militer”.  Tetapi Direktur CIA Willian Burns mengatakan pada hari Rabu bahwa setelah “bertahun-tahun menghadapi tekanan anti-terorisme” kelompok bersenjata internasional yang berbasis di Afghanistan tidak lagi menjadi ancaman besar bagi Amerika Serikat.

Selain lanskap militer, langkah AS untuk menarik diri dari negara tersebut juga menimbulkan pertanyaan tentang upaya masa depan untuk memodernisasi Afghanistan, terutama bagi wanita di negara yang mendapatkan keuntungan dari peningkatan hak, seperti akses ke pendidikan. Taliban, yang menerapkan ajaran Islam Sunni yang agak kaku, pernah dianggap melarang kaum wanita pergi ke sekolah, pergi ke kantor, bermain musik dan kehidupan sehari-hari antara tahun.

Hal itu terjadi antara 1996 sampai 2001. Dua dekade kemudian, 40 persen anak sekolah adalah perempuan. Meski demikian, kehadiran militer AS di negara itu memperumit masalah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanJode BidenNATOpasukan AS di AfghanistanTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah
Tulisan selanjutnya Senjata Mesir, Pemberontak Haftar Libya: 2 Pesawat Mesir Selundupkan Senjata untuk Pemberontak Haftar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?