Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Krisis Ekonomi, Muslim Lebanon Kesusahan Beli Makanan di Bulan Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 April 2021 22:00 10:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 April 2021 07:30
Bagikan
Muslim Lebanon Kesusahan makanan
Pengungsi Suriah dari Raqqa beristirahat di dekat tenda mereka di lembah Bekaa, Lebanon, 19 Oktober 2015
Bagikan

Hidayatullah.com — Banyak keluarga Muslim di Lebanon yang kesusahan mendapatkan makanan di bulan Ramadhan ini. Hal itu dikarenakan harga makanan yang melonjak di tengah krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade di negara itu.

“Harganya gila-gilaan dan bahkan naik lebih selama Ramadan … sepiring salad harganya enam kali lebih mahal pada tahun ini,” kata warga Beirut Um Ahmed kepada Al Jazeera.

“Apa yang harus kami lakukan? Apakah kami perlu mengemis? Kami pantang untuk mengemis.”

Zeina Khodr dari Al Jazeera, melaporkan dari Beirut, mengatakan bahwa “bagi jutaan orang di Lebanon, makanan menjadi barang mewah”.

Dia mengatakan bahwa meski Ramadhan adalah acara penting bagi umat Islam, ada “beberapa tanda” yang menandai acara tersebut di banyak lingkungan Beirut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Lampu, dekorasi, dan kios penjual minuman tradisional yang menjadi bahan pokok di meja buka puasa sudah habis.”

Ekonomi dan mata uang Lebanon yang terjun bebas, mengurangi daya beli masyarakat.

Pound Lebanon turun menjadi 10.000 terhadap dolar AS pada awal Maret, dan kemudian di bulan itu, turun menjadi 15.000, belum pernah terjadi sebelumnya. Mata uang tersebut telah kehilangan sekitar 90 persen nilainya sejak akhir 2019.

“Mereka yang dulu membeli satu kilo sayuran sekarang membeli setengahnya, sementara yang lain membeli per potong… beberapa pergi begitu saja setelah mengetahui harganya,” kata Ahmed, seorang penjual sayur.

‘Harga Bahan Pokok Melonjak’

Satu bulan makan buka puasa untuk sebuah keluarga beranggotakan lima orang sekarang diperkirakan menelan biaya dua setengah kali lipat dari upah minimum yang bernilai $ 60 pada harga pasar gelap.

Lebanon mengimpor sebagian besar makanannya dan terjadi kekurangan karena pemerintah kehabisan dolar.

“Gaji kami tidak berubah tetapi harga telah melonjak,” kata warga Hana Sader.

Meski gandum disubsidi oleh pemerintah, harga roti juga mengalami kenaikan.

Membeli satu bungkus roti sehari selama sebulan menghabiskan lebih dari 10 persen dari upah minimum.

Badan amal harus memperluas upaya untuk membantu mereka yang kesusahan membeli makanan karena pengangguran di Lebanon, yang mayoritas Muslim, terus meningkat.

Maya Terro adalah salah satu pendiri FoodBlessed, sebuah organisasi yang memberi makan sekitar 1.600 keluarga setiap bulan.

“Mereka mengatakan jika mereka tidak menerima kotak makanan bulan ini, itu mungkin berarti kami mungkin tidak berbuka puasa atau kami harus makan setengah dari jumlahnya,” katanya kepada Al Jazeera.

Pandemi virus corona telah memperburuk ketimpangan sosial ekonomi, dengan lebih dari separuh keluarga Lebanon hidup dalam kemiskinan.

Bulan lalu, protes melanda kota-kota Lebanon, dengan demonstran memasang penghalang jalan di jalan raya utama.

Selain itu, kebuntuan politik menambah kesengsaraan Lebanon karena Perdana Menteri yang ditunjuk Saad Hariri dan Presiden Michel Aoun terus berselisih tentang pembentukan pemerintahan baru dan bagaimana kementerian akan dialokasikan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Jazeerakrisis ekonomiLebanonRamadhan 2021
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keponakan Pemimpin Katolik Bosnia, Kardinal Vinko Puljic Masuk Islam Keponakan Kardinal Katolik Bosnia Masuk Islam
Tulisan selanjutnya Zionis Israel Bombardir Hamas di Gaza Digempur Israel, Hamas: “Gaza Tidak Akan Menyerah”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Izinkan Sejumlah Kapal Tanker Iraq Melewati Selat Hormuz

Berita
22 Agustus 2026 16:48
Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT
Aparat Keamanan Pakistan Tewaskan 49 Militan

Terbaru

  • Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
  • MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi
  • Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
  • Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria
  • Bus Aparat Keamanan Suriah Meledak Dekat Damaskus
  • Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat
  • Cuaca Panas, Singapura Pangkas Khutbah Jumat
  • Iran Izinkan Sejumlah Kapal Tanker Iraq Melewati Selat Hormuz
  • Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer
  • Pendiri Raksasa Properti China Evergrande Dibui Seumur Hidup

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?