Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Seperempat Orang yang Pernah Terjangkit Covid-19 Parah Mengalami PTSD

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juni 2021 14:18 2:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juni 2021 14:18
Bagikan
[Ilustrasi] Pasien terjangkit Covid-19
Bagikan

Hidayatullah.com—Ilmuwan-ilmuwan Jerman menemukan bahwa seperempat orang yang pernah mengalami Covid-19 parah kemudian mengalami gangguan mental post-traumatic stress disorder (PTSD).

Studi yang dilakukan untuk Universitas Duisburg-Essen itu menelaah kondisi 30.000 pasien antara April 2020 dan Maret 2021.

Gejala trauma paling nyata dirasakan 100 hari setelah pasien keluar dari ruang perawatan intensif, menurut studi itu.

Pasien mengalami apa yang disebut 

 “gangguan” atau kenangan berulang, yang dipicu oleh memori pengalaman traumatik tidak dapat bernapas, kata Martin Teufel, direktur Clinic for Psychosomatic Medicine and Psychotherapy di LVR Klinik in Essen, yang memimpin penelitian tersebut.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Gangguan tersebut muncul tiba-tiba dan bisa berupa perasaan sangat tidak berdaya karena teringat pengalaman sulit bernapas hingga perlu bantuan dari orang lain, perasaan tidak memiliki kontrol sama sekali, kata Teufel.

Lebih lanjut Teufel menjelaskan bahwa memori pengalaman dramatis itu tersimpan dalam “emosi tidak terstruktur” di dalam pikiran bawah sadar. Kondisi ini dapat diatasi dengan terapi trauma, di mana orang tersebut akan dibawa kembali kepada pengalaman tersebut tetapi dalam kondisi pikiran yang sadar sepenuhnya, merekondisikannya dan mengenali ulang kejadian mengerikan tersebut.

Orang yang memiki pra-kondisi psikologis seperti depresi, gelisah atau gangguan kepribadian, cenderung akan mengalami PTSD setelah terjangkit Covid-19. Kebanyakan penderitanya adalah wanita dan orang muda, kata Teufel.

Hasil studi itu telah dipaparkan pekan ini oleh German Congress for Psychosomatic Medicine and Psychotherapy, lansir The Guardian Kamis (17/6/2021).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19PTSD
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berdalih Mengganggu Ketertiban, Yunani Penjarakan Ulama yang Dipilih Muslim
Tulisan selanjutnya Pendeta Senior Masuk Islam Kini Jadi Sopir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?