Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekolah Amerika Cabut Tugas Essai Mempertanyakan Holocaust

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Mei 2014 21:07 9:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Mei 2014 21:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dewan sekolah di sebuah distrik di California mengakui bahwa meminta anak-anak sekolah menulis sebuah essai mengenai apakah holocaust benar-benar terjadi atau tidak merupakan tindakan yang “sama sekali tidak patut.”

Mengutip laporan koran lokal San Bernardinno Sun kantor berita Associated Press (8/5/2014) melansir, sebanyak 2.000 anak sekolah usia 13-14 tahun di distrik tersebut diminta untuk menulis sebuah essai argumentatif berdasarkan bukti-bukti yang dikutip, apakah mereka percaya holocaust itu peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi atau hanyalah sebuah skema politik guna mempengaruhi emosi publik dan mendulang kekayaan.

Racangan essai tersebut dibuat oleh para guru terkait dengan pelajaran mengenai buku harian Anne Frank, seorang wanita Yahudi yang mati di kamp konsentrasi Bergen-Belsen.

Dalam pertemuan publik hari Rabu kemarin, Joanne Gilbert yang merupakan ketua dari dewan sekolah mengatakan pihaknya bertanggung jawab penuh atas tugas yang diberikan kepada para murid itu.

Tugas sekolah itu dibatalkan dan dinyatakan sebagai kesalahan menyusul protes dari kelompok warga Yahudi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gilbert mengatakan, anak-anak sekolah kelas delapan akan menjalani latihan kepekaan di Museum of Tolerance di Los Angeles, yang merupakan sebuah museum peringatan korban holocaust yang didirikan oleh warga Yahudi.

Suzanne Singer, seorang rabi di Temple Beth El di Riverside mengatakan, “Saya tak mengerti mengapa sebuah faksta sejarah menjadi bahan perdebatan.”

Yahudi mengklaim secara sepihak bahwa 6 juta orang Yahudi di Eropa dibantai oleh pasukan Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler antara tahun 1933 hingga 1945. Sebagian negara Eropa memiliki undang-undang yang menghukum para penyangkal holocaust. Meskipun demikian, banyak orang termasuk dari kalangan sejarawan dan akademisi di Eropa dan Amerika yang tidak meyakini tragedi holocaust, dan kalaupun ada pembunuhan terhadap orang Yahudi maka jumlahnya tidak sampai 6 juta seperti klaim Yahudi selama ini.

Sejumlah buku juga telah ditulis oleh banyak penulis untuk membeberkan bukti bahwa holocaust merupakan cerita rekayasa orang-orang Yahudi dan bahkan dijadikan semacam industri guna kepentingan politik dan ekonomi Yahudi di seluruh dunia.

Di Amerika Serikat Yahudi merupakan kelompok minoritas. Meskipun demikian, banyak perusahaan dan bisnis raksasa di negara itu dikuasai oleh orang Yahudi. Pengaruh Yahudi juga sampai ke Gedung Putih dan parlemen AS, Kongres dan Senat. Bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa orang yang terpilih sebagai presiden Amerika Serikat adalah mereka yang direstui oleh kelompok lobi Yahudi dan Zionis Israel.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir Sekarang Punya UU Pidana Pelecehan Seksual
Tulisan selanjutnya 4 Pendeta Lolos Jadi Anggota DPRD NTT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?