Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Homs Dikuasai Rezim, Oposisi Keluar, Warga Kembali ke Rumah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Mei 2014 09:40 9:40 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Mei 2014 09:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan warga Homs kembali ke rumah-rumah mereka setelah pasukan rezim Suriah menguasai kota itu, lansir koresponden AFP dikutip Aljazeera.

Para warga yang terpaksa kehilangan tempat tinggal akibat perang yang berkecamuk, memanjat reruntuhan dan memeriksa puing-puing rumah mereka Jumat (9/5/2014) kemarin.

“Saya melihat di Facebook kalau rumah saya telah hancur, tapi saya tidak percaya,” kata Jaqueline Fawwas seorang wanita berusia 30an tahun kepada AFP. “Saya ingin melihatnya dengan mata kepala sendiri.”

Seorang wanita lain yang enggan menyebutkan identitasnya berkata, “Saya datang ke sini untuk memeriksa rumah saya, tapi saya tidak dapat menemukannya. Saya tidak menemukan atapnya, saya tidak menemukan temboknya. Saya hanya menemukan cangkir kopi ini, yang akan saya ambil sebagai cinderamata.”

Penduduk Homs diperbolehkan kembali ke rumah-rumah mereka sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah dengan pasukan oposisi, yang juga menjadi jaminan bagi pasukan perlawanan keluar dari kota yang kini dikuasai tentara rezim Bashar Al-Assad itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lebih dari 1.700 tentara oposisi telah meninggalkan Homs sejak hari Rabu lalu berdasarkan kesepakatan itu.

Hari Jumat kemarin buldozer-buldozer terlihat membersihkan jalan-jalan di distrik kota yang merupakan salah satu wilayah terpenting di Suriah itu.

Gubernur Homs Talal Al-Barazi mengatakan, tim teknis dikerahkan untuk menyisir distrik-distrik di kota kuno tersebut, termasuk daerah Hamidiyeh yang merupakan bekas benteng pertahanan pasukan oposisi guna mencari sisa-sisa ranjau dan bahan peledak lainnya.

Stasiun televisi pemerintah Suriah mengabarkan dua orang personel militer tewas saat sedang menjinakkan sebuah bom.

Laporan reporter Associated Press di Homs menyebutkan, prajurit-prajurit pemerintah dan kelompok milisi bersenjata pro-pemerintah disebar ke berbagai penjuru kota.

Penarikan pasukan oposisi dari Homs mengakhiri pertempuran sengit selama dua tahun di kota terbesar ketiga di Suriah itu dan menjadi salah satu kemenangan besar untuk Presiden Bashar Al-Assad.

Bagi oposisi Suriah, kekalahan itu merupakan pukulan telak.

Sekarang pasukan oposisi hanya bertahan di sebuah distrik di luar Homs, kota yang dijuluki sebagai ibukota perlawanan revolusi melawan rezim Assad.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Protes Hukum Islam, Feminisme dan LGBT Amerika dinilai Hipokrit
Tulisan selanjutnya Acungkan Jempol, Tentara Inggris Berpose dengan Mayat Pejuang Taliban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?