Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arsip Lawas China: Jugun Ianfu Berawal di Jawa Indonesia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 April 2014 19:14 7:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 April 2014 19:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemaksaan atas para wanita untuk dijadikan budak seks dan pendirian tempat-tempat hiburan seksual merupakan kebijakan resmi dari pemerintah Jepang pada masa Perang Dunia Kedua di negara-negara Asia. Demikian diungkap dokumen-dokumen lama yang baru dipublikasikan, lansir kantor berita China Xinhua.

Sebanyak 89 dokumen dari era PD II ditunjukkan ke publik hari Jumat (25/4/2014), sebagai tanggapan atas penyangkalan kejahatan tentara Jepang pada masa itu oleh para politisi sayap kanan di negeri sakura baru-baru ini. Dari keseluruhan dokumen itu, sebanyak 25 file berkaitan dengan “wanita penghibur” Jugun Ianfu.

Profesor dan sejarawan pakar tentang Jugun Ianfu dari Shanghai Normal University, Su Zhiliang, mengatakan bahwa Jugun Ianfu merupakan tindakan resmi negara Jepang pada masa perang.

Kebijakan itu diterapkan di China, Republik Korea (Korea Selatan) dan Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara).

Arsip-arsip lawas tersebut menunjukkan bahwa “pangkalan wanita penghibur” untuk melayani kebutuhan seksual tentara Jepang pertama kali didirikan di negara Asia Tenggara yaitu Indonesia, tepatnya di Pulau Jawa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tentara Jepang yang menginvansi wilayah timur laut China mendokumentasikan apa yang terjadi selama perang, yang menunjukkan perbuatan kriminal mereka.

Dokumen-dokumen lawas itu didapat dari kantor korps kepolisian militer Jepang, Tentara Kwantung, dan bank nasional milik rezim boneka Manchuria yang disimpan di kantor Arsip Provinsi Jilin di kawasan timur laut China.

Keduapuluh lima dokumen tentang Jugun Ianfu itu di antaranya termasuk dua laporan investigasi, dua catatan telepon dan 2 dokumen tentang tentara-tentara Jepang yang memaksa wanita untuk berhubungan seksual dan menjadikannya budak seks.

Dokumen-dokumen itu bercerita tentang kondisi pangkalan-pangkalan Jugun Ianfu, termasuk rasio wanita penghibur dibanding jumlah tentara Jepang yang dilayaninya, serta cerita rinci tentang pemerkosaan-pemerkosaan mengerikan yang terjadi ketika itu.

Jumlah tentara Jepang yang harus dilayani para wanita Jugun Ianfu diatur secara proporsional.

Contohnya, di distrik Xiaguan di timur Nanjing pada tanggal 1-10 Februari 1938 terdapat 6 wanita Jugun Ianfu untuk 1.200 serdadu. Itu berarti satu wanita harus melayani 200 orang tentara Jepang. Kemudian setelah 20 Februari 1983 ada tambahan 11 wanita Jugun Ianfu, sehingga rasionya berubah menjadi 1 wanita harus melayani kebutuhan seks 71 orang tentara Jepang.

Arsip lawas itu juga mengungkap bahwa dalam lima bulan sejak Nopember 1944, tentara penjajahan Jepang membayar 532.000 yen untuk mendirikan pangkalan-pangkalan Jugun Ianfu. Pengeluran itu disetujui oleh Tentara Kwantung, menurut catatan telepon dari bank nasional milik rezim Manchuria. *

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara Arab sambut Hangat Rekonsiliasi Palestina, Obama Cemas
Tulisan selanjutnya Sebuah Helikopter Jatuh 5 Tentara ISAF Tewas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?