Hidayatullah.com- Mantan Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII/Dewan Da’wah) periode 2015-2020, Drs Mohammad Siddik MA berpulang ke Rahmatullah pada Selasa (29/06/2021). Informasi dihimpun hidayatullah.com, Mohammad Siddik wafat di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.
Salah seorang pengurus pusat Dewan Da’wah, Tamam, kepada hidayatullah.com mengonfirmasi kebenaran kabar duka tersebut. “Iya, betul,” jawabnya lewat pesan singkatnya, Selasa malam. “(Beliau) meninggal di RS Harapan Kita sekitar pukul 16.45 WIB,” tambahnya.
Ia mengabarkan agenda pemakaman almarhum. “Dimakamkan malam ini di pemakaman Balai Rakyat Condet, Kel. Gedong,” pesan yang diteruskan Tamam kepada media ini.
“اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن. Telah berpulang ke Rahmatullah Drs. H. Mohammad Siddik, MA (Ketua Umum Dewan Da’wah 2015-2020) pada Selasa, 29 Juni 2021 pukul 16.45 WIB,” info resmi Dewan Da’wah melalui akun resmi ormas Islam tersebut pada Selasa di Instagram.
Pihak DDII berharap doa dari umat Islam untuk almarhum. “Mohon do’a dari jama’ah sekalian. اللَّهُمَّ اغْفِرْ له وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه وَأَكْرِمْ نُزُلَه وَوَسِّعْ مُدْخَلَه وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّه مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِه وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِه وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ وَأَعِذْه مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
امين يارب العالمين,” tulis akun resmi DDII.
Semasa hidupnya, Muhammad Siddik dalam catatan hidayatullah.com pernah mengatakan bahwa tantangan dakwah umat Islam sekarang semakin komplek, selain pemurtadan, aliran sesat, juga liberalisasi. Belum lagi masalah ekonomi umat Islam, akhlak, dan moral.
“Karena itu, ini menjadi tantangan dakwah bersama ormas Islam lainnya. Jadi mari bersama-sama untuk membina umat,” katanya sebagai Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) kala itu saat baru saja terpilih, dalam acara silaturahim dengan media Islam di Jakarta pada Ahad (08/11/2015).
Pada acara tersebut, Siddik memaparkan sejarah terbentuknya DDII atau yang sering disingkat dengan Dewan Da’wah. Menurutnya, Dewan Da’wah lahir pada 26 Februari 1967 sebagai lembaga islah untuk memperbaiki keadaan umat maupun bangsa Indonesia. Ketika mendirikan Dewan Da’wah, Mohammad Natsir, tokoh Masyumi dan mantan Perdana Menteri RI mengundang para tokoh dari berbagai organisasi umat Islam di Indonesia.
“Pak Natsir, dulu berdakwah lewat jalur politik, sekarang kita berpolitik melalui jalur dakwah,” ujar Siddik.
Siddik, yang mantan Direktur Islamic Development Bank (IDB) Regional Asia Pasifik juga menyampaikan beberapa kegiatan lembaga yang kini dipimpinnya.
Dewan Da’wah, kata Siddik, meski dalam keterbatasannya terus berupaya mencetak para dai yang akan diterjunkan ke masyarakat.
“Selain Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir, kami juga mendirikan Akademi Da’wah Indonesia (ADI). Kami melakukan daurah-daurah untuk para dai dengan berbagai keterampilan, seperti pertanian, perkebunan, dan peta dakwah agar para dai lebih jeli menguasai medan dakwah,” ujarnya.
Sementara itu diketahui, pada tahun lalu, posisi Mohammad Siddik di DDII tersebut digantikan oleh Dr. Adian Husaini sebagai Ketua Umum. Didin Hafidhuddin bersama Adian Husaini resmi ditetapkan sebagai pimpinan baru Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), masa khidmad 2020-2025. Penetapan kedua cendekiawan Islam itu dilakukan pada Rapat Pleno hari ini, Selasa (22/09/2020) di Kantor Pusat Dewan Da’wah, Jl. Kramat Raya 45, Jakarta Pusat. Keputusan itu disepakati berdasarkan hasil musyawarah para anggota Pembina Dewan Da’wah, dipimpin langsung oleh Prof. KH Didin Hafidhuddin. Rapat Pleno dihadiri 11 orang dari 13 orang Pembina yang ada.*