Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Imam Masjid Brunei Minta Rakyat Tegar hadapi Serangan Media Asing

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Mei 2014 10:27 10:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Mei 2014 10:27
Bagikan
Masjid Jami' Asr Hassanil Bolkiah Bandar Seri Begawan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dilaporkan The Brunei Times (10/05/2014) dalam khutbah Jumat  lalu para imam di seluruh Brunei Darussalam mengingatkan masyarakat untuk  tetap tegar dan bersatu menyusul serangan media internasional yang mengkritik penerapan KUHP Syariah.

“Yang terpenting sekarang adalah, sebagai warga negara Brunei kita harus bersatu meskipun berbeda latar belakang dan kepercayaan. Kita juga harus menunjukkan kepatuhan yang teguh kepada pemimpin negara kita, “ kata mereka dalam khutbah itu.
Khutbah itu memperingatkan bahwa Brunei adalah negeri yang beruntung, telah diberkahi Allah SubhanAllahu wa Ta’ala karena memiliki pemimpin yang tegas dalam mengikuti ajaran Islam dan memasukkan hukum-hukum Allah SubhanAllahu wa Ta’ala ke dalam sistem administrasi negara.

Syariah adalah perintah Allah SubhanAllahu wa Ta’ala  dalam Al-Qur’an dan Hadits, ditekankan dalam khutbah itu
Oleh karena itu, kaum Muslimin harus menerima Syariah dengan sepenuh hati sebagaimana yang diperintahkan Allah SubhanAllahu wa Ta’ala. Orang Muslim yang gagal melaksanakannya akan dianggap sebagai orang-orang yang berada di jalan yang salah, kata mereka.

Penerapan hukum Allah  mengalami perkembangan di sejumlah negara dan telah dilaksanakan selama berabad-berabad yang lalu . Hukum ini bukanlah seperti apa yang diklaim pihak lain sebagai kuno, kolot dan langkah mundur. Hukum  Allah itu komprehensif dan bisa diterapkan bagi semua manusia, tanpa memandang waktu dan tempat. Tujuan akhir penerapan hukum ini adalah mengharap ridha Allah SubhanAllahu wa Ta’ala, kata mereka.

Para imam itu menyesali mereka yang anti Syariah, dan menyifati mereka sebagai jahil dan tidak berpengetahuan luas dalam hukum ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hukum syariat memastikan kesejahteraan manusia dan membantu menyelesaikan isu-isu sosial seperti perampokan, pemerkosaan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, hubungan seksual di luar nikah, korupsi, dan lain sebagainya, ujarnya.

Sementara itu,  dalam pertemuannya dengan Mesyuarat Khas Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) di Istana Nurul Iman baru-baru ini, Sultan Brunei Hasanal Bolkiah kembali menyampaikan alasan penerapan syariat Islam. Sultan juga menyatakan keprihatinannya atas kebingungan masyarakat dan informasi yang keliru yang  disebarkan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penegakan KUHP Syariah.

Sang Sultan juga  mendesak semua pihak terkait supaya bertindak cepat dalam mengatasi kebingungan masyarakat terhadap KUHP Syariah dan bersikap bijaksana dalam menangani perkara besar seperti penerapan KUHP Syariah.

“Kita harus bertindak cepat. Apapun yang salah harus diperbaiki. Ada banyak cara untuk mengoreksi ini seperti mengeluarkan pernyataan pers serta melalui saluran radio dan televisi,” ujarnya The Brunei Times.

“Jika orang bingung, hal (penerapan KUHP Syariah) ini dapat menimbulkan beragam reaksi – kemarahan, ketidakpuasan, takut atau benci,” lanjutnya.

Cukup Hormati saja

Jauh sebelumnya, tepatnya pada tahun 2012 ketika mengumumkan persetujuannya atas penerapan Perintah Kanun Hukuman Jenayah (KUHP) Syariah di negara yang dipimpinnya, Sultan Brunei itu menyatakan kerjasama negara itu dengan pihak lain berdasarkan pada konsep persahabatan dan saling menghormati, serta tidak campur tangan dalam urusan nasional masing-masing.

“Kami tidak pernah  berpikiran untuk menyakiti pihak lain. Kami tidak pernah bergantung pada mereka untuk sepakat dengan kami, tapi cukup (bagi kami) jika mereka menghormati kami sebagaimana kami menghormati mereka, “ ucap Sultan Brunei   saat mengumumkan penerapan hukum pidana Syariah tahap pertama sebagaimana dikutip Free Malaysia Today.

“Kami (Brunei) menawarkan persahabatan kami ke seluruh warga dunia … kami adalah mitra yang baik, siap menghormati siapa pun. Kami berharap mitra kami juga akan memberikan sikap yang sama seperti kami, dalam menghargai dan memahami aspirasi masing-masing, demi keamanan dan kesejahteraan meskipun pandangan kami berbeda, ” ucapnya seperti dikutip The Brunei Times (16/07/2012).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:syariat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terkuaknya kasus “Revolusi Mental”, Jokowi sebaiknya Tak Bohong Lagi
Tulisan selanjutnya Zionis Tuntut ‘Syeikhul Aqsha’ Syeikh Raid Sholah 8 Bulan Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?