Hidayatullah.com—Dua orangtua dari pelajar yang diculik di Tegina di negara bagian Niger, Nigeria, dikabarkan meninggal dunia akibat trauma, lapor media setempat.
Mereka mengalami shock setelah geng bersenjata menculik para siswa dari sebuah sekolah Islam pada hari Ahad (30/5/2021). Mereka tiba-tiba jatuh sakit dan tidak sadarkan diri, lansir BBC Rabu (2/6/2021).
Para penculik dikatakan meminta uang tebusan sebelum melepaskan anak-anak dan mengancam akan membunuh mereka apabila uang tidak dibayarkan.
Sebelumnya, kepala sekolah Islam tersebut mengatakan kepada BBC bahwa dia sudah berbicara dengan para penculik dan mereka memastikan bahwa anak-anak dalam kondisi sehat.
Abubakar Alhassan mengatakan 136 siswa tidak ada, termasuk li.a anaknya, setelah dilakukan perhitungan jumlah pelajar menyusul penculikan tersebut. Tiga guru juga dinyatakan hilang.
Akan tetapi, masih belum ada konfirmasi resmi berapa sebenarnya jumlah siswa yang diculik.*